Parah! Baru 4 Bulan, Jaecoo J5 EV Cuma Melaju 20 Km/Jam, Sensor BMS Disorot


Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Jaecoo J5 EV milik konsumen diduga mengalami gangguan sensor BMS setelah empat bulan penggunaan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Sebuah Jaecoo J5 EV dilaporkan hanya mampu melaju 15–20 km/jam setelah indikator turtle mode dan kontrol traksi muncul pada 13 Oktober 2026.
Gangguan pada mobil yang baru menempuh sekitar 9.000 kilometer ini memunculkan pertanyaan tentang diagnosis teknis, waktu perbaikan, dan kepastian layanan purna jual kendaraan listrik.
Dari perjalanan harian menuju bengkel resmi
Bagi pemilik mobil, gangguan kendaraan sering kali baru terasa ketika rutinitas berjalan seperti biasa. Situasi tersebut dialami Cielbert Gunawan, pemilik Jaecoo J5 EV yang membagikan pengalamannya melalui grup Facebook Jaecoo J5 EV Owner and Community.
Dalam unggahan pada Selasa, 13 Oktober 2026, Cielbert menjelaskan bahwa indikator turtle mode dan kontrol traksi mendadak muncul ketika mobil hendak digunakan pada pagi hari.
Ia juga menceritakan bahwa baterai mobil sebelumnya diisi dari 20 persen dengan batas pengisian maksimum 80 persen melalui head unit. Namun, setelah pengisi daya dilepas, indikator baterai yang dilihatnya menunjukkan angka 65 persen.
“Ada yang punya pengalaman sama? Pagi-pagi pas mau pakai mobil tiba-tiba ada indikator turtle mode dan indikator traksi,” tulis Cielbert dalam unggahannya.
Masalahnya bukan sekadar munculnya simbol peringatan pada layar. Menurut Cielbert, kendaraan hanya mampu melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 15–20 km/jam sehingga ia membawa mobil tersebut ke bengkel resmi Jaecoo Pluit, Jakarta Utara.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




