Hadapi Era AI, Wali Kota Bontang Minta Pelajar Kuasai Bahasa Asing

Riafandi • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:34 WIB
Pelajar Bontang didorong menguasai AI, bahasa asing, literasi, numerasi, serta memperkuat agama dan karakter. (IST)
Pelajar Bontang didorong menguasai AI, bahasa asing, literasi, numerasi, serta memperkuat agama dan karakter. (IST)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Pelajar Bontang didorong menguasai AI, bahasa asing, literasi, dan numerasi, tanpa meninggalkan agama serta penguatan karakter.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuat dunia pendidikan menghadapi perubahan yang semakin cepat.Di tengah kondisi tersebut, pelajar di Bontang didorong tidak sekadar menjadi pengguna teknologi. Mereka juga perlu memperkuat kemampuan dasar, menguasai bahasa asing, serta memiliki karakter yang kuat agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menghadiri Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bontang di Aula Gedung Dispopar, Sabtu (12/9).

AI Jadi Tantangan Baru Generasi Muda

Kemajuan AI membuka banyak peluang bagi pelajar. Namun, perkembangan tersebut juga membawa tantangan baru.

Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan memahami informasi dan mengembangkan kapasitas diri.

Neni mendorong pelajar mempersiapkan diri sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu terus belajar dan memperluas wawasan agar tidak tertinggal ketika perubahan teknologi berlangsung semakin cepat.

“Jangan berkecil hati dengan keadaan. Terus belajar, persiapkan diri sejak dini, kuasai bahasa, kuatkan agama, manfaatkan kesempatan beasiswa, dan terus berjuang,” kata Neni.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa penguasaan teknologi bukan satu-satunya bekal yang dibutuhkan pelajar.

Baca Juga: Sejumlah Pembangkit Terganggu, Puluhan Kawasan Bontang Berpotensi Padam

Bahasa Asing dan Kemampuan Dasar Ikut Diperkuat

Selain teknologi, kemampuan literasi dan numerasi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan yang semakin terbuka.

Penguasaan bahasa asing dinilai dapat memperluas kesempatan pelajar, baik dalam melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan kemampuan di masa depan.

Dengan kemampuan tersebut, pelajar memiliki bekal lebih luas untuk mengakses informasi dan menghadapi lingkungan yang semakin terhubung secara global.

Di sisi lain, kemampuan teknologi dan bahasa tetap perlu berjalan beriringan dengan pendidikan karakter serta penguatan agama.

Organisasi Pelajar Jadi Ruang Pembentukan Karakter

Milad ke-65 IPM Bontang juga menjadi momentum untuk melihat peran organisasi kepelajaran dalam membentuk generasi muda.

Neni menilai organisasi seperti IPM memiliki peran strategis dalam membangun karakter sekaligus melatih kemampuan berorganisasi.

Pengalaman berorganisasi dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, dan mengembangkan kemampuan menghadapi berbagai situasi.

Hal tersebut menjadi semakin relevan ketika pelajar harus menghadapi perubahan dunia pendidikan dan persaingan yang semakin terbuka.

Perlindungan Pelajar Juga Jadi Perhatian

Penguatan kapasitas pelajar tidak berhenti pada pendidikan dan kemampuan teknologi.

Pemkot Bontang juga mendorong terbentuknya ekosistem perlindungan yang melibatkan pemerintah, sekolah, organisasi Muhammadiyah, serta keluarga.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang pelajar.

Beberapa di antaranya adalah perundungan atau bullying, kekerasan fisik maupun seksual, serta penggunaan media sosial secara berlebihan yang berpotensi menimbulkan kecanduan.

Artinya, semakin besar tuntutan agar pelajar mampu beradaptasi dengan teknologi, semakin penting pula lingkungan yang aman dan mendukung mereka.

Baca Juga: Bukan Cuma Bantu Orang Tua, Program Sekolah Gratis Libatkan 62 Penjahit Bontang

IPM Jalankan Sekitar 50 Program Strategis

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bontang Indra Wijaya mengatakan, sinergi dengan pemerintah turut mendorong IPM menjalankan sekitar 50 program strategis.

Dari jumlah tersebut, 20 program di antaranya merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.

Kiprah IPM dalam pembinaan generasi muda juga mendapat apresiasi setelah organisasi tersebut meraih penghargaan sebagai Organisasi Kepemudaan (OKP) Terfavorit pada 2025.

Pemkot Bontang memastikan ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan akan terus diperluas.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi pelajar dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus membentuk generasi yang memiliki karakter dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Poin Penting

Insight Redaksi

AI membuat akses terhadap teknologi semakin mudah, tetapi kemudahan tersebut tidak otomatis membuat seseorang siap menghadapi masa depan.

Pelajar tetap membutuhkan kemampuan dasar untuk memahami informasi, kemampuan bahasa untuk memperluas akses, serta karakter untuk menentukan bagaimana teknologi digunakan.

Karena itu, tantangannya bukan sekadar membuat pelajar melek AI. Yang lebih penting adalah membentuk generasi yang mampu menggunakan teknologi secara tepat, tetap memiliki nilai dan karakter, serta terlindungi dari dampak sosial yang menyertainya.

Ruang kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan organisasi kepemudaan menjadi penting agar kemampuan tersebut tumbuh secara seimbang.

Bagikan informasi ini ke bubuhan pelajar dan keluarga agar makin siap menghadapi perkembangan AI tanpa melupakan karakter dan nilai kehidupan.

Ikuti info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa pelajar Bontang didorong menguasai AI?

Karena perkembangan AI membawa perubahan dan tantangan baru bagi generasi muda sehingga pelajar perlu mempersiapkan diri sejak dini.

2. Kemampuan apa saja yang perlu diperkuat pelajar?

Selain kemampuan memanfaatkan teknologi, pelajar didorong memperkuat literasi, numerasi, bahasa asing, agama, dan karakter.

3. Mengapa bahasa asing dianggap penting?

Penguasaan bahasa asing dapat membuka peluang lebih luas bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan diri di tengah persaingan global.

4. Apa peran IPM bagi pelajar?

IPM dinilai menjadi ruang untuk membentuk karakter sekaligus melatih kemampuan berorganisasi.

5. Apa saja persoalan sosial yang menjadi perhatian?

Pemkot Bontang mendorong pencegahan bullying, kekerasan fisik maupun seksual, serta penggunaan media sosial secara berlebihan.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Kaltim Post" Berjudul"Wali Kota Bontang Minta Pelajar Kuasai Bahasa Asing dan AI, Ini Alasannya",oleh penulis Adhiel kundhara. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Kaltim Post
pelajar Bontang IPM ai pendidikan