Ingin Bikin Bass Speaker Nendang? Rahasianya Ada Disini, Bukan Sekadar Ukuran Woofer


Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Radiator pasif membantu memperkuat respons bass speaker aktif melalui resonansi, penyetelan massa, dan desain kabinet.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pernah mendengar speaker berukuran ringkas yang mampu menghasilkan bass terasa penuh? Rahasianya tidak selalu terletak pada woofer berdiameter besar atau amplifier berdaya tinggi.
Salah satu teknologi di balik kemampuan itu adalah passive radiator atau radiator pasif. Komponen ini bergerak mengikuti perubahan tekanan udara di dalam kabinet speaker, membantu menghasilkan suara frekuensi rendah tanpa menggunakan port udara konvensional.
Radiator Pasif Bukan Speaker Aktif Kedua
Radiator pasif memiliki membran yang dapat bergerak, tetapi tidak menggunakan kumparan suara dan sistem magnet penggerak seperti driver aktif pada umumnya. Gerakannya berasal dari tekanan udara yang berubah ketika driver utama memompa udara di dalam kabinet.
Richard H. Small, peneliti sistem loudspeaker dari School of Electrical Engineering, University of Sydney, membahas prinsip ini dalam penelitian Passive-Radiator Loudspeaker Systems Part 1: Analysis yang diterbitkan pada 1974.
Dalam abstrak penelitiannya, Small menulis:
“The passive-radiator loudspeaker system is a close relative of the vented-box system and is capable of similar low-frequency performance.”
Artinya, sistem loudspeaker radiator pasif memiliki hubungan erat dengan sistem kabinet berventilasi dan mampu memberikan performa frekuensi rendah yang sebanding.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




