Api TPA Galuga Sulit Dijangkau, Wabup Bogor Prioritaskan Evakuasi Warga

istikhomah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:10 WIB
Petugas melakukan pemadaman kebakaran di kawasan TPA Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Petugas melakukan pemadaman kebakaran di kawasan TPA Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Kebakaran Galuga membuat warga dan pemulung di sekitar TPA diminta menjauh demi keselamatan serta kelancaran proses pemadaman.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kebakaran di kawasan TPA Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, membuat Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi meminta warga dan pemulung di sekitar lokasi segera dievakuasi sementara karena keselamatan menjadi prioritas.

Bukan cuma api yang menjadi persoalan. Aktivitas warga yang datang menonton hingga kendaraan yang memenuhi akses juga membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan bergerak menuju titik api.

Baca Juga: Penumpang Wajib Cek Jadwal, Delapan Bandara Terdampak Abu Anak Krakatau

Warga di Sekitar TPA Diminta Menjauh

Ade Ruhandi atau Jaro Ade menegaskan kawasan sekitar titik kebakaran perlu dikosongkan untuk mencegah warga terpapar risiko selama proses pemadaman berlangsung.

"Tapi yang harus diutamakan oleh kita juga setelah keselamatan masyarakat dan keselamatan warga. Karena banyak juga pemulung-pemulung, itu harus disisir," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 8 September 2026.

Menurut Ade, masih ada pemulung yang berada di tenda ketika ia meninjau lokasi pada malam sebelumnya. Mereka diminta untuk segera meninggalkan kawasan tersebut dan kembali ke rumah masing-masing.

"Itu harus betul-betul oleh petugas, steril dikosongkan, mereka untuk kembali ke rumahnya dulu, ke rumahnya. Dan terutama rumah-rumah yang dekat secepatnya dikosongkan," ucapnya.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang rumahnya berada dekat dengan area kebakaran. Pemerintah daerah ingin memastikan proses pemadaman tidak menempatkan masyarakat dalam posisi yang berisiko.

Akses Damkar Terganggu Warga yang Menonton

Persoalan lain muncul di jalur menuju lokasi kebakaran. Ade melihat sejumlah masyarakat datang untuk menyaksikan proses pemadaman.

Kehadiran warga tersebut membuat beberapa akses kendaraan pemadam menjadi lebih sulit dilalui karena kendaraan, termasuk sepeda motor milik warga yang menonton, memenuhi area sekitar lokasi.

"Banyak warga masyarakat itu yang menonton, sehingga ada beberapa akses untuk petugas damkar untuk masuk ke lokasi itu kesulitan dengan parkir. banyaknya parkir motor yang sedang menonton api, dan itu harus disosialisasikan," ujarnya.

Karena itu, ia meminta kawasan sekitar titik pemadaman disterilkan. Ruang gerak petugas menjadi penting agar kendaraan, selang, maupun peralatan pemadam dapat digunakan secara maksimal.

Api Berawal dari Lahan di Dekat TPA

Kebakaran mulai terjadi pada Senin, 7 September 2026 sore. Api yang awalnya berada di lahan pertanian atau kebun di sekitar TPA kemudian merambat ke kawasan pembuangan sampah lama.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan titik kebakaran bukan berada di timbunan sampah aktif. Api berasal dari lahan yang bersebelahan dengan TPA Galuga dan kemudian merambat ke area pembuangan lama.

Pada malam hari, api sempat membesar dan menghasilkan asap tebal. Kondisi tersebut turut mengganggu warga di sekitar kawasan.

Hingga Selasa pagi, tim gabungan masih melakukan pemadaman. Api mulai dapat dikendalikan sejak sekitar pukul 03.30 WIB, tetapi penanganan tetap dilanjutkan untuk memastikan titik api dapat ditangani.

Pemadaman Terkendala Jarak Titik Api

Salah satu tantangan terbesar petugas adalah akses menuju titik kebakaran. Lokasinya berada di bagian belakang kawasan TPA sehingga kendaraan pemadam tidak bisa langsung mendekat.

Kondisi tersebut membuat pemadaman dari darat membutuhkan upaya tambahan. Untuk membantu menjangkau titik api, helikopter TNI Angkatan Udara dari Lanud Atang Sendjaja juga dikerahkan melakukan water bombing pada Selasa pagi.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga menutup sementara operasional TPA Galuga pada 8 September 2026. Penutupan dilakukan agar akses menuju lokasi dapat digunakan secara optimal untuk distribusi air dan mobilisasi petugas pemadam.

Baca Juga: BYD Bangun Basis Produksi di Subang, Target TKDN EV Indonesia Makin Tinggi

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Di tengah penanganan kebakaran, permintaan evakuasi yang disampaikan Jaro Ade menunjukkan bahwa penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api.

Warga, pemulung, dan orang-orang yang berada terlalu dekat dengan lokasi diminta menjauh. Pada saat yang sama, masyarakat yang ingin melihat proses pemadaman juga diharapkan tidak memenuhi akses kendaraan petugas.

Ia ingin memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang rumahnya berada dekat dengan kawasan TPA Galuga.

Bagi petugas di lapangan, akses yang terbuka berarti ruang yang lebih leluasa untuk membawa peralatan dan air menuju titik kebakaran. Bagi warga, menjauh dari lokasi berarti mengurangi risiko saat proses pemadaman masih berlangsung.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kebakaran di kawasan TPA tidak hanya menghadirkan persoalan api, tetapi juga persoalan keselamatan dan akses. Ketika warga mendekat untuk melihat kejadian, ruang gerak petugas justru dapat semakin terbatas. Karena itu, menjaga area pemadaman tetap steril menjadi bagian penting dari penanganan keadaan darurat.

Warga yang berada di sekitar TPA Galuga sebaiknya mengikuti arahan petugas, menjauh dari area kebakaran, dan tidak mendekati lokasi hanya untuk menyaksikan proses pemadaman. Akses jalan menuju titik kebakaran juga perlu dibiarkan terbuka bagi kendaraan dan personel penanganan.

FAQ

1. Di mana kebakaran terjadi?
Kebakaran terjadi di kawasan TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

2. Mengapa warga diminta dievakuasi?
Wakil Bupati Bogor meminta warga dan pemulung di sekitar lokasi menjauh demi keselamatan selama proses pemadaman berlangsung.

3. Dari mana api berasal?
Bupati Bogor menyebut api berasal dari lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPA, kemudian merambat ke area pembuangan sampah lama.

4. Mengapa pemadaman mengalami kendala?
Titik api berada di bagian belakang kawasan TPA sehingga kendaraan pemadam sulit menjangkaunya dari jalur darat.

5. Apakah ada bantuan pemadaman dari udara?
Ya. Helikopter TNI AU dari Lanud Atang Sendjaja dikerahkan untuk melakukan water bombing.

Sumber Informasi: RRI (Radio Republik Indonesia)

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kebakaran TPA Galuga TPA Galuga kabupaten bogor bogor