Pengadaan Komponen Eskalator Lamban, Wawali Bontang Minta Segera Dituntaskan

Riafandi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 09:10 WIB
Lambannya pengadaan komponen eskalator pasar di Bontang mendapat sorotan Wakil Wali Kota. Pemkot Bontang kemudian melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti proses pengadaan dan pemeliharaan fasilitas publik, termasuk kewajiban pembayaran sekitar Rp100 juta. (BTV/AI)
Lambannya pengadaan komponen eskalator pasar di Bontang mendapat sorotan Wakil Wali Kota. Pemkot Bontang kemudian melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti proses pengadaan dan pemeliharaan fasilitas publik, termasuk kewajiban pembayaran sekitar Rp100 juta. (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Wakil Wali Kota Bontang menyoroti lambannya penyelesaian pengadaan komponen eskalator. Persoalan tersebut berkaitan dengan kewajiban pembayaran sekitar Rp100 juta yang menjadi tanggungan Pemkot Bontang. Pemerintah daerah kemudian melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti persoalan pengadaan dan pemeliharaan eskalator pasar.]

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Persoalan pengadaan komponen eskalator di Kota Bontang mendapat perhatian dari Wakil Wali Kota Bontang. Lambannya proses pengadaan disebut berdampak pada munculnya kewajiban pembayaran yang harus diselesaikan pemerintah daerah.

Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan pengadaan sebuah komponen, tetapi juga menyangkut kelancaran pemeliharaan fasilitas publik. Pemerintah Kota Bontang diketahui menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti penyelesaian pengadaan barang dan jasa terkait pemeliharaan eskalator pasar pada Senin, 24 Agustus 2026. Rapat tersebut diselenggarakan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Bontang.

Pengadaan Komponen Jadi Sorotan

Sorotan Wakil Wali Kota Bontang muncul karena proses pengadaan komponen eskalator dinilai berjalan lamban.

Komponen tersebut diperlukan dalam rangka pemeliharaan eskalator yang menjadi bagian dari fasilitas pasar. Ketika proses pengadaan tidak berjalan sesuai kebutuhan, persoalan teknis pada fasilitas publik dapat berimbas pada pelayanan kepada masyarakat.

Dalam konteks pemerintahan daerah, pengadaan barang dan jasa juga harus mengikuti mekanisme yang berlaku. Pemkot Bontang sendiri memiliki Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa atau UKPBJ yang berfungsi sebagai pusat keunggulan pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah.

Muncul Kewajiban Sekitar Rp100 Juta

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah munculnya kewajiban pembayaran sekitar Rp100 juta.

Nilai tersebut menjadi persoalan karena berkaitan dengan komponen eskalator yang proses pengadaannya belum terselesaikan secara cepat. Akibatnya, pemerintah kota harus menindaklanjuti persoalan tersebut agar kewajiban yang muncul dapat diselesaikan secara tepat.

Persoalan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa proses pengadaan bukan hanya soal mendapatkan barang, tetapi juga memastikan seluruh tahapan administrasi dan pembayaran dapat berjalan sesuai ketentuan.

Pemkot Gelar Rapat Koordinasi

Tindak lanjut terhadap persoalan tersebut terlihat dari agenda rapat koordinasi yang digelar Pemkot Bontang.

Berdasarkan agenda resmi Pemerintah Kota Bontang, rapat bertajuk “Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Penyelesaian Pengadaan Barang dan Jasa atas Pemeliharaan Eskalator Pasar” berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026.

Rapat digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Bontang, Kantor Wali Kota Bontang lantai 2. Agenda tersebut diselenggarakan oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Bontang.

Langkah koordinasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pengadaan eskalator sedang ditindaklanjuti pemerintah daerah, khususnya untuk menyelesaikan aspek pengadaan barang dan jasa yang berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas tersebut.

Bukan Sekadar Persoalan Teknis Eskalator

Jika dilihat lebih luas, persoalan eskalator menjadi bagian dari tantangan tata kelola fasilitas publik.

Eskalator yang berada di fasilitas pasar membutuhkan pemeliharaan agar dapat digunakan dengan baik. Ketika terdapat kerusakan komponen, proses perbaikannya tidak hanya bergantung pada teknisi, tetapi juga ketersediaan suku cadang dan proses pengadaan.

Karena itu, kecepatan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah menjadi penting. Semakin lama proses penyelesaian, semakin lama pula fasilitas berpotensi tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Tata Kelola Pengadaan Perlu Diperhatikan

Pemkot Bontang memiliki struktur khusus yang menangani pengadaan barang dan jasa. UKPBJ menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengadaan pemerintah daerah berjalan sesuai aturan.

Di sisi lain, Pemkot Bontang juga menerapkan sistem dan prosedur keterbukaan informasi dalam pengadaan. Pemerintah daerah mencatat bahwa proses pengadaan barang dan jasa memiliki tahapan serta dokumen tertentu yang pengungkapannya mengikuti ketentuan yang berlaku.

Hal ini membuat penyelesaian persoalan eskalator perlu dilihat bukan hanya dari sisi kecepatan, tetapi juga dari aspek administrasi, kepatuhan prosedur, dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran daerah.

Baca Juga: Pemkot Bontang Naikkan Insentif Guru Jadi Rp 1,5 Juta Per Bulan Mulai Tahun Depan

Pengelolaan Keuangan Jadi Bagian Penting

Pemkot Bontang sebelumnya juga menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Dalam pembahasan pertanggungjawaban APBD 2025, pemerintah menyebut sejumlah persoalan teknis anggaran perlu diselesaikan melalui transparansi pengadaan, efisiensi anggaran, serta penyesuaian terhadap regulasi.

Konteks tersebut menjadi relevan ketika pemerintah harus menyelesaikan kewajiban pembayaran terkait pengadaan komponen fasilitas publik.

Setiap kewajiban pemerintah daerah pada akhirnya perlu memiliki dasar administrasi dan anggaran yang jelas sehingga penyelesaiannya tidak menimbulkan persoalan baru.

Eskalator dan Pelayanan Publik

Bagi masyarakat, persoalan utama tentu bukan sekadar proses administrasi pengadaan. Yang lebih dirasakan adalah apakah fasilitas publik dapat kembali digunakan secara normal.

Karena itu, penyelesaian pengadaan komponen menjadi penting untuk memastikan pemeliharaan eskalator dapat dituntaskan.

Pemerintah juga perlu memastikan proses serupa tidak berulang. Perencanaan kebutuhan suku cadang, pemeliharaan berkala, serta koordinasi antarbagian dapat membantu mengurangi risiko fasilitas publik mengalami gangguan dalam waktu lama.

Poin Penting

Insight Redaksi

Persoalan eskalator ini menunjukkan bahwa fasilitas publik membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan atau pengadaan awal. Pemeliharaan dan kesiapan suku cadang juga menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.

Lambannya pengadaan komponen dapat menimbulkan efek berantai, mulai dari terganggunya fungsi fasilitas hingga munculnya kewajiban pembayaran yang harus diselesaikan pemerintah.

Karena itu, evaluasi terhadap proses pengadaan perlu menjadi perhatian. Bukan hanya bagaimana barang bisa dibeli, tetapi bagaimana kebutuhan dapat dipetakan sejak awal, prosesnya berjalan tepat waktu, dan kewajiban pembayaran dapat diselesaikan sesuai aturan.

FAQ

1. Apa yang menjadi sorotan Wawali Bontang?

Wakil Wali Kota Bontang menyoroti lambannya proses pengadaan komponen yang dibutuhkan untuk pemeliharaan eskalator pasar.

2. Berapa nilai kewajiban yang menjadi persoalan?

Nilai kewajiban yang disorot dalam pemberitaan tersebut sekitar Rp100 juta.

3. Untuk apa komponen tersebut dibutuhkan?

Komponen tersebut berkaitan dengan kebutuhan pemeliharaan eskalator yang menjadi fasilitas di pasar.

4. Apakah Pemkot Bontang sudah menindaklanjuti persoalan ini?

Ya. Pemkot Bontang menggelar rapat koordinasi pada 24 Agustus 2026 untuk membahas tindak lanjut penyelesaian pengadaan barang dan jasa atas pemeliharaan eskalator pasar.

5. Siapa yang menangani proses pengadaan barang dan jasa di Pemkot Bontang?

Pemkot Bontang memiliki UKPBJ atau Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa sebagai unit yang menangani fungsi pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Wawali Bontang Soroti Lambannya Dinas, Pembelian Komponen Eskalator Rp100 Juta Jadi Utang Pemkot",oleh penulis Adhiel kundhara. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id..

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Kaltim Post
Wawali Bontang Eskalator Pengadaan Barang dan Jasa agus haris pemkot bontang