Hobi Badminton untuk Isi Waktu Luang, Ini Perlengkapan Dasar Pemula

Amellinda Nur Aini • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 06:27 WIB
Raket badminton tertata rapi, menggambarkan aktivitas olahraga rekreasional yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang. (BTV/AI)
Raket badminton tertata rapi, menggambarkan aktivitas olahraga rekreasional yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Badminton bisa menjadi olahraga rekreasional yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Pemula tidak perlu langsung membeli perlengkapan mahal, tetapi sebaiknya memahami kebutuhan dasar, pilihan sepatu, raket, kok, pakaian, pemanasan, serta estimasi biaya awal.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Badminton menjadi pilihan olahraga rekreasional yang mudah dilakukan pemula untuk mengisi waktu luang sekaligus menjaga tubuh tetap aktif. Aktivitas ini menarik karena bisa dimainkan santai bersama teman, keluarga, atau pasangan tanpa harus mengejar kemampuan kompetitif sejak awal.

Buat yang ingin mulai, tantangannya biasanya bukan mencari lawan bermain, melainkan menentukan perlengkapan yang benar-benar diperlukan. Jangan sampai baru mencoba beberapa kali, tetapi sudah membeli raket mahal, tas besar, dan berbagai aksesori yang belum tentu terpakai.

Kenapa Badminton Cocok untuk Mengisi Waktu Luang?

Badminton menawarkan kombinasi aktivitas fisik, permainan, dan interaksi sosial dalam satu kegiatan. Intensitasnya juga dapat disesuaikan, sehingga pemula bisa memulai dengan reli ringan sebelum meningkatkan tempo permainan.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas fisik aerobik intensitas sedang setiap minggu. Aktivitas fisik juga dapat dilakukan melalui olahraga dan kegiatan rekreasi.

Artinya, bermain badminton secara rutin dapat menjadi salah satu cara memasukkan aktivitas fisik ke jadwal mingguan. Namun, durasi dan intensitas permainan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing.

Badminton juga tidak selalu harus diperlakukan seperti pertandingan serius. Bermain santai selama waktu luang bisa menjadi pilihan bagi orang yang merasa olahraga konvensional seperti berlari atau bersepeda kurang menarik.

Badminton menjadi olahraga santai yang menyenangkan, fleksibel, dan membantu memenuhi kebutuhan aktivitas fisik mingguan (BTV/AI)
Badminton menjadi olahraga santai yang menyenangkan, fleksibel, dan membantu memenuhi kebutuhan aktivitas fisik mingguan (BTV/AI)

Perlengkapan awal tidak harus lengkap

Untuk memulai, perlengkapan paling penting sebenarnya cukup raket, kok atau shuttlecock, pakaian yang nyaman, dan sepatu yang sesuai lapangan. Aksesori seperti tas khusus, handuk olahraga, atau raket cadangan dapat menyusul.

Pendekatan ini membuat biaya awal lebih terkendali. Pemula juga memiliki kesempatan mengetahui apakah badminton memang cocok menjadi hobi rutin sebelum mengeluarkan anggaran lebih besar.

Raket Badminton: Pilih yang Nyaman, Bukan Sekadar Mahal

Raket merupakan perlengkapan utama, tetapi harga tinggi tidak otomatis membuat pemula bermain lebih baik. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kenyamanan ketika raket digenggam dan digunakan untuk melakukan ayunan.

Raket pemula tersedia dalam berbagai bobot, ukuran pegangan, material, dan tingkat ketegangan senar. Untuk permainan rekreasional, pilih model yang terasa mudah dikendalikan daripada mengejar spesifikasi performa tinggi.

Data harga marketplace pada Juni 2026 menunjukkan raket Hi-Qua untuk pemula tersedia mulai sekitar Rp249.000–Rp379.000 pada beberapa model. Ada pula paket dua raket dengan harga lebih rendah, tetapi kualitas dan spesifikasinya perlu diperiksa terlebih dahulu.

Pemula sebaiknya tidak langsung memilih raket berdasarkan angka ketegangan senar atau teknologi yang terdengar canggih. Fokus awalnya adalah mendapatkan raket yang nyaman, tidak terasa terlalu berat, dan sesuai kemampuan tangan.

Raket nyaman membantu pemula mengontrol ayunan, mengatur permainan, dan membangun kepercayaan diri tanpa mengejar harga mahal. (BTV/AI)
Raket nyaman membantu pemula mengontrol ayunan, mengatur permainan, dan membangun kepercayaan diri tanpa mengejar harga mahal. (BTV/AI)

Jangan lupakan kondisi grip

Pegangan raket yang licin dapat membuat kontrol ayunan terasa kurang nyaman. Karena itu, kondisi grip perlu diperiksa secara berkala, terutama jika tangan mudah berkeringat.

Grip pengganti relatif murah. Salah satu daftar harga Juni 2026 menunjukkan grip badminton tersedia sekitar Rp9.600–Rp10.000 untuk produk tertentu.

Penggantian grip tidak harus dilakukan berdasarkan jadwal yang kaku. Perhatikan teksturnya, kebersihan, dan apakah pegangan masih terasa aman ketika melakukan ayunan.

Kok atau Shuttlecock Juga Perlu Diperhatikan

Shuttlecock sering dianggap perlengkapan kecil, padahal kualitasnya sangat memengaruhi kenyamanan permainan. Kok yang tidak sesuai dapat membuat arah terbang dan respons pukulan terasa berbeda.

Untuk permainan santai, pemula dapat memilih shuttlecock yang sesuai dengan jenis permainan dan anggaran. Tidak perlu langsung membeli tipe premium apabila penggunaannya hanya untuk latihan ringan bersama teman.

Sebagai gambaran, daftar harga Juni 2026 di marketplace menunjukkan shuttlecock badminton tertentu berada di sekitar Rp114.250 hingga Rp150.000 per kemasan. Produk dengan spesifikasi dan merek berbeda bisa memiliki harga jauh lebih tinggi.

Perbedaan harga tersebut membuat pemula sebaiknya mempertimbangkan frekuensi bermain. Kalau hanya bermain sesekali, membeli stok terlalu banyak justru bisa membuat perlengkapan tersimpan lama tanpa digunakan.

Sepatu Badminton Jangan Disamakan dengan Sepatu Lari

Ini bagian yang sering dilewatkan pemula. Badminton membutuhkan gerakan menyamping, berhenti mendadak, melakukan lunge, dan berpindah arah dalam ruang relatif cepat.

Karena karakter gerak tersebut, sepatu khusus lapangan badminton menjadi pilihan yang lebih sesuai dibandingkan menggunakan sepatu lari untuk semua aktivitas. Pedoman kepelatihan badminton menekankan penggunaan sepatu lapangan dengan sol yang tidak licin dan memperingatkan penggunaan sepatu dengan sol tinggi karena dapat meningkatkan risiko terkilir.

Harga sepatu badminton juga sangat beragam. Data marketplace pada 2026 menunjukkan beberapa pilihan mulai sekitar Rp200.000–Rp399.000, sementara model dari merek tertentu dapat mencapai Rp500.000 atau bahkan lebih.

Jadi, pemula tidak harus membeli sepatu termahal. Prioritaskan ukuran yang pas, sol sesuai lapangan, kenyamanan, dan kemampuan sepatu menopang gerakan selama bermain.

Pandangan dari pelatih fisik badminton

Artikel resmi Babolat mengenai pemanasan badminton menghadirkan mantan peringkat dua dunia Hongyan Pi bersama physical coach Julie Cukierman. Keduanya menekankan pentingnya pemanasan sebelum latihan maupun pertandingan untuk membantu persiapan tubuh dan permainan.

Sementara itu, panduan badminton Special Olympics merekomendasikan pemanasan dinamis yang spesifik terhadap olahraga, termasuk gerakan seperti shuffle, lunge, membungkuk, serta perubahan arah. Panduan tersebut menyarankan pemanasan komprehensif dan spesifik olahraga setidaknya 15 menit sebelum latihan atau pertandingan.

Pesannya sederhana: perlengkapan bagus tidak banyak membantu kalau tubuh langsung dipaksa bermain ketika belum siap.

Baca Juga: Rak Gantung Tanpa Paku dari Papan 15 Cm, Begini Cara Membuatnya Lebih Stabil

Pakaian dan Perlengkapan Kecil yang Sering Terlupakan

Pakaian badminton tidak harus menggunakan jersey profesional. Yang terpenting adalah pakaian memberikan ruang gerak cukup, nyaman menyerap keringat, dan tidak menghambat gerakan tangan maupun kaki.

Celana olahraga, kaus ringan, kaus kaki olahraga, dan handuk kecil sudah cukup untuk sesi rekreasional. Pemain yang mudah berkeringat juga dapat membawa botol minum agar tidak perlu mencari air selama permainan.

Tas raket belum menjadi kebutuhan wajib pada tahap awal. Raket dapat dibawa menggunakan pelindung bawaan selama perjalanan dilakukan dengan aman dan tidak membuat senar atau rangka raket mudah terbentur.

Berikut gambaran kebutuhan dasar pemula:

Perlengkapan Kebutuhan Estimasi Harga Catatan
Raket badminton 1 buah Rp249.000–Rp379.000 Pilih yang nyaman digenggam
Shuttlecock 1 kemasan Rp114.000–Rp150.000 Harga bergantung merek dan tipe
Grip 1 buah Sekitar Rp10.000 Bisa diganti ketika mulai licin
Sepatu badminton 1 pasang Rp200.000–Rp399.000 Prioritaskan sol dan ukuran
Pakaian olahraga 1 set Sekitar Rp80.000–Rp160.000 Estimasi, tergantung merek
Botol minum 1 buah Sekitar Rp20.000–Rp60.000 Tidak wajib khusus badminton

Catatan: kisaran di atas merupakan estimasi berdasarkan contoh harga marketplace yang ditemukan pada Juni–Juli 2026, bukan harga tetap. Harga dapat berbeda menurut merek, toko, promo, wilayah, dan waktu pembelian.

Dengan kebutuhan utama berupa raket, shuttlecock, grip, dan sepatu, pemula dapat memperkirakan anggaran awal sekitar Rp573.000–Rp938.000, sebelum biaya lapangan dan transportasi. Jika sudah memiliki sepatu olahraga yang benar-benar sesuai lapangan, biaya awal tentu dapat lebih rendah.

Bagaimana Memulai Badminton Tanpa Membuat Tubuh Kaget?

Kesalahan pemula biasanya bukan karena kurang semangat, tetapi justru terlalu bersemangat pada sesi pertama. Bermain lama setelah lama tidak berolahraga dapat membuat tubuh menerima beban yang belum terbiasa.

Mulailah dengan pemanasan, latihan pukulan sederhana, kemudian reli ringan bersama pasangan. Setelah tubuh mulai terbiasa, durasi dan intensitas permainan dapat ditingkatkan secara bertahap.

WHO juga menekankan bahwa aktivitas fisik dalam jumlah tertentu lebih baik daripada tidak aktif sama sekali. Untuk orang dewasa, target umum berada pada 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu.

Target tersebut tidak berarti seseorang harus langsung bermain badminton selama berjam-jam. Aktivitas fisik mingguan dapat berasal dari berbagai kegiatan, sementara badminton menjadi salah satu pilihan olahraga rekreasional.

Pemanasan 15 menit bisa dibuat sederhana

Pemanasan dapat dimulai dengan aktivitas ringan untuk meningkatkan suhu tubuh. Setelah itu, lakukan gerakan dinamis pada kaki, bahu, pinggul, dan bagian tubuh yang banyak digunakan ketika bermain.

Gerakan shuffle ringan dan lunge dapat membantu menyiapkan pola gerak yang memang digunakan dalam badminton. Special Olympics juga memasukkan gerakan perpindahan arah dan gerakan fundamental badminton sebagai bagian dari pemanasan spesifik olahraga.

Setelah pemanasan, lakukan pukulan ringan terlebih dahulu. Jangan langsung mengejar smash keras pada menit pertama permainan.

Kesalahan Pemula yang Sebaiknya Dihindari

1. Membeli raket berdasarkan harga

Raket mahal bukan jaminan pengalaman bermain lebih nyaman. Untuk pemula, kemampuan mengontrol raket dan kenyamanan pegangan justru lebih penting.

2. Menggunakan sepatu lari di lapangan

Sepatu lari dirancang dengan karakter gerak berbeda. Badminton membutuhkan perubahan arah cepat sehingga sepatu lapangan dengan sol yang sesuai menjadi pilihan yang lebih aman.

3. Langsung bermain tanpa pemanasan

Tubuh yang belum siap dapat lebih mudah mengalami masalah ketika langsung menerima gerakan cepat. Pemanasan dinamis sebaiknya menjadi bagian rutin sebelum permainan.

4. Memaksakan permainan terlalu lama

Hobi seharusnya bisa dipertahankan dalam jangka panjang. Jika tubuh mulai kelelahan, mengurangi intensitas atau berhenti sementara lebih masuk akal daripada memaksakan diri.

5. Mengabaikan kondisi lapangan

Lapangan yang licin, terdapat shuttlecock berserakan, atau memiliki permukaan yang kurang sesuai dapat meningkatkan risiko jatuh. Pastikan area permainan aman sebelum memulai.

Badminton Rekreasional Tidak Harus Selalu Kompetitif

Menjadikan badminton sebagai hobi berarti memberi ruang untuk menikmati aktivitas tanpa tekanan harus menang. Bermain ganda bersama teman bahkan dapat menjadi agenda sosial yang membuat olahraga terasa lebih menyenangkan.

Pemula juga bisa membuat target sederhana, misalnya bermain satu atau dua kali dalam seminggu. Target seperti ini lebih realistis dibandingkan langsung menetapkan latihan berat setiap hari.

Dalam jangka panjang, konsistensi lebih penting daripada membeli perlengkapan mahal. Raket sederhana yang nyaman dan sepatu yang tepat sudah cukup menjadi fondasi untuk membangun kebiasaan bermain.

WHO menyebut aktivitas fisik juga mencakup olahraga dan kegiatan rekreasi, sehingga olahraga tidak harus selalu berbentuk latihan formal.

Jangan buru-buru mengejar perlengkapan profesional

Ketika kemampuan bermain meningkat, kebutuhan perlengkapan memang bisa berubah. Pemain mungkin mulai mempertimbangkan raket berbeda, senar tertentu, sepatu dengan karakter khusus, atau perlengkapan tambahan.

Namun, tahap tersebut sebaiknya datang setelah pemain mengetahui gaya bermain dan kebutuhan pribadinya. Dengan begitu, pembelian berikutnya lebih berdasarkan pengalaman, bukan sekadar mengikuti tren.

Baca Juga: 2 Tugas Berat yang Dikerjakan Lebih Awal Bisa Membuat Hari Terasa Lebih Ringan

Poin Penting

Insight Redaksi

Badminton menarik bukan karena perlengkapannya mahal, tetapi karena hambatan memulainya relatif rendah. Di tengah rutinitas yang padat, olahraga rekreasional seperti ini memberi alasan sederhana untuk bergerak sekaligus bertemu teman. Jangan gengsi mulai dari raket sederhana; yang penting badan bergerak dan hobinya jalan.

Kalau baru mulai, cari teman main yang santai dulu. Jangan langsung pilih lawan yang bikin ngos-ngosan dari pemanasan pertama.

Bagikan artikel ini ke teman yang sudah lama bilang mau olahraga tetapi belum juga mulai bermain badminton.

FAQ

1. Berapa biaya awal untuk mulai hobi badminton?

Estimasi perlengkapan dasar sekitar Rp573.000–Rp938.000, tergantung pilihan raket, shuttlecock, sepatu, grip, dan pakaian.

2. Apakah pemula harus membeli raket mahal?

Tidak. Raket yang nyaman, mudah dikendalikan, dan sesuai kebutuhan rekreasional sudah cukup untuk tahap awal.

3. Apakah sepatu badminton wajib?

Sangat disarankan jika bermain rutin di lapangan. Sepatu khusus lapangan membantu mendukung gerakan menyamping dan perubahan arah.

4. Berapa lama sebaiknya bermain badminton?

Tidak ada durasi tunggal yang cocok untuk semua orang. Pemula sebaiknya memulai secara bertahap dan menyesuaikan intensitas dengan kondisi tubuh.

5. Apakah badminton bisa menjadi olahraga rutin?

Bisa. Badminton dapat menjadi salah satu aktivitas fisik mingguan dan dapat dikombinasikan dengan aktivitas fisik lainnya.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Redaksi BTV
badminton hobi olahraga olahraga rekreasional perlengkapan badminton bulu tangkis