DPRD Samarinda Minta Void Tambang Kukar Jadi Penampung Air untuk Tekan Banjir

Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: DPRD Samarinda mendorong pemanfaatan void tambang Kukar sebagai tampungan air untuk mengurangi risiko banjir kiriman menuju kawasan perkotaan Samarinda.
Balikpapan TV - Hai Ces! DPRD Samarinda mendorong pemanfaatan void tambang di Kutai Kartanegara sebagai tampungan air untuk mengantisipasi banjir kiriman yang masuk ke Samarinda.
Usulan ini kembali menyoroti persoalan hulu dan hilir yang selama ini menjadi tantangan pengendalian banjir Kota Tepian. Sebab, air tidak mengenal batas wilayah.
Banjir Kiriman dari Hulu Membebani Samarinda
Bagi warga Samarinda, banjir tidak selalu datang dari hujan yang turun di dalam kota. Sebagian genangan juga berkaitan dengan aliran air dari kawasan hulu.
Dokumen Dinas PUPR Kota Samarinda mencatat banjir kiriman kerap berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara ketika hujan lebat melanda kawasan hulu Sungai Mahakam dan anak-anak sungainya.
Kondisi tersebut membuat penanganan banjir membutuhkan pendekatan lintas wilayah. Drainase kota tetap penting, tetapi kapasitasnya bisa terbebani ketika debit air dari hulu meningkat dalam waktu bersamaan.
Persoalan serupa pernah disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun. Ia menyebut sejumlah wilayah di Kukar yang lebih tinggi dapat mengirimkan limpasan air menuju Samarinda ketika hujan deras terjadi.
Karena itu, gagasan menahan air sebelum masuk kawasan perkotaan menjadi bagian penting dalam pembahasan pengendalian banjir.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




