Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ronto Khas Paser, Mengenal Fermentasi Udang Rebon dan Resep Sambalnya

Tania Putri Nuraini
Ronto khas Paser difermentasi dari udang rebon, nasi, dan garam sebagai bahan utama sambal tradisional. (BTV/AI)
Ronto khas Paser difermentasi dari udang rebon, nasi, dan garam sebagai bahan utama sambal tradisional. (BTV/AI)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Ronto khas Paser mengandalkan fermentasi udang rebon, nasi, dan garam sebagai bahan utama sambal tradisional.

 

Advertisement

Balikpapan TV - Hai Ces! Ronto merupakan pangan fermentasi berbahan udang rebon, nasi, dan garam yang dikenal dalam tradisi kuliner Paser, Kalimantan Timur, serta digunakan sebagai bahan utama sambal bercita rasa khas.

Sekilas, bahan pembuatannya terlihat sederhana. Namun, proses fermentasi menghasilkan warna merah muda, tekstur menyerupai bubur, serta aroma udang dengan karakter asam yang menonjol. Yuk, kenali ronto dari bahan dasar, proses pengolahan, sampai resep sambalnya, Ces!

Ronto, Warisan Kuliner Pesisir yang Tidak Sekadar Sambal

Ronto dikenal sebagai makanan tradisional masyarakat Paser dan juga populer di kawasan pesisir Kalimantan Selatan. Bahan utamanya adalah udang rebon segar yang dicampur nasi dan garam, kemudian difermentasi.

Berbeda dari sambal yang langsung dibuat menggunakan cabai dan bumbu segar, sambal ronto menggunakan hasil fermentasi udang sebagai bahan utama. Ronto memiliki karakter rasa asin dan asam, disertai aroma khas hasil fermentasi.

Ronto juga memiliki kemiripan dengan cincalok yang dikenal di sejumlah daerah lain. Salah satu pembeda yang dijelaskan dalam literatur kuliner adalah penggunaan nasi dalam fermentasi ronto, sedangkan sejumlah formulasi cincalok menggunakan gula dan bahan tambahan lainnya.

Ronto khas Paser memadukan udang rebon, nasi, dan garam melalui fermentasi untuk menghasilkan sambal bercita rasa khas. (BTV/AI)
Ronto khas Paser memadukan udang rebon, nasi, dan garam melalui fermentasi untuk menghasilkan sambal bercita rasa khas. (BTV/AI)

Mengapa Ronto Memiliki Aroma dan Tekstur Khas?

Fermentasi menjadi bagian penting dalam pengolahan ronto. Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia menjelaskan bahwa ronto dibuat dari campuran rebon, garam, dan nasi yang difermentasi selama sekitar dua minggu pada suhu ruang.

Hasilnya berupa pasta dengan warna merah muda, tekstur lembut menyerupai bubur, serta aroma udang fermentasi dengan bau asam yang menonjol. Ciri-ciri tersebut membedakan ronto dari sambal segar yang mengandalkan cabai, bawang, dan tomat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Balikpapan TelevisiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Soto Banjar: Rahasia Kuah Rempah dan Ketupat yang Membuat Kuliner Kalsel Istimewa

Soto Banjar: Rahasia Kuah Rempah dan Ketupat yang Membuat Kuliner Kalsel Istimewa

Kenali Soto Banjar, kuliner khas Kalsel dengan kaldu ayam, rempah aromatik, ketupat, dan perkedel. Yuk, baca, Ces!

Gultik Asmara Rasa Balikpapan Baru, Kuliner Malam Mulai Rp10 Ribu yang Ramai Dibahas

Gultik Asmara Rasa Balikpapan Baru, Kuliner Malam Mulai Rp10 Ribu yang Ramai Dibahas

Gultik Asmara Rasa Balikpapan ramai dibahas. Cek harga dan jam bukanya sebelum berangkat, Ces!

Bukan Restoran di Mal, KAMARI Hadirkan Kuliner Jepang dengan Nuansa Tendaan di Balikpapan

Bukan Restoran di Mal, KAMARI Hadirkan Kuliner Jepang dengan Nuansa Tendaan di Balikpapan

Ingin makan Jepang dengan suasana tendaan? Kenali menu dan lokasi KAMARI Balikpapan sebelum berkunjung, Ces!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer