Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ramadhan, Waktu Emas untuk Ibadah: Kenapa Nikmat Sehat dan Waktu Luang Perlu Dijaga di Bulan Penuh Berkah Ini

Nazwa Deriska Noviyanti • Jumat, 13 Maret 2026 | 13:53 WIB

seseorang yang sedang beribadah
seseorang yang sedang beribadah

Ikhtisar: Ramadhan menghadirkan kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Nikmat sehat dan waktu luang menjadi amanah penting yang perlu dimanfaatkan dengan syukur dan amal kebaikan.

Balikpapan TV - Hai Cess! Ramadhan datang membawa suasana ibadah yang terasa berbeda. Bulan ini dikenal sebagai bulan penuh keberkahan, waktu di mana umat Islam memperbanyak amal saleh dan memperbaiki kualitas hubungan dengan Allah Swt.

Banyak orang menunggu Ramadhan setiap tahun. Kenapa? Karena setiap detiknya dianggap sebagai kesempatan berharga untuk meningkatkan ibadah. Nah, penasaran kenapa bulan ini disebut momentum spiritual yang penting bagi umat Islam? Baca sampai tuntas Cess!.

Kenapa Ramadhan disebut bulan penuh keberkahan dalam Islam?

Ramadhan disebut sebagai bulan keberkahan karena menjadi waktu bagi umat Islam memperbanyak amal saleh. Setiap aktivitas ibadah memiliki nilai besar ketika dilakukan di bulan ini.

Allah Swt menjelaskan tujuan utama penciptaan manusia dalam Al-Qur’an:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya: “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”. (QS Adz-Dzariyat: 56).

Ayat tersebut menegaskan bahwa kehidupan manusia pada dasarnya diarahkan untuk ibadah kepada Allah Swt. Karena itu, Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperbaiki kualitas ibadah tersebut.

Nah, pahamlah ikam. Ramadhan pang memang waktu yang tepat untuk menata kembali tujuan hidup seorang muslim.

Baca Juga: 6 Model Rak Sepatu 2026 yang Bikin Ruang Minimalis Makin Stylish

Apa maksud nikmat sehat dan waktu luang dalam ajaran Islam?

Rasulullah Saw pernah mengingatkan umatnya tentang dua nikmat yang sering membuat manusia terlena. Nikmat tersebut adalah kesehatan dan waktu luang.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " ‌نِعْمَتَانِ ‌مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

Artinya: “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu karenanya yaitu sehat dan waktu luang.” (HR Bukhari).

Hadits ini menjadi pengingat agar manusia memanfaatkan dua nikmat tersebut dengan baik. Banyak orang memiliki kesehatan dan waktu luang, tetapi lupa menggunakannya untuk hal yang bernilai ibadah.

Nah, itu sudah. Nikmat besar kadang terasa biasa pang, padahal sangat berharga.

Bagaimana cara bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah?

Dalam Islam, syukur bukan hanya ucapan. Syukur berarti menggunakan nikmat yang diberikan Allah sesuai dengan tujuan penciptaannya.

Syekh Syamsuddin bin Ahmad Khatib As-Syarbini menjelaskan:

‌صَرْفُ ‌الْعَبْدِ جَمِيعَ مَا أَنْعَمَ اللَّهُ تَعَالَى بِهِ عَلَيْهِ مِنْ السَّمْعِ وَغَيْرِهِ إلَى مَا خُلِقَ لِأَجْلِهِ

Artinya: “Menggunakan semua nikmat yang diberikan oleh Allah baik pendengaran ataupun yang lainnya sesuai dengan tujuan penciptaannya”.

Artinya, setiap potensi yang dimiliki manusia dapat diarahkan untuk kebaikan. Pendengaran, penglihatan, tenaga, bahkan waktu luang.

Semua itu bisa menjadi ibadah jika digunakan dalam ketaatan kepada Allah Swt.

Apa janji Allah bagi manusia yang bersyukur?

Al-Qur’an memberikan penjelasan jelas tentang pentingnya syukur kepada Allah Swt. Allah bahkan memberikan janji khusus bagi manusia yang mampu mensyukuri nikmat-Nya.

Firman Allah:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS Ibrahim: 7).

Ibnu Asyur menjelaskan bahwa kufur nikmat berarti menggunakan karunia Allah untuk melakukan maksiat atau mengingkari-Nya.

Sebaliknya, syukur berarti memanfaatkan nikmat tersebut untuk ketaatan.

Kenapa kebaikan dunia perlu diarahkan untuk akhirat?

Dalam ajaran Islam, kehidupan dunia bukan tujuan akhir. Dunia menjadi tempat menyiapkan bekal untuk kehidupan setelahnya.

Allah Swt menjelaskan melalui doa yang sering dibaca umat Islam:

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Al-Baqarah: 201).

Syekh Nawawi Banten menjelaskan bahwa kebaikan dunia mencakup ilmu, ibadah, kesehatan, serta petunjuk untuk melakukan kebaikan.

Sedangkan kebaikan akhirat merujuk pada surga dan kenikmatannya.

Poin Penting

1. Ramadhan menjadi momentum memperbanyak amal saleh dan ibadah.
2. Tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah.
3. Nikmat sehat dan waktu luang sering membuat manusia terlena.
4. Syukur berarti menggunakan nikmat sesuai tujuan penciptaannya.
5. Kebaikan dunia seharusnya menjadi bekal menuju kebaikan akhirat.

Insight: Ramadhan sering dianggap hanya soal menahan lapar dan dahaga. Padahal pesan yang lebih dalam adalah memanfaatkan waktu dengan baik. Nikmat sehat dan waktu luang sering terlewat dalam rutinitas harian. Nah, di bulan ini keduanya terasa penting. Ibadah menjadi ruang untuk menata kembali prioritas hidup. Pahamlah ikam, waktu yang dipakai untuk kebaikan kadapapa pang, justru menjadi bekal yang bernilai.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami makna Ramadhan Cess!.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

Apa tujuan utama manusia menurut Al-Qur’an?
Tujuan utama manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah Swt sebagaimana dijelaskan dalam QS Adz-Dzariyat ayat 56.

Apa dua nikmat yang sering membuat manusia terlena?
Rasulullah Saw menyebut dua nikmat tersebut yaitu kesehatan dan waktu luang.

Bagaimana cara bersyukur menurut ajaran Islam?
Syukur dilakukan dengan menggunakan semua nikmat yang diberikan Allah untuk melakukan kebaikan dan ibadah kepada-Nya.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Kesehatan dalam Islam #ramadhan #Syukur kepada Allah #Waktu luang #Ibadah Islam