Mengurai Paradoks Daerah Penyangga yang Tercekik di Bawah Bayang-Bayang IKN

Durasi baca: 7 menit
Ikhtisar: Penajam Paser Utara (PPU) berada di posisi yang paradoks. Daerah ini menjadi gerbang dan wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi masyarakat lokal justru menghadapi tekanan fiskal, krisis ekologi, gangguan listrik, kelangkaan BBM bersubsidi, hingga persoalan data bantuan sosial. Bagi penulis, pembangunan IKN tidak boleh membuat masyarakat Benuo Taka menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.
Oleh: Bahrul M
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Penajam Paser Utara
Balikpapantv.id-Hai Ces! Di tengah gemerlap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), ada wajah lain yang tak boleh luput dari perhatian: Penajam Paser Utara (PPU), daerah yang menjadi penyangga langsung kawasan ibu kota baru.
Di satu sisi, PPU berada di jantung perubahan besar. Namun di sisi lain, masyarakat masih berhadapan dengan persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari—ruang fiskal yang semakin sempit, ancaman krisis air dan kebakaran hutan, gangguan listrik, kelangkaan BBM bersubsidi, hingga persoalan data bantuan sosial.
Paradoks inilah yang perlu dibicarakan. Sebab, menjadi daerah penyangga IKN semestinya bukan berarti sekadar menjadi penonton dari pembangunan besar yang berlangsung di sekitarnya.
Ironi Besar Sedang Berlangsung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini tengah menjadi panggung dari sebuah ironi pembangunan yang luar biasa megah sekaligus menyakitkan. Di satu sisi, bumi Benuo Taka dielu-elukan sebagai gerbang Nusantara, bahkan secara global disebut sebagai serambi utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek-proyek infrastruktur raksasa bernilai ratusan triliun rupiah bergerak begitu masif di sebagian wilayahnya.
Namun, di sisi yang sangat kontras, masyarakat lokal justru menghadapi berbagai tekanan ekonomi, sosial, lingkungan, hingga krisis energi yang kian hari kian mencekik urat nadi kehidupan mereka.
PPU sedang mengalami paradoks pertumbuhan ekonomi makro semu. Kemegahan ibu kota baru tidak serta-merta menjelma menjadi kesejahteraan yang merata.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




