Dari Ulap Doyo ke Australia, BIFF 2026 Dorong Ekraf Kaltim Naik Kelas

istikhomah • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:02 WIB
BIFF 2026 menjadi panggung wastra, kriya, dan ekonomi kreatif Kaltim menuju pasar global.
BIFF 2026 menjadi panggung wastra, kriya, dan ekonomi kreatif Kaltim menuju pasar global.
Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: BIFF 2026 didorong menjadi jembatan wastra, kriya, dan UMKM Kaltim menuju pasar Australia dan internasional.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur mendukung BIFF 2026 di Samarinda sebagai ruang promosi wastra, kriya, dan ekonomi kreatif daerah ke pasar internasional.

Buat pelaku kreatif Kaltim, panggung fashion kali ini bukan cuma soal tampil keren. Ada peluang bisnis dan jejaring global yang ikut dibuka.

Baca Juga: Kering Melanda Tarakan, FKUB Ajak Warga Muhasabah dan Perbanyak Doa

BIFF ingin lebih dari sekadar peragaan busana

BIFF 2026 diarahkan menjadi ruang pertemuan antara kreativitas lokal dan kebutuhan pasar internasional. Karena itu, festival ini tidak hanya menghadirkan fashion show, tetapi juga business matching, pameran kriya, serta UMKM Expo.

Kepala Diskominfo Kaltim Ririn Sari Dewi menilai format tersebut membuka peluang kerja sama bisnis, khususnya dengan Australia.

“Ini satu event bersama yang bagus untuk melakukan penetrasi business to business dengan Australia, di samping penguatan ekosistem untuk memajukan wastra dan kriya,” ujar Ririn.

Bagi Kaltim, pendekatan seperti ini penting karena produk budaya tidak cukup hanya dikenal. Wastra dan kriya juga perlu memiliki jalur menuju pembeli, mitra usaha, hingga pasar baru.

Sebelumnya, Pemprov Kaltim juga telah memfasilitasi 10 UMKM wastra dan kriya untuk bertemu pembeli asal Australia melalui business matching. Sejumlah produk bahkan mendapat pesanan langsung dari buyer Australia, menunjukkan bahwa karya lokal memiliki peluang untuk masuk ke pasar internasional.

Tradisi harus tetap hidup sekaligus bernilai ekonomi

Dukungan terhadap BIFF juga datang dari Dekranasda Kaltim. Ketua Harian Dekranasda Kaltim Heni Purwaningsih menekankan bahwa kekayaan budaya tidak cukup hanya dipertahankan sebagai warisan.

Tradisi perlu terus beradaptasi dengan selera generasi muda, perkembangan industri fashion, dan tuntutan kualitas pasar.

“Tugas kita bukan hanya menjaga agar tradisi tersebut tetap berjalan, tetapi memastikan agar tradisi itu tetap relevan dengan selera generasi muda, perkembangan industri fesyen, tuntutan kualitas pasar, dan relevan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi perajin,” kata Heni.

Pandangan itu membuat BIFF memiliki misi yang lebih panjang daripada penyelenggaraan sebuah festival. Wastra, kriya, dan produk UMKM diharapkan bisa menjadi bagian dari rantai ekonomi kreatif yang memberi ruang lebih besar bagi perajin.

Australia diposisikan sebagai pintu pasar baru

Keterhubungan dengan Australia menjadi salah satu nilai strategis BIFF 2026. Ririn menyebut skema business to business sebagai peluang untuk mempertemukan pelaku usaha Kaltim dengan jejaring bisnis di luar negeri.

Konteks ini sejalan dengan upaya Kaltim sebelumnya yang mulai mempertemukan pelaku wastra dan kriya dengan buyer Australia. Artinya, BIFF berpotensi melanjutkan pola promosi yang tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi diarahkan menuju transaksi dan kemitraan.

Bagi perajin, perubahan ini cukup berarti. Karya seperti tenun Ulap Doyo dan kerajinan manik-manik Dayak tidak hanya ditempatkan sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai produk kreatif yang perlu memiliki daya saing.

Anggaran terbatas bukan alasan berhenti bergerak

Ririn juga mengingatkan bahwa keterbatasan fiskal daerah tidak seharusnya membuat pengembangan ekonomi kreatif kehilangan momentum.

Menurut dia, sinergi berbagai pihak melalui BIFF justru menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa Kaltim tetap bisa bergerak, membangun jejaring, dan memperkuat branding daerah.

Diskominfo Kaltim pun berkomitmen memanfaatkan kanal publikasi pemerintah untuk membantu memperluas jangkauan promosi BIFF 2026.

Langkah ini membuat promosi tidak hanya menjadi urusan penyelenggara. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas, perajin, desainer, dan media dapat mengambil peran masing-masing untuk memperkenalkan karya Kaltim kepada pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Karhutla Tarakan Masih Diselidiki, Polisi Belum Temukan Bukti Pembakaran Sengaja

Empat hari untuk membawa karya Benua Etam lebih jauh

BIFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 di Samarinda.

Festival yang diinisiasi Yulia Hadi tersebut membawa pengalaman selama 20 tahun di Australia untuk mengangkat kekayaan budaya tanah kelahirannya. Project Director BIFF Anas Maghfur kemudian mengembangkan festival dengan rangkaian business matching, pameran kriya, dan UMKM Expo.

Targetnya cukup besar: menghadirkan lebih dari 40 desainer, 40 model profesional, serta sekitar 400 koleksi karya kreatif.

Dengan format tersebut, BIFF diharapkan tidak selesai ketika panggung ditutup. Ukuran keberhasilannya justru bisa dilihat dari kemitraan baru, jaringan bisnis yang terbentuk, dan seberapa jauh karya perajin Kaltim mendapat akses pasar setelah festival berakhir.

Poin Penting

Insight Redaksi

BIFF menarik bukan karena panggung fashionnya semata, tetapi karena mencoba menyambungkan tradisi dengan pasar. Kaltim sudah punya produk dan cerita; tantangannya adalah memastikan keduanya punya pembeli. Nah, di sinilah business matching menjadi penting: budaya jangan cuma dipajang, tapi harus punya nilai ekonomi.

Kalau jejaring Australia benar-benar berlanjut menjadi kemitraan, BIFF bisa lebih dari event tahunan—bisa jadi pintu dagang baru Benua Etam.

Coba dorong perajin dan UMKM lokal masuk kurasi sejak awal, supaya pasarnya nggak berhenti di panggung, tapi lanjut ke pembeli.

Bagikan artikel ini ke pelaku UMKM, perajin, desainer, atau kawan yang lagi mengembangkan produk kreatif Kaltim.

Mau lihat bagaimana karya Benua Etam mencari panggung yang lebih luas? Terus ikuti kabar terbaru di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan BIFF 2026 digelar?

BIFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1–4 Oktober 2026 di Samarinda.

2. Apa tujuan utama BIFF 2026?

BIFF diarahkan untuk memperkuat branding Kaltim sekaligus membuka akses pasar bagi wastra, kriya, fashion, dan ekonomi kreatif.

3. Mengapa Australia menjadi sasaran BIFF?

Australia dipandang sebagai salah satu peluang pasar dan jejaring bisnis melalui skema business to business.

4. Produk lokal apa yang mendapat perhatian dalam BIFF?

Di antaranya tenun Ulap Doyo dan kerajinan manik-manik Dayak.

5. Apa saja kegiatan dalam BIFF 2026?

Rangkaian kegiatan mencakup business matching, pameran kriya, UMKM Expo, dan peragaan berbagai koleksi fashion.

Sumber Informasi: Media ANTARA News Kalimantan Timur, dengan artikel mengenai dorongan Dekranasda Kaltim agar wastra dan kriya lokal menembus pasar global. Di-update kembali dengan angle dan style BalikpapanTV.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
BIFF 2026 Ekonomi Kreatif Kaltim Wastra Kaltim pasar global