Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Perluasan MBG di Paser Dihadang Keterbatasan Ahli Gizi dan Akuntan

AdminBTV • Selasa, 13 Januari 2026 | 12:45 WIB

Aktivitas dapur MBG di Kabupaten Paser yang menjadi kunci pemenuhan gizi pelajar dan perluasan program nasional.
Aktivitas dapur MBG di Kabupaten Paser yang menjadi kunci pemenuhan gizi pelajar dan perluasan program nasional.

Balikpapan TV - Hai Cess! Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kabupaten Paser terus bergerak maju. Program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto ini sudah lebih dulu menyasar sejumlah sekolah di Kecamatan Tanah Grogot, dengan target perluasan ke kecamatan lain hingga desa terpencil. Fokusnya satu, memperbaiki asupan gizi pelajar agar lebih sehat dan merata.

Menariknya, di balik niat besar itu, ada tantangan yang masih mengganjal. Bukan soal bahan makanan, tapi soal orang-orang di balik dapur MBG. Nah, di titik inilah ceritanya jadi penting untuk disimak sampai habis, karena masa depan perluasan MBG di Paser ikut ditentukan dari sini, Cess!

Baca Juga: “Kenapa Desain Kamar Anak Minimalis Banyak Dipilih Keluarga di tahun 2026?

Kenapa Perluasan Program MBG di Paser Masih Tertahan?

Perluasan MBG belum bisa tancap gas sepenuhnya karena keterbatasan sumber daya manusia. Setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi wajib memiliki satu tenaga ahli gizi dan satu akuntan. Ketentuan ini bersifat nasional dan tidak bisa ditawar.

Koordinator Badan Gizi Nasional Wilayah Kabupaten Paser, Arthi Nithiyasari, menegaskan bahwa penempatan tenaga tersebut tidak bisa asal tunjuk. “Setiap dapur MBG wajib memiliki satu ahli gizi dan satu akuntan yang sesuai dengan standar Badan Gizi Nasional. Ada kriteria khusus, sehingga tidak semua tenaga bisa langsung ditempatkan,” ujar Arthi, Selasa (13/1).

Kondisi ini membuat rencana ekspansi ke wilayah yang lebih jauh menjadi tertahan. Investor pun ikut berhitung ulang. Soalnya, tanpa tenaga sesuai standar, dapur MBG belum bisa beroperasi optimal. Nah’ itu sudah, kebijakan ketat ini memang jadi tantangan tersendiri.

Seberapa Besar Kebutuhan Tenaga Ahli Gizi dan Akuntan?

Kabupaten Paser menargetkan sekitar 90 titik SPPG. Artinya, dibutuhkan sedikitnya 90 ahli gizi dan 90 akuntan. Angka ini cukup besar jika dibandingkan dengan ketersediaan tenaga yang memenuhi kualifikasi di daerah.

Arthi menjelaskan, keterbatasan ini bukan berarti proses mandek total. Investor justru membuka rekrutmen secara luas, baik dari dalam daerah maupun luar Kabupaten Paser. Langkah ini diharapkan bisa menutup celah kebutuhan tenaga profesional.

Di sisi lain, BGN Kabupaten Paser mengambil peran sebagai fasilitator. Mereka membantu menjembatani kebutuhan investor dengan calon tenaga kerja. Namun, keputusan akhir tetap berada di pengelola dapur masing-masing. Ya’kalo dipikir, sistem ini memberi ruang seleksi yang lebih ketat, pahamlah ikam.

Apa Peran BGN dalam Menjembatani Kebutuhan Investor?

BGN tidak hanya mencatat kebutuhan, tapi aktif mengoordinasikan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Paser, dinas terkait, hingga investor duduk bersama mencari jalan keluar agar perluasan MBG tidak tertunda terlalu lama.

Sejumlah tenaga ahli gizi sudah mulai mendaftarkan diri ke beberapa investor. Ini menjadi sinyal positif bahwa minat tenaga profesional mulai tumbuh. Arthi berharap proses ini bisa berjalan lancar dan sesuai target.

Peran BGN di sini lebih ke penghubung dan pendamping. Mereka memastikan standar nasional tetap terjaga, sekaligus membantu daerah agar program prioritas ini bisa berjalan. Di titik ini, koordinasi lintas pihak jadi kunci utama, Cess.

Bagaimana Dampaknya bagi Pelajar dan Wilayah Terpencil?

MBG bukan sekadar soal makan siang gratis. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar dan menekan angka stunting, terutama di wilayah terpencil Kabupaten Paser.

Dengan dapur MBG yang tersebar, distribusi makanan bergizi diharapkan lebih merata. Sekolah-sekolah di desa yang selama ini sulit akses pun masuk dalam rencana perluasan.

Manfaat jangka panjangnya terasa ke kualitas sumber daya manusia. Anak-anak mendapatkan asupan sesuai standar gizi, sementara daerah ikut bergerak maju. Makanya, pemenuhan tenaga ahli menjadi pondasi penting sebelum semua target itu terwujud.

Ikhtisar
Program MBG di Kabupaten Paser terus berkembang, namun perluasan ke wilayah terpencil masih terkendala keterbatasan ahli gizi dan akuntan. Setiap dapur MBG wajib memenuhi standar nasional. Dengan rencana 90 SPPG, kebutuhan tenaga cukup besar. BGN berperan sebagai fasilitator, sementara investor membuka rekrutmen luas agar program tetap berjalan.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah Program MBG di Paser dan kenapa perannya penting untuk masa depan generasi muda.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Rafi)

FAQ

Apa itu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
MBG adalah program nasional untuk meningkatkan asupan gizi pelajar melalui penyediaan makanan bergizi gratis di sekolah.

Kenapa ahli gizi dan akuntan wajib ada di setiap dapur MBG?
Karena keduanya memastikan kualitas gizi dan pengelolaan keuangan sesuai standar Badan Gizi Nasional.

Berapa jumlah dapur MBG yang direncanakan di Kabupaten Paser?
Sekitar 90 titik SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Paser.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Kabupaten Paser #Program MBG #Badan Gizi Nasional