Berau Mulai Siapkan Ekonomi Pasca-Tambang, Pariwisata dan UMKM Jadi Andalan

Riafandi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 12:44 WIB
Berau memperkuat pariwisata dan sektor ekonomi nonpertambangan untuk mendukung transisi ekonomi berkelanjutan (BTV/AI) (BERAU POST)
Berau memperkuat pariwisata dan sektor ekonomi nonpertambangan untuk mendukung transisi ekonomi berkelanjutan (BTV/AI) (BERAU POST)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Berau memperkuat pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, pertanian, perkebunan dan perikanan sebagai bagian dari transisi ekonomi berkelanjutan.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Kabupaten Berau terus mengembangkan sektor-sektor ekonomi di luar industri pertambangan.Pariwisata menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian, tetapi pengembangannya tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah juga mengarahkan pertumbuhan ekonomi melalui ekonomi kreatif, UMKM, pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Arah tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya menyiapkan transisi ekonomi menuju sektor yang dinilai lebih berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Dalam konteks nasional, Perpres Nomor 12 Tahun 2025 mengatur RPJMN 2025–2029 dan menjadi salah satu landasan perencanaan pembangunan periode tersebut.

Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan pengembangan sejumlah sektor tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan daerah.

Kutipan Komentar: “Berau didorong untuk fokus pada sektor pariwisata, ekraf dan UMKM yang diiringi pengembangan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan,” ujarnya.

Pariwisata Tidak Hanya Soal Destinasi

Pengembangan pariwisata Berau tidak hanya diarahkan pada penguatan destinasi.

Produk budaya dan ekonomi kreatif juga mulai ditempatkan sebagai bagian dari rantai ekonomi pariwisata.

Salah satu contohnya adalah Batik Derawan Maratua yang diluncurkan pada Juli 2026 di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.

Peluncuran tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Ikatan Pecinta Batik Nusantara, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Danantara, dan LPDP.

Kutipan Komentar: “Alhamdulillah, peluncuran Batik Derawan Maratua mendapatkan respons sangat baik dari para pemerhati budaya,” katanya.

Langkah ini menunjukkan bahwa potensi wisata tidak hanya dapat dikembangkan melalui kunjungan ke destinasi, tetapi juga melalui produk lokal yang membawa identitas daerah.

Baca Juga: Jembatan dan Dermaga Dikebut, Pemkab Berau Perkuat Konektivitas Pedalaman-Pesisir

UMKM Ikut Masuk dalam Rantai Pariwisata

Ketika sektor pariwisata berkembang, peluang ekonomi juga dapat muncul pada sektor pendukung.

UMKM dapat mengambil bagian melalui produk makanan, kerajinan, cenderamata, fesyen, hingga produk berbasis budaya lokal.

Berau sendiri terus mendorong pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan perkembangan sektor pariwisata dan meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Dalam konteks tersebut, pengembangan ekonomi kreatif menjadi penghubung antara kekayaan budaya dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Produk khas daerah yang dipasarkan kepada wisatawan maupun melalui pameran dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pasar.

Produk Lokal Mulai Dibawa ke Pasar Lebih Luas

Sri menyebut produk khas Berau juga mendapat respons positif dalam berbagai pameran wastra dan kriya Nusantara.

Produk tersebut bahkan disebut diminati pembeli dari dalam maupun luar negeri.

Menurut pemerintah daerah, respons tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kekayaan alam dan budaya Berau sebagai bagian dari ekonomi daerah.

Kutipan Komentar: “Ini menjadi pemacu semangat kita untuk bertransisi dari industri pertambangan ke pemajuan sektor-sektor potensial berkelanjutan,” pungkasnya.

Transisi Ekonomi Butuh Banyak Sektor

Transisi ekonomi tidak hanya bergantung pada satu sektor pengganti pertambangan.

Pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM memiliki karakter serta rantai usaha yang berbeda.

Karena itu, pengembangannya dapat berjalan secara beriringan.

Untuk pariwisata, misalnya, peningkatan kunjungan dapat berkaitan dengan kebutuhan akomodasi, transportasi, makanan, cenderamata, jasa wisata, hingga produk ekonomi kreatif.

Sementara sektor pertanian, perkebunan dan perikanan dapat menjadi basis produk lokal yang masuk ke pasar wisata maupun pasar umum.

Penghargaan Jadi Pemacu Pengembangan

Pada awal 2026, Berau juga meraih Arindama di bidang Kelautan dan Perikanan serta Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Penghargaan tersebut disebut menjadi pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana potensi tersebut diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Penguatan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting. Berau sebelumnya menyoroti bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan kemampuan pengelola dan pelaku wisata, bukan hanya promosi destinasi.

Baca Juga: BBM Subsidi Diawasi Ketat, Delapan SPBU Berau Dijaga Dishub dan Satpol PP

Dari Potensi Menjadi Ekonomi Berkelanjutan

Berau memiliki modal berupa kekayaan alam, budaya, destinasi wisata, serta produk lokal.

Pekerjaan berikutnya adalah membangun ekosistem yang membuat berbagai potensi tersebut saling terhubung.

Pariwisata dapat membuka pasar bagi UMKM. Ekonomi kreatif dapat memperkuat identitas destinasi. Pertanian, perkebunan, dan perikanan dapat memasok kebutuhan sekaligus menghasilkan produk bernilai tambah.

Jika keterkaitan antarsektor tersebut semakin kuat, agenda transisi ekonomi tidak berhenti sebagai perubahan arah kebijakan, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Poin Penting

Insight Redaksi

Transisi ekonomi tidak cukup hanya dengan menentukan sektor baru. Tantangan utamanya adalah membangun rantai ekonomi yang saling terhubung.

Pariwisata bisa menjadi pintu masuk bagi UMKM dan ekonomi kreatif, sementara pertanian, perkebunan, serta perikanan dapat menjadi sumber produk lokal yang memperkuat aktivitas ekonomi.

Bagi Berau, pengembangan potensi tersebut juga perlu berjalan bersama peningkatan kualitas SDM, akses pasar, infrastruktur, serta keberlanjutan lingkungan agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.

Bagikan informasi ini ke bubuhan yang ingin tahu arah pengembangan ekonomi Berau ke depan.

Ikuti info terbaru seputar ekonomi, pariwisata, dan UMKM Berau hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa sektor yang sedang diperkuat Berau?

Berau memperkuat pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, pertanian, perkebunan, dan perikanan.

2. Mengapa Berau mengembangkan sektor selain pertambangan?

Pengembangan sektor tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyiapkan transisi ekonomi menuju sektor potensial yang lebih berkelanjutan.

3Apa hubungan pariwisata dengan UMKM?

Pertumbuhan pariwisata dapat membuka pasar bagi berbagai produk dan jasa UMKM, termasuk makanan, kerajinan, fesyen, dan cenderamata.

4. Apa itu Batik Derawan Maratua?

Batik Derawan Maratua merupakan salah satu produk budaya dan ekonomi kreatif Berau yang diluncurkan pada Juli 2026 di Jakarta.

5. Di mana Batik Derawan Maratua diluncurkan?

Produk tersebut diluncurkan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta.

6. Apakah pengembangan pariwisata hanya berfokus pada destinasi?

Tidak. Pemerintah daerah juga menyoroti produk budaya dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pengembangan pariwisata.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "BerauPost", dengan judul "Fokus Kembangkan Pariwisata dan UMKM, Kabupaten Berau Siapkan Transisi Ekonomi Berkelanjutan",oleh penulis Nurismi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : berau post\
Ekonomi Berkelanjutan berau umkm pariwisata