KDMP Kaltim Kejar 470 Gerai, 234 Gerai, 82 Koperasi Sudah Layani Warga

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 07:50 WIB
Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kalimantan Timur yang terus dikebut pemerintah daerah.
Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kalimantan Timur yang terus dikebut pemerintah daerah.

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Pembangunan gerai KDMP Kaltim terus dikebut, sementara puluhan koperasi mulai menjalankan aktivitas usaha.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kalimantan Timur terus bertambah. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 234 gerai telah selesai dibangun dari target 1.037 koperasi.

Pemprov Kaltim kini membidik sekitar 470 gerai rampung hingga akhir 2026. Di saat pembangunan fisik berjalan, aktivitas usaha koperasi juga mulai bergerak di sejumlah wilayah.

Berapa gerai KDMP yang sudah terbangun di Kaltim?

Sebanyak 234 gerai KDMP telah selesai dibangun di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur hingga awal Agustus 2026.

Jumlah tersebut masih akan bertambah karena sekitar 200 gerai lainnya sedang dalam proses pengerjaan. Pemerintah provinsi menargetkan sekitar 470 gerai dapat terbangun sampai penghujung tahun.

Pembangunan dilakukan bertahap karena kesiapan lahan setiap daerah berbeda. Pemprov Kaltim menyebut lahan yang digunakan merupakan aset pemerintah kabupaten/kota sehingga statusnya harus dipastikan clean and clear.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kaltim, Ronny Suhendra, mengatakan proses pembangunan melibatkan pemerintah daerah dan pengurus koperasi.

“Karena lahan yang digunakan ini adalah lahan milik pemerintah kabupaten/kota, sehingga diperlukan lahan yang clean and clear,” ujar Ronny, Minggu (9/8).

Mengapa pembangunan gerai tidak serentak?

Kondisi lahan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan waktu pembangunan gerai KDMP. Pemerintah harus menyesuaikan lokasi yang tersedia dengan kebutuhan pembangunan di masing-masing wilayah.

Sebelumnya, pembangunan gerai mensyaratkan lahan dengan luas minimal sekitar 1.000 meter persegi. Namun, ketentuan desain dapat disesuaikan untuk daerah yang menghadapi keterbatasan lahan.

Ronny menyebut penyesuaian tersebut memungkinkan pemerintah membentuk gerai dengan desain dan jumlah fasilitas yang menyesuaikan kondisi lokasi.

“Kemungkinan nanti ada pembentukan gerai-gerai yang menyesuaikan dengan lokasi yang ada. Ini diperuntukkan untuk lokasi-lokasi yang memiliki lahan terbatas,” jelasnya.

Skema tersebut membuat pembangunan tidak harus menunggu seluruh daerah memiliki kondisi lahan yang seragam. Kebutuhan masyarakat dan karakter wilayah menjadi bagian dari pertimbangan.

Baca Juga: Ramp Check Truk Diperketat Polda Kaltim, Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Perhatian

82 KDMP sudah mulai menjalankan aktivitas usaha

Pembangunan bangunan bukan satu-satunya indikator perkembangan KDMP di Kaltim. Berdasarkan pemantauan pemerintah melalui Sistem Informasi Koperasi Desa Merah Putih (Simkopdes), sekitar 82 koperasi telah mulai beroperasi.

Simkopdes digunakan untuk memantau perkembangan koperasi, termasuk aktivitas usaha, omzet penjualan, dan komoditas yang dipasarkan. Sistem tersebut menghubungkan koperasi dalam satu platform digital.

Secara nasional, sistem digital KDMP memang dikembangkan Kementerian Koperasi untuk mendukung transformasi dan pengelolaan koperasi. Data sebelumnya juga mencatat sebagian besar koperasi di Kaltim telah menggunakan Simkopdes.

Menariknya, sebagian koperasi sudah menjalankan usaha meskipun belum menerima serah terima bangunan gerai dari pemerintah pusat.

Artinya, aktivitas ekonomi koperasi tidak sepenuhnya bergantung pada selesainya bangunan. Fasilitas pendukung yang telah tersedia dapat dimanfaatkan untuk mulai melayani kebutuhan masyarakat.

KDMP Lempake menjadi salah satu contoh awal

Salah satu koperasi yang sudah mulai beroperasi berada di Lempake. KDMP tersebut mulai menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat sekitar dengan menyesuaikan komoditas yang dibutuhkan.

Aktivitas serupa juga mulai terlihat di sejumlah wilayah lain, termasuk Balikpapan dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pembangunan gerai dan pengoperasian koperasi berjalan dalam dua jalur berbeda. Bangunan menjadi fasilitas pendukung, sedangkan kegiatan usaha menjadi ukuran penting apakah koperasi benar-benar memberikan manfaat ekonomi.

Sebelumnya, Pemprov Kaltim juga telah mendorong percepatan pembangunan ratusan gerai KDMP. Pada pertengahan Mei 2026, pemerintah daerah mencatat 61 gerai telah berdiri dan menargetkan ratusan gerai berikutnya selesai dibangun.

Baca Juga: DPRD Soroti Potensi Pajak BBM, DPRD Kaltim Bidik PAD Rp9,4 Triliun, PBBKB Jadi Andalan 2027

Apa yang menentukan keberhasilan KDMP?

Keberadaan bangunan saja belum cukup untuk memastikan koperasi mampu menjadi pusat ekonomi masyarakat. Gerai harus diikuti aktivitas usaha yang sesuai kebutuhan warga dan mampu menghasilkan perputaran ekonomi.

Pemantauan melalui Simkopdes menjadi salah satu instrumen penting karena pemerintah dapat melihat perkembangan usaha secara lebih terukur.

Bagi masyarakat, keberhasilan KDMP pada akhirnya akan lebih terasa dari barang dan layanan yang tersedia, manfaat bagi anggota, serta kemampuan koperasi menggerakkan kegiatan ekonomi lokal.

Tips

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan KDMP di wilayahnya, perhatikan aktivitas usaha koperasi, jenis komoditas yang tersedia, serta keterlibatan anggota dan pelaku usaha lokal.

Poin Penting

Insight Redaksi

Pembangunan gerai memang penting, tetapi ukuran keberhasilan KDMP bukan sekadar jumlah bangunan yang berdiri. Kaltim membutuhkan koperasi yang benar-benar berputar, punya pasar, dan melibatkan usaha lokal. Kalau hanya bangunan yang ramai, sementara transaksi sepi, program ini kada akan memberi dampak ekonomi yang kuat. Fisik penting, aktivitas usaha jauh lebih menentukan.

Gerai yang sudah berdiri sebaiknya segera diisi aktivitas usaha yang sesuai kebutuhan warga, bukan dibiarkan kosong menunggu seremoni berikutnya.

Bagikan informasi ini ke kawalan ikam supaya perkembangan KDMP di daerah makin mudah dipantau bersama.

Ingin tahu bagaimana KDMP berkembang dan apa dampaknya bagi ekonomi lokal? Terus update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa target gerai KDMP Kaltim pada akhir 2026?

Pemprov Kaltim menargetkan sekitar 470 gerai dapat terbangun hingga akhir 2026.

2. Berapa total koperasi yang menjadi target program KDMP di Kaltim?

Target yang disebutkan dalam sumber mencapai 1.037 koperasi.

3. Mengapa pembangunan gerai KDMP dilakukan bertahap?

Karena kesiapan dan status lahan pemerintah daerah berbeda di setiap kabupaten dan kota.

4. Apakah KDMP harus menunggu bangunan selesai untuk beroperasi?

Kada. Sejumlah KDMP sudah menjalankan aktivitas usaha meskipun belum menerima serah terima bangunan.

5. Apa fungsi Simkopdes bagi KDMP?

Simkopdes digunakan untuk memantau perkembangan koperasi, termasuk aktivitas usaha, omzet penjualan, dan komoditas yang dipasarkan.

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul “234 Gerai KDMP Terbangun di Kaltim, 82 Koperasi Mulai Beroperasi”, oleh Ainur Rofiah. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id. Data konteks tambahan mengenai Simkopdes dan perkembangan program mengacu pada sumber resmi Kementerian Koperasi serta ANTARA Kaltim

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
KDMP Kaltim gerai KDMP Kaltim Koperasi Desa Merah Putih