
Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Puskesmas Rapak Mahang mengupayakan pencegahan anemia remaja putri melalui tablet tambah darah dan pemantauan hemoglobin.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pencegahan stunting di Kutai Kartanegara (Kukar) dilakukan sejak masa remaja melalui pemberian tablet tambah darah untuk menjaga kesehatan calon ibu sebelum kehamilan.
Risiko gangguan pertumbuhan anak tidak hanya berkaitan dengan masa balita. Kondisi kesehatan perempuan sebelum hamil juga perlu diperhatikan, termasuk anemia yang dapat dicegah melalui intervensi sejak remaja.
Mengapa pencegahan stunting dimulai sejak remaja?
Remaja putri menjadi salah satu sasaran intervensi gizi karena kelak dapat memasuki masa kehamilan. Persiapan kesehatan sejak dini menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko masalah gizi pada generasi berikutnya.
Ahli Gizi UPTD Puskesmas Rapak Mahang, Andini, menjelaskan alasan intervensi tersebut dimulai sebelum perempuan menjadi ibu.
“Karena anak remaja putri ini nantinya akan menjadi seorang ibu, intervensinya kita mulai sejak masa remaja terlebih dahulu,” ujar Andini.
Pendekatan ini menempatkan pencegahan sebagai upaya berkelanjutan, bukan hanya tindakan setelah gangguan pertumbuhan ditemukan pada anak.
Tablet tambah darah menjadi langkah awal
Pemberian tablet tambah darah ditujukan untuk membantu mencegah anemia pada remaja putri. Program ini menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang menghubungkan masa remaja dengan persiapan kehamilan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




