Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tarawih Jadi Ibadah Ikonik Ramadhan: Ada Keutamaan Besar di Baliknya, Pahamlah Ikam Kenapa Masjid Selalu Ramai

Nazwa Deriska Noviyanti • Kamis, 12 Maret 2026 | 14:29 WIB

Suasana umat Muslim melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di masjid saat bulan Ramadhan laki laki saja
Suasana umat Muslim melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di masjid saat bulan Ramadhan laki laki saja

Ikhtisar: Bulan Ramadhan menghadirkan semangat ibadah luar biasa bagi umat Islam. Salah satu yang paling ikonik adalah shalat Tarawih berjamaah yang diyakini memiliki keutamaan besar hingga dihitung sebagai qiyamul lail.

Balikpapan TV - Hai Cess! Ramadhan selalu menghadirkan suasana ibadah yang terasa hidup di berbagai tempat. Di Indonesia sendiri, umat Islam menjadi kelompok beragama terbesar, sehingga nuansa spiritual bulan suci ini terasa kuat di tengah masyarakat.

Saat Ramadhan tiba, semangat beribadah justru meningkat walau tubuh sedang menahan lapar dan haus sepanjang hari. Penasaran kenapa energi ibadah itu tetap menyala sampai malam? Simak terus sampai tuntas Cess!

Kenapa Semangat Ibadah Umat Islam Meningkat Saat Bulan Ramadhan?

Ramadhan dikenal sebagai bulan yang penuh keutamaan. Pada masa ini, umat Islam percaya pintu-pintu surga dibuka dan berbagai kesempatan ibadah menjadi sangat bernilai.

Menariknya, kondisi tubuh yang secara logika sedang lemah akibat puasa ternyata kada mengurangi semangat menjalankan ibadah. Justru kebalikannya. Banyak kegiatan keagamaan digelar hampir sepanjang hari.

Fenomena ini bisa dilihat jelas di pesantren. Sejak Subuh hingga malam hari, kegiatan pengajian kitab kuning berlangsung terus. Mulai dari kitab tipis hingga kitab tebal yang membutuhkan waktu panjang untuk dipelajari.

Nah, di tengah kesibukan ibadah itu, satu kegiatan malam selalu menjadi ciri khas Ramadhan: shalat Tarawih. Ibadah ini menjadi simbol hidupnya suasana spiritual bulan suci. Pahamlah ikam kenapa masjid sering ramai saat malam Ramadhan.

Baca Juga: Kenapa Banyak Orang Indonesia Berbuka dengan yang Manis? Ada Hadits Kurma dan Penjelasan Ulama yang Menarik Disimak Cess

Apa Makna Hadits tentang Menghidupkan Bulan Ramadhan?

Dalam ajaran Islam terdapat hadis yang menjadi landasan kuat semangat ibadah di bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ اللّٰهُ مَا تَقَّدمُ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرُ

Artinya, "Barang siapa menghidupkan bulan Ramadhan karena iman dan mengusahakan pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang dahulu dan dosa yang akan datang." (HR. Imam Ahmad).

Kata “qama” dalam hadis ini sering dimaknai sebagai menghidupkan Ramadhan dengan ibadah. Dalam praktiknya, banyak ulama menjelaskan bahwa makna tersebut erat kaitannya dengan shalat Tarawih.

Penjelasan ini juga disebut dalam karya Abdul Hamid bin Muhammad Ali dalam kitab Kanzun Najah wa Surur yang menguraikan bahwa mayoritas ulama mengaitkan redaksi tersebut dengan ibadah Tarawih pada bulan Ramadhan.

Mengapa Shalat Tarawih Disebut Ibadah Ikonik Ramadhan?

Shalat Tarawih memiliki posisi yang unik. Ibadah ini hanya dilakukan saat Ramadhan, sehingga langsung identik dengan suasana bulan puasa.

Selain itu, Tarawih sering menjadi topik diskusi di kalangan umat Islam. Misalnya mengenai jumlah rakaat atau tata cara pelaksanaannya. Perbedaan pandangan tersebut memang sering muncul, tetapi ada satu hal yang disepakati: keutamaannya sangat besar.

Tarawih juga disebut sebagai sarana menyempurnakan qiyamul lail, yaitu ibadah malam dalam Islam.

Bahkan di berbagai tempat, masjid penuh oleh masyarakat yang datang bersama keluarga atau bubuhan. Suasana itu terasa hangat. Ada yang datang sejak awal, ada juga yang bergabung di tengah rakaat. Kadapapa pang, yang penting ikut meramaikan ibadah Ramadhan.

Bagaimana Tarawih Bisa Dihitung Sebagai Qiyamul Lail?

Ada hadis lain yang menjelaskan keutamaan tersebut. Hadis ini diriwayatkan dari Abi Dzar:

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامُ حَتَّى يَنْصَرِفُ، حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةِ

Artinya, "Sesungguhnya ketika seseorang shalat bersama Imam hingga selesai, maka ia akan terhitung qiyamul lail." (HR. Ibnu Majah).

Hadis ini memberikan kabar yang menggembirakan. Seseorang yang melaksanakan shalat Tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai akan dihitung seperti melakukan ibadah malam penuh.

Padahal pada kenyataannya, kada semua orang mampu bangun pada sepertiga malam terakhir. Aktivitas siang hari sering membuat tubuh lelah lalu tertidur lebih awal.

Di sinilah Tarawih menjadi solusi yang disampaikan Rasulullah. Cukup mengikuti shalat berjamaah sampai selesai di masjid, pahala qiyamul lail sudah tercatat.

Nah, pahamlah ikam kenapa banyak masyarakat memilih bertahan sampai salam terakhir Tarawih.

Apa Hubungan Tarawih dengan Malam Lailatul Qadar?

Dalam perjalanan Ramadhan, ada satu malam yang sangat istimewa: Lailatul Qadar. Malam ini sering disebut sebagai malam yang lebih utama dari seribu bulan.

Menurut penjelasan ulama, malam tersebut memiliki beberapa sebutan seperti lailah ‘adzimah, lailah mubarakah, hingga malam yang penuh keberkahan.

Tidak semua orang dapat menemui momen tersebut. Walau banyak tips untuk mengenali tanda-tandanya, tetap saja kebertemuan dengan Lailatul Qadar dianggap sebagai karunia besar.

Namun ada kabar menggembirakan. Pelaksanaan shalat Tarawih selama Ramadhan diyakini dapat menjadi bagian dari perjalanan spiritual menuju malam tersebut.

Di tengah rangkaian malam Tarawih dalam satu bulan, dipercaya terdapat kesempatan bertemu Lailatul Qadar. Jadi ketika masjid ramai setiap malam, itu bukan sekadar rutinitas. Ada harapan besar di baliknya.

Poin Penting dari Artikel

1. Umat Islam di Indonesia memiliki jumlah terbesar sehingga suasana Ramadhan terasa kuat.
2. Ramadhan menghadirkan semangat ibadah tinggi walau tubuh sedang berpuasa.
3. Hadis Nabi menyebutkan bahwa menghidupkan Ramadhan dapat menghapus dosa.
4. Shalat Tarawih menjadi ibadah khas yang berkaitan dengan qiyamul lail.
5. Tarawih berjamaah hingga selesai dihitung sebagai ibadah malam penuh.

Baca Juga: Menyambut Lailatul Qadar dengan Takwa: Penjelasan Ulama tentang Makna dan Cara Mengukur Ketakwaan

Insight: Ramadhan menghadirkan fenomena menarik. Saat tubuh menahan lapar dan haus, semangat ibadah justru meningkat. Tarawih menjadi simbolnya. Ibadah ini sederhana, tetapi maknanya dalam. Masjid penuh, suasana hidup. Ada harapan besar di setiap rakaat. Bukan sekadar rutinitas malam, tapi juga upaya mendekati Lailatul Qadar. Nah, tradisi ini menunjukkan bahwa spiritualitas masyarakat tetap kuat. Pahamlah ikam, Ramadhan memang punya energi tersendiri.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami makna Tarawih di bulan Ramadhan Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

Apa itu shalat Tarawih?
Shalat Tarawih adalah ibadah malam yang dilaksanakan khusus pada bulan Ramadhan setelah shalat Isya.

Mengapa Tarawih disebut sebagai qiyamul lail?
Karena hadis Nabi menyebutkan bahwa orang yang shalat Tarawih berjamaah bersama imam sampai selesai akan dihitung melakukan ibadah malam.

Apakah Tarawih berkaitan dengan Lailatul Qadar?
Pelaksanaan Tarawih sepanjang Ramadhan diyakini menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang memungkinkan seseorang bertemu malam Lailatul Qadar.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Lailatul Qadar #Qiyamul Lail #Shalat Tarawih #pesantren #ramadhan