Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Dituduh Nyuri di Warung,Bocil 13 Tahun di Balikpapan Di Bogem,Emak si Anak Gak Terima,Lapor Polisi

Cakra Agung • Selasa, 7 Mei 2024 | 17:10 WIB
Rekaman CCTV mengungkapkan Q dianiaya oleh orang yang tidak dikenal (memakai kaos hitam) pada Minggu (5/5/2024) dinihari.
Rekaman CCTV mengungkapkan Q dianiaya oleh orang yang tidak dikenal (memakai kaos hitam) pada Minggu (5/5/2024) dinihari.

BalikpapanTv.id-Anak 13 tahun yang berinisial Q diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang yang tidak dikenal pada dini hari Minggu (5/5/2024).

SMP kelas 7 ini mengalami luka lebam di wajah dan luka sayatan di tangan dan kaki akibat penganiayaan tersebut.

Jelita (bukan nama sebenarnya), ibu dari korban, telah melaporkan kasus ini ke Polresta Balikpapan pada Minggu sore (5/5/2024). “Saya tidak terima anak saya dianiaya seperti ini. Saya berharap aparat bisa menangkap pelakunya,” kata perempuan 33 tahun ini saat dikonfirmasi.

Jelita memberikan hasil visum dan rekaman CCTV dari toko tempat anaknya dituduh mencuri, yang menunjukkan jelas wajah pelaku dan bahwa pelaku tengah memegang sebilah badik.

Jelita juga memberikan kronologi penganiayaan yang dialami anaknya. Peristiwa malang tersebut terjadi pada dini hari Minggu, 5 Mei 2024, ketika anaknya sedang menginap di rumah neneknya di wilayah Gunung Guntur, Balikpapan Tengah.

Sekitar pukul 03.00 Wita, Q keluar rumah untuk mengambil charger handphone di wilayah Gunung Belah. Ketika sedang dalam perjalanan, Q bertemu dengan R, seorang teman yang sangat dekat dengannya. Saat Q mampir ke sebuah toko, R menunggu di luar karena tidak ingin masuk.

“Saat anak saya membuka lemari es krim, ada orang teriak ‘maling’,” kata Jelita.

Tiba-tiba, sebuah teriakan terdengar dan membuat R pergi meninggalkan Q sendirian. Tanpa diduga, saat itulah Q diseret oleh seorang pria yang tidak dikenal dan diancam dengan sebuah badik.

“Pria yang teriak dan yang mengancam anak saya ini berbeda,” tutur Jelita.

Q dibawa oleh orang asing tersebut keliling menggunakan sepeda motor. Selama perjalanan, selain diminta untuk memberikan informasi tentang nama, alamat, sekolah, dan suku, Q juga mengakui bahwa ia pernah mengalami tindakan kekerasan.

“Muka anak saya lebam. Kakinya disayat, tangannya juga luka karena berusaha menangkis saat pelaku mau menyayat lagi,” ungkap Jelita.

Setelah dianiaya, Q kembali dibawa ke toko yang diduga mencurinya dan disuruh meminta maaf. Namun, Q justru kembali mengalami kekerasan di sana.

Setelah menganiaya Q, pelaku pergi dan Q dibawa ke Polresta Balikpapan oleh penjaga toko. “Hari itu juga saya ditelpon pak RT, kalau anak saya ada di Polresta Balikpapan,” kata Jelita.

Jelita terkejut melihat kondisi anaknya yang memar dan terluka saat dia datang ke Polresta Balikpapan. Setelah mendengar kronologi dari anaknya, Jelita langsung melapor kejadian tersebut ke polisi.

“Saya serahkan hasil visum dan rekaman CCTV di toko sebagai bukti. Saya ingin pelaku segera ditangkap dan dipenjara,” tegas Jelita.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatresrkrim) Polresta Balikpapan, Kompol Ricky Sibarani, mengkonfirmasi adanya laporan mengenai kasus penganiayaan. Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan polisi akan memberitahukan jika pelaku sudah ditangkap.

“Iya, laporannya sudah masuk. Saat ini masih diselidiki oleh petugas. Nanti akan disampaikan jika suda ditangkap,” ujar dia.

Editor : Cakra Agung
#balikpapan #penganiayaan #anak dianiaya