Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Galeri Arsip Balikpapan menghadirkan ruang belajar sejarah, dari Sumur Mathilda hingga perjalanan perkembangan kota.
Balikpapan TV - Hai Ces! Galeri Arsip Balikpapan resmi dibuka pada Kamis, 3 September 2026, sebagai ruang edukasi sejarah bagi masyarakat dan generasi muda.
Bukan cuma tempat menyimpan dokumen lama, galeri ini membuka kesempatan warga mengenal perjalanan Balikpapan dari dekat. Yuk, lihat apa saja yang membuat fasilitas ini penting, Ces!
Galeri Arsip Balikpapan Dibuka untuk Publik
Kehadiran Galeri Arsip menjadi langkah baru Pemerintah Kota Balikpapan dalam memperkenalkan sejarah daerah melalui arsip.
Fasilitas tersebut berada di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan. Masyarakat dapat mengunjunginya selama jam pelayanan.
Peresmian dilakukan Bunda Literasi Balikpapan Nurlena Rahmad Mas’ud pada Kamis, 3 September 2026.
Nurlena mengajak masyarakat tidak hanya membaca untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengenali perjalanan kota tempat mereka tinggal.
“Harus kita mulai dari sekarang, tularkan pengetahuan ini kepada anak dan cucu,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan arsip bukan sekadar benda lama, melainkan bagian dari pengetahuan yang perlu diteruskan lintas generasi.
Bagi pelajar dan komunitas, keberadaan galeri dapat menjadi ruang belajar tambahan untuk memahami sejarah Balikpapan secara lebih dekat.
Mengapa Sejarah Balikpapan Perlu Dikenalkan Lewat Arsip?
Sejarah Balikpapan memiliki hubungan kuat dengan perkembangan industri minyak yang kemudian membentuk karakter kota.
Pemerintah Kota Balikpapan mencatat pengeboran pertama Sumur Mathilda berlangsung pada 10 Februari 1897 di kaki Gunung Komendur. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Balikpapan melalui seminar sejarah pada 1984.
Peristiwa itu menjadi salah satu titik penting perjalanan Balikpapan hingga dikenal sebagai Kota Minyak.
Namun, sejarah kota tidak berhenti pada cerita pengeboran minyak. Perkembangan pemerintahan, tokoh daerah, masyarakat, bangunan bersejarah, hingga perubahan kota juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Di sinilah arsip mempunyai peran penting. Dokumen, foto, catatan, dan berbagai rekaman masa lalu dapat membantu masyarakat melihat perubahan kota secara lebih utuh.
Artinya sederhana: mengenal arsip berarti mengenal bagaimana sebuah kota tumbuh dari waktu ke waktu.
Baca Juga: BMKG Ungkap Mengapa Asap Karhutla Berau Tidak Sampai ke Balikpapan
Koleksi Galeri Masih Terus Dikembangkan
Kepala Disputakar Balikpapan Neny Dwi Winahyu menjelaskan koleksi yang ditampilkan saat ini merupakan arsip sekunder.
Dokumen primer atau bentuk fisik aslinya tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia. Sebagian koleksi galeri berasal dari Pemerintah Kota Balikpapan dan ANRI.
Untuk memperkaya materi, Disputakar juga menggandeng sejarawan lokal serta pengelola cagar budaya, termasuk Rumah Dahor.
Langkah tersebut membuat galeri tidak hanya mengandalkan satu jenis sumber dalam memperkenalkan sejarah Balikpapan.
Neny menyebut koleksi galeri juga akan terus diperbarui agar masyarakat memiliki alasan untuk kembali berkunjung.
“Galeri Arsip terbuka untuk umum selama jam pelayanan, yakni Senin sampai Jumat. Kami mempersilakan sekolah, komunitas, maupun warga yang ingin berkunjung,” kata Neny.
Rencana pembaruan koleksi dilakukan setiap satu hingga dua bulan sekali. Dengan pola tersebut, isi galeri berpeluang berkembang mengikuti arsip yang berhasil dihimpun.
Bagi sekolah, fasilitas ini juga dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran sejarah yang tidak hanya mengandalkan buku pelajaran.
Ada Upaya Menghadirkan Arsip Balikpapan dari Belanda
Salah satu perhatian penting dalam pengembangan galeri adalah keberadaan arsip sejarah Balikpapan yang masih tersimpan di Belanda.
Nurlena menyampaikan komitmen untuk berkoordinasi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia terkait upaya mendokumentasikan arsip tersebut.
Langkah ini penting karena rekaman sejarah suatu daerah dapat tersebar di berbagai tempat, termasuk lembaga arsip di luar Indonesia.
Jika dokumentasi tersebut dapat dihimpun atau diakses, masyarakat Balikpapan berpotensi memperoleh gambaran sejarah yang semakin lengkap.
Konteks sejarah awal Balikpapan sendiri berkaitan erat dengan Sumur Mathilda. Pemerintah Kota mencatat pengeboran pertama dilakukan pada 10 Februari 1897 dan menjadi tonggak yang kemudian digunakan sebagai dasar penetapan hari jadi kota.
Sumber sejarah kebudayaan juga mencatat pengeboran tersebut menemukan minyak pada kedalaman sekitar 220 meter dan menjadi awal perkembangan industri minyak di Balikpapan.
Jadi, ketika warga melihat arsip lama, yang dipelajari bukan sekadar foto atau dokumen. Ada cerita mengenai bagaimana Balikpapan terbentuk dan berkembang di baliknya.
Baca Juga: Koalisi Reset Kehutanan Tolak Revisi UU, Soroti Hak Masyarakat Adat di Kalimantan
Galeri Arsip Bisa Jadi Ruang Belajar Lintas Generasi
Keberadaan galeri membuat sejarah Balikpapan memiliki ruang yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Anak muda dapat melihat sejarah kotanya melalui materi visual dan arsip, sementara komunitas memiliki ruang untuk mengenalkan kembali cerita lokal.
Bagi keluarga, kunjungan ke galeri juga dapat menjadi kesempatan membicarakan sejarah kota bersama anak tanpa bergantung pada pembelajaran di ruang kelas.
Apalagi, sejarah Balikpapan tidak hanya berkaitan dengan industri minyak. Perjalanan masyarakat, tokoh, pemerintahan, kebudayaan, dan perubahan kawasan turut membentuk identitas kota.
Karena itu, pengembangan koleksi menjadi bagian penting agar cerita yang disampaikan tidak berhenti pada satu periode sejarah saja.
Galeri yang aktif memperbarui koleksi juga membuat arsip terasa sebagai pengetahuan yang terus berkembang.
Poin Penting:
- Galeri Arsip Balikpapan resmi dibuka pada 3 September 2026.
- Fasilitas ini menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat.
- Koleksi saat ini berupa arsip sekunder dari Pemkot Balikpapan dan ANRI.
- Disputakar menggandeng sejarawan lokal dan pengelola cagar budaya.
- Galeri terbuka untuk umum pada Senin hingga Jumat selama jam pelayanan.
- Koleksi ditargetkan diperbarui setiap satu hingga dua bulan.
- Pemerintah juga berupaya mendokumentasikan arsip Balikpapan yang masih berada di Belanda.
- Sumur Mathilda menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Balikpapan.
Insight Redaksi
Galeri Arsip bukan sekadar ruang memajang masa lalu. Bagi Balikpapan, arsip dapat menjadi cara menjaga identitas kota ketika pembangunan terus bergerak. Anak muda perlu melihat bahwa Kota Minyak punya cerita panjang sebelum wajah modernnya terbentuk. Jangan sampai sejarah cuma dikenal dari nama jalan atau cerita orang tua. Arsip membuat ingatan kota punya tempat.
Kalau ada waktu luang, ajak keluarga atau teman berkunjung supaya cerita Balikpapan tidak berhenti di buku.
Bagikan artikel ini ke teman atau keluarga yang ingin mengenal sejarah Balikpapan dari sisi yang lebih dekat dan nyata.
Ingin selalu update cerita Balikpapan, termasuk sejarah kota yang jarang dibahas? Ikuti terus Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan Galeri Arsip Balikpapan resmi dibuka?
Galeri Arsip Balikpapan resmi dibuka pada Kamis, 3 September 2026.
2. Siapa yang dapat mengunjungi Galeri Arsip Balikpapan?
Galeri terbuka untuk masyarakat umum, termasuk sekolah, komunitas, dan warga yang ingin mengenal sejarah Balikpapan.
3. Kapan masyarakat bisa berkunjung?
Galeri dapat dikunjungi selama jam pelayanan pada Senin sampai Jumat.
4. Apakah dokumen asli seluruhnya berada di galeri?
Tidak. Koleksi yang dipamerkan saat ini merupakan arsip sekunder, sementara sejumlah dokumen primer tersimpan di ANRI.
5. Apa sejarah penting yang berkaitan dengan Balikpapan?
Salah satu tonggak penting adalah pengeboran Sumur Mathilda pada 10 Februari 1897 yang menjadi dasar penetapan hari jadi Kota Balikpapan.
Sumber Informasi
Sumber informasi artikel ini berasal dari KALTIMPOST serta diperkuat informasi sejarah dari Pemerintah Kota Balikpapan dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur. Dengan penulis Dina Angelina, kemudian ditulis kembali dengan gaya khas Balikpapantv.id.