Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gence Ruan Khas Kutai, Ikan Gabus Bakar dengan Sambal Kasar yang Nendang

Tania Putri Nuraini
Gence ruan khas Kutai berupa ikan gabus bakar disiram sambal kasar merah dengan nasi putih hangat. (BTV/AI)
Gence ruan khas Kutai berupa ikan gabus bakar disiram sambal kasar merah dengan nasi putih hangat. (BTV/AI)

Durasi Baca: 9 menit

Ikhtisar: Gence ruan merupakan kuliner khas Kutai berbahan ikan gabus bakar yang disiram sambal gence bertekstur kasar. Versi rumahan ini memakai waktu bakar sekitar 12 menit dan tiga sendok makan sambal sebagai takaran penyajian.

Advertisement

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Gence ruan adalah sajian khas Kutai Kartanegara berbahan ikan gabus yang dibakar, kemudian disiram sambal gence sebagai pembeda utamanya.

Bukan cuma soal pedas, aroma bakaran dan sambal kasar membuat menu ini menarik untuk dicoba di rumah. Yuk, kenali ceritanya sekaligus praktikkan resep sederhananya.

Gence Ruan, Kuliner Kutai yang Punya Karakter Kuat

Gence ruan dikenal sebagai olahan ikan gabus atau haruan yang menjadi bagian dari kuliner Kalimantan Timur. Kata “ruan” merujuk pada ikan haruan, sedangkan “gence” berkaitan dengan sambal atau bumbu yang disiramkan ke ikan.

Keunikannya terlihat dari teknik penyajian. Ikan dibakar, kemudian diberi sambal gence yang tidak dibuat terlalu halus sehingga potongan bawang dan tomat masih terasa saat disantap.

Dalam catatan kuliner yang dikutip detikKalimantan, gence ruan pernah hadir dalam jamuan di lingkungan Istana Kutai Kartanegara. Kini, makanan tersebut lebih mudah ditemukan dalam berbagai bentuk penyajian masyarakat.

“Sajian khas ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan budaya”

Karakter tersebut membuat gence ruan tidak sekadar menarik karena rasanya. Hidangan ini juga memperlihatkan bagaimana bahan lokal, teknik membakar, dan sambal khas membentuk identitas kuliner daerah.

Kenapa Ikan Dibakar dengan Sisik?

Salah satu ciri yang sering muncul dalam resep gence ruan adalah ikan gabus tidak selalu dibuang sisiknya sebelum dibakar. Sejumlah sumber resep menyebut ikan dibelah dan dibersihkan bagian dalamnya, tetapi sisik dapat dibiarkan selama proses pembakaran.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Balikpapan TelevisiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mie Bancir Khas Banjar, Kuliner Nyemek dengan Rempah yang Bikin Penasaran

Mie Bancir Khas Banjar, Kuliner Nyemek dengan Rempah yang Bikin Penasaran

Mie Bancir khas Banjar punya kuah nyemek dan rempah unik. Kenali sejarah serta resepnya, Ces!

Nasi Astakona, Kuliner Banjar yang Menyatukan Banyak Lauk dalam Satu Meja

Nasi Astakona, Kuliner Banjar yang Menyatukan Banyak Lauk dalam Satu Meja

Nasi Astakona khas Banjar hadir dengan nasi dan beragam lauk. Kenali sajian tradisional Kalimantan Selatan ini, Ces!

Gaguduh Khas Banjar, Pisang Goreng Sederhana dengan Cerita Kuliner Lokal

Gaguduh Khas Banjar, Pisang Goreng Sederhana dengan Cerita Kuliner Lokal

Gaguduh khas Banjar bukan sekadar pisang goreng. Kenali resep dan variasinya, Ces!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer