Durasi Baca: 6 Menit
Ikhtisar: Setelah 86 hari tanpa hujan, Ketapang akhirnya diguyur hujan deras dan disambut rasa syukur masyarakat.
Balikpapan TV - Hai Ces! Setelah 86 hari tanpa hujan, Kota Ketapang dan sebagian besar wilayah Kabupaten Ketapang akhirnya kembali diguyur hujan pada Minggu, 27 September 2026. Hujan mulai turun di sejumlah wilayah sejak siang dan semakin deras mengguyur Kota Ketapang pada petang hari.
Turunnya hujan menjadi momen yang berarti setelah masyarakat melewati kemarau panjang yang turut disertai persoalan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.
Hujan Turun Setelah 86 Hari Penantian
Hujan yang turun pada Minggu menjadi kabar yang melegakan setelah Ketapang mengalami 86 hari tanpa hujan.
Sejumlah wilayah mulai diguyur hujan sejak siang. Sementara itu, hujan dengan intensitas deras turun di Kota Ketapang pada Minggu petang.
Momen tersebut juga dirasakan Bupati Ketapang Alexander Wilyo yang saat itu menghadiri acara Maulid Nabi di Desa Sukabaru, Kecamatan Benua Kayong.
Alexander menyebut hujan yang turun malam itu memiliki arti tersendiri setelah masyarakat cukup lama menantikannya.
“Hujan malam ini terasa begitu berarti. Ini bukan sekadar air yang jatuh dari langit, melainkan wujud kelegaan, kebahagiaan, dan rasa syukur yang mendalam setelah sekian lama dinantikan.”
Baca Juga: Seluruh Fraksi Setujui Perubahan APBD Mempawah 2026, Ini Tahapan Berikutnya
Kemarau dan Karhutla Jadi Ujian Bersama
Menurut Alexander, kemarau panjang dan karhutla tidak hanya memberikan dampak kepada manusia.
Hewan, tumbuh-tumbuhan, serta lingkungan juga turut merasakan kondisi yang terjadi selama kemarau dan karhutla.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan turunnya hujan sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Mari jadikan momentum ini sebagai pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli dan menjaga lingkungan sekitar.”
Ajakan tersebut disampaikan bersamaan dengan pesan kepada masyarakat untuk meneladani kesabaran, kesederhanaan, kasih sayang, serta kebaikan Rasulullah SAW dalam momentum peringatan Maulid Nabi.
Hujan Bertepatan dengan Maulid Nabi
Turunnya hujan bertepatan dengan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan peresmian kantor Desa Sukabaru.
Bagi Alexander, momen tersebut menjadi sesuatu yang patut disyukuri. Ia berharap hujan yang turun membawa keberkahan sekaligus keselamatan bagi masyarakat Ketapang.
“Hujan yang turun bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi dan peresmian kantor desa ini menjadi pertanda baik, semoga terdapat keberkahan didalamnya, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat Ketapang.”
Suasana tersebut menjadi semakin bermakna karena hujan datang setelah masyarakat melewati penantian panjang selama 86 hari.
Baca Juga: Jorong-Jorong, Kue Tradisional Pontianak yang Lembut dan Gurih
Gotong Royong Hadapi Dampak Kemarau
Alexander juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berjuang menghadapi karhutla selama kondisi kemarau.
Ia kemudian mengajak masyarakat Ketapang untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga dan membangun daerah.
Menurutnya, kebersamaan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga lingkungan Ketapang.
“Mari terus bergandengan tangan, memperkuat gotong royong, dan memberikan yang terbaik untuk daerah yang kita cintai.”
Alexander menegaskan Ketapang merupakan rumah bersama yang perlu dijaga, dirawat, dan dibangun demi masa depan generasi berikutnya.
Poin Penting
-
Ketapang mengalami 86 hari tanpa hujan.
-
Hujan mulai turun di sejumlah wilayah pada Minggu, 27 September 2026.
-
Kota Ketapang diguyur hujan deras pada Minggu petang.
-
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyambut turunnya hujan dengan rasa syukur.
-
Kemarau dan karhutla disebut turut berdampak kepada manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lingkungan.
-
Bupati mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
-
Masyarakat juga diajak memperkuat gotong royong setelah melewati kondisi kemarau dan karhutla.
Insight Redaksi
Setelah 86 hari tanpa hujan, guyuran air di Ketapang bukan sekadar perubahan cuaca bagi masyarakat yang telah lama menunggu.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa lingkungan perlu dijaga bersama. Kemarau panjang dan karhutla memberikan pelajaran bahwa keberlanjutan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat.
Hujan akhirnya datang, nah Ces, semoga menjadi awal yang membawa kelegaan sekaligus semangat baru untuk menjaga Ketapang.
Informasi warga dan kondisi daerah tetap penting untuk disampaikan dengan konteks yang jelas dan terverifikasi. Ikuti kabar terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa lama Ketapang mengalami kondisi tanpa hujan?
Ketapang disebut mengalami 86 hari tanpa hujan sebelum akhirnya diguyur hujan pada 27 September 2026.
2. Kapan hujan mulai turun di Ketapang?
Hujan mulai turun di sejumlah wilayah sejak Minggu siang dan hujan deras mengguyur Kota Ketapang pada Minggu petang.
3. Siapa yang menyambut turunnya hujan di Ketapang?
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyambut turunnya hujan dengan rasa syukur saat menghadiri acara Maulid Nabi di Desa Sukabaru.
4. Apa yang disampaikan Bupati Ketapang terkait kemarau?
Alexander menyebut kemarau dan karhutla tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lingkungan.
5. Apa ajakan Bupati setelah hujan turun?
Masyarakat diajak lebih peduli terhadap lingkungan serta memperkuat gotong royong dalam menjaga dan membangun Ketapang.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Pontianak Post" Berjudul"86 Hari Menanti Hujan, Ketapang Akhirnya Diguyur Hujan Deras di Tengah Kemarau Panjang",oleh penulis Ahmad Sofi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : Pontianak Post