Harga Pangan Nasional 28 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Naik 8,58% Tertinggi

Arya Kusuma • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:33 WIB
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan harga harian paling tinggi.
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan harga harian paling tinggi.

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Harga pangan nasional Jumat 28 Agustus 2026 bergerak beragam, dengan cabai rawit merah mencatat kenaikan harian tertinggi hingga 8,58 persen.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Harga pangan nasional pada Jumat, 28 Agustus 2026, di pasar tradisional bergerak beragam, dengan cabai rawit merah mencatat kenaikan tertinggi.

Lonjakan cabai mulai terasa dalam daftar harga harian. Apa dampaknya bagi belanja rumah tangga dan komoditas pangan lainnya hari ini?

Baca Juga: BLU Energi Dikaji, Pasokan Batu Bara dan Gas Pembangkit Jadi Sorotan

Cabai Rawit Merah Jadi Kenaikan Paling Menonjol

Cabai menjadi kelompok dengan kenaikan harga paling kuat dalam perdagangan pangan nasional hari ini.

Cabai merah besar naik 2,74 persen menjadi Rp50.600 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting mencapai Rp53.500.

Cabai rawit hijau naik 4,91 persen menjadi Rp59.850 per kilogram. Kenaikan tertinggi dicatat cabai rawit merah, mencapai 8,58 persen.

Angka tersebut membawa harga cabai rawit merah menjadi Rp75.950 per kilogram. Pergerakannya paling mencolok dibandingkan komoditas lain dalam daftar harian.

Komoditas Perubahan Harga
Bawang merah ukuran sedang Turun 1,03% Rp38.450/kg
Bawang putih ukuran sedang Turun 0,50% Rp39.950/kg
Beras kualitas bawah I Naik 0,34% Rp14.850/kg
Beras kualitas bawah II Tidak berubah Rp14.650/kg
Beras kualitas medium I Tidak berubah Rp16.500/kg
Beras kualitas medium II Tidak berubah Rp16.300/kg
Beras kualitas super I Naik 0,56% Rp17.850/kg
Beras kualitas super II Naik 0,29% Rp17.300/kg
Cabai merah besar Naik 2,74% Rp50.600/kg
Cabai merah keriting Naik 4,29% Rp53.500/kg
Cabai rawit hijau Naik 4,91% Rp59.850/kg
Cabai rawit merah Naik 8,58% Rp75.950/kg
Daging ayam ras segar Naik 1,19% Rp42.500/kg
Daging sapi kualitas I Naik 0,23% Rp151.800/kg
Daging sapi kualitas II Naik 0,07% Rp142.600/kg
Telur ayam ras segar Naik 0,85% Rp29.500/kg
Gula pasir premium Turun 0,25% Rp20.300/kg
Gula pasir lokal Naik 0,26% Rp19.050/kg
Minyak goreng curah Naik 0,49% Rp20.550/kg
Minyak kemasan bermerek I Turun 0,21% Rp24.250/kg
Minyak kemasan bermerek II Tidak berubah Rp23.500/kg

Beras Bergerak Campuran, Sebagian Harga Belum Berubah

Kelompok beras menunjukkan pergerakan yang tidak seragam sepanjang perdagangan pangan nasional Jumat.

Beras kualitas bawah I naik 0,34 persen menjadi Rp14.850 per kilogram, sementara kualitas bawah II berada Rp14.650.

Beras medium I tercatat Rp16.500 per kilogram dan medium II Rp16.300 per kilogram tanpa perubahan harian.

Pada segmen premium, beras super I naik 0,56 persen menjadi Rp17.850. Beras super II juga naik 0,29 persen menjadi Rp17.300.

Daging dan Telur Ikut Mengalami Kenaikan

Kenaikan harga juga muncul pada kelompok protein hewani yang umum masuk kebutuhan belanja rumah tangga.

Daging ayam ras segar naik 1,19 persen menjadi Rp42.500 per kilogram. Telur ayam ras segar juga naik 0,85 persen menjadi Rp29.500.

Daging sapi kualitas I bergerak naik 0,23 persen hingga Rp151.800 per kilogram. Kualitas II naik tipis 0,07 persen menjadi Rp142.600.

Pergerakan ini menunjukkan kenaikan tidak hanya terjadi pada komoditas hortikultura. Namun, besarnya perubahan berbeda pada setiap kelompok pangan.

Baca Juga: Desil 9-10 dan BBM Subsidi: Mengapa Data Kesejahteraan Kini Bisa Diperdebatkan?

Gula dan Minyak Goreng Masih Bergerak Berlawanan

Kelompok gula memperlihatkan perbedaan arah antara produk premium dan lokal pada perdagangan hari ini.

Gula pasir kualitas premium turun 0,25 persen menjadi Rp20.300 per kilogram. Gula pasir lokal justru naik 0,26 persen menjadi Rp19.050.

Minyak goreng curah naik 0,49 persen menjadi Rp20.550 per kilogram. Minyak kemasan bermerek I turun 0,21 persen menjadi Rp24.250.

Sementara minyak goreng kemasan bermerek II berada Rp23.500 per kilogram tanpa perubahan. Pola ini menunjukkan pergerakan harga tidak seragam antarproduk.

Bank Indonesia menjelaskan PIHPS Nasional menghimpun dan menyebarluaskan harga komoditas pangan strategis, termasuk beras, telur, daging, cabai, bawang, minyak goreng, dan gula.

Kenaikan Harian Belum Berarti Inflasi Pangan Melonjak

Secara jumlah, komoditas yang mengalami kenaikan cukup dominan dalam daftar hari ini, terutama pada kelompok cabai dan protein hewani.

Namun, perubahan harga satu hari tidak cukup untuk menyimpulkan tekanan inflasi pangan secara keseluruhan. Data harian perlu dibaca bersama periode, cakupan, serta pergerakan harga berikutnya.

Bank Indonesia mencatat inflasi volatile food Juli 2026 sebesar 2,52 persen secara tahunan, dengan perkembangan dipengaruhi panen hortikultura seperti cabai dan bawang merah.

Artinya, lonjakan harian cabai pada 28 Agustus perlu dipantau sebagai dinamika harga, bukan langsung dianggap sebagai perubahan tren inflasi nasional.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kenaikan cabai menjadi sinyal yang patut dipantau, tetapi data harian belum cukup untuk menyimpulkan tekanan inflasi baru. Bagi pembaca Balikpapan, angka nasional berguna sebagai pembanding, bukan patokan harga pasar lokal. Jadi, jangan buru-buru panik. Pantau pergerakan beberapa hari agar keputusan belanja terukur, sebab pasar lokal dapat bergerak dengan pola berbeda sendiri.

Cek dulu pang, harga di pasar sekitar sebelum belanja, terutama jika kebutuhan cabai sedang tinggi hari ini.

Kalau info harga pangan ini berguna, bagikan ke bubuhan ikam supaya mereka punya gambaran sebelum belanja kebutuhan dapur.

Mau selalu update info harga dan kabar ekonomi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari? Ikuti Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Komoditas apa yang mengalami kenaikan tertinggi?

Cabai rawit merah dengan kenaikan 8,58 persen menjadi Rp75.950 per kilogram.

2. Apakah semua harga pangan mengalami kenaikan?

Tidak. Bawang merah, bawang putih, gula premium, dan minyak kemasan bermerek I mengalami penurunan.

3. Apakah harga pangan nasional sama dengan harga di Balikpapan?

Tidak selalu. Data nasional menjadi indikator pembanding, sedangkan harga Balikpapan dapat berbeda berdasarkan kondisi pasar setempat.

4. Apakah kenaikan cabai langsung berarti inflasi pangan meningkat?

Belum tentu. Perubahan harian perlu dibandingkan dengan periode dan data harga berikutnya.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia mengenai harga pangan nasional di pasar tradisional. PIHPS merupakan sistem informasi yang dikelola Bank Indonesia untuk menghimpun dan mendiseminasikan harga pangan strategis.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
PIHPS Cabai Rawit Merah Pangan Nasional harga pangan