Balikpapan TV - Hai Cess! Pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, resmi dimulai hari ini. Proyek pendidikan ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara daring melalui Zoom. Sekolah ini menjadi bagian dari 114 Sekolah Rakyat di Indonesia yang sudah masuk tahap konstruksi fisik dan digadang-gadang menjadi penopang pendidikan terpadu di Samarinda.
Nah, jangan buru-buru scroll dulu. Ada banyak detail menarik soal Sekolah Rakyat Palaran ini, mulai dari nilai proyek, konsep pendidikan terpadu, sampai nasib ratusan siswa yang saat ini masih belajar di sekolah rintisan. Baca sampai habis supaya ikam paham duduk perkaranya Cess!
Apa yang Menandai Dimulainya Pembangunan Sekolah Rakyat Palaran?
Pembangunan Sekolah Rakyat di Palaran resmi dimulai lewat kegiatan groundbreaking yang dilakukan serentak secara nasional. Presiden Prabowo Subianto memimpin prosesi ini secara daring, menandai komitmen pemerintah pusat dalam penguatan sektor pendidikan. Untuk Samarinda, momen ini menjadi tonggak penting karena proyek telah melewati seluruh tahapan administrasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menyampaikan bahwa kontrak pembangunan dengan pemerintah pusat sudah ditandatangani pekan lalu. “Administrasi sudah rampung dan kontrak dengan Pemerintah Pusat sudah ditandatangani minggu lalu. Hari ini kita resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat secara nasional bersama Bapak Presiden,” ujarnya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Sekolah Rakyat Palaran resmi masuk fase fisik setelah sebelumnya hanya beroperasi dalam bentuk rintisan. Nah’ itu sudah, tinggal menunggu proses pengerjaan berjalan sesuai target.
Berapa Anggaran dan Seperti Apa Konsep Sekolah Rakyat Ini?
Sekolah Rakyat Palaran dibangun dengan dukungan dana APBN sebesar Rp247 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk konstruksi bangunan utama beserta fasilitas pendukungnya, di luar pengadaan perabot. Nilai ini menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak dan representatif.
Menurut Asli, sekolah ini akan berdiri di atas lahan seluas 7 hektare yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Samarinda. Proses pembangunan fisik sepenuhnya dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. “Pemkot hanya menyiapkan lahannya. Untuk pembangunan fisik sepenuhnya dikerjakan oleh Kementerian PU,” jelasnya.
Konsep Sekolah Rakyat ini terpadu. Di dalamnya akan tersedia sarana penunjang seperti masjid, lapangan olahraga, dan fasilitas pendukung lain. Harapannya, sekolah ini bisa menjadi salah satu pusat pendidikan terbaik di Samarinda, pahamlah ikam.
Kapan Pembangunan Ditargetkan Selesai dan Siapa yang Mengerjakan?
Pembangunan Sekolah Rakyat Palaran ditargetkan rampung dalam waktu enam hingga tujuh bulan. Target waktu ini sudah ditetapkan sejak awal kontrak dan menjadi acuan pelaksanaan proyek oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pelaksana teknis pembangunan.
Asli Nuryadin menyebutkan bahwa pemerintah daerah tidak terlibat dalam pekerjaan fisik bangunan. Peran Pemkot Samarinda fokus pada penyediaan lahan, sementara pelaksanaan konstruksi sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian PU.
Dengan target waktu tersebut, gedung Sekolah Rakyat diharapkan sudah siap digunakan dalam waktu relatif singkat. Jika sesuai rencana, fasilitas pendidikan ini akan segera menampung seluruh siswa dari sekolah rintisan yang saat ini tersebar di beberapa lokasi.
Bagaimana Nasib Siswa Sekolah Rakyat yang Masih di Gedung Rintisan?
Saat ini, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat Samarinda masih berlangsung di gedung rintisan. Lokasinya berada di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda. Total ada 188 siswa yang mengikuti pendidikan ini.
Rinciannya, 96 siswa berasal dari SR rintisan BPMP Kaltim dan 92 siswa dari SR rintisan BPVP Samarinda. Seluruh siswa tersebut nantinya akan dipindahkan ke gedung Sekolah Rakyat permanen di Palaran setelah pembangunan selesai.
Menariknya, selama menempuh pendidikan berbasis asrama, seluruh kebutuhan siswa ditanggung penuh. Mulai dari makan tiga kali sehari, seragam sekolah, pakaian sehari-hari, hingga fasilitas pembelajaran seperti laptop dan buku. Ya’kalo begini, fokus belajar jadi prioritas utama.
Ikhtisar
Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Palaran, Samarinda, resmi dimulai melalui groundbreaking nasional yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Proyek senilai Rp247 miliar dari APBN ini ditargetkan selesai dalam enam hingga tujuh bulan dan dibangun di atas lahan 7 hektare. Sekolah ini mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA serta akan menampung 188 siswa dari sekolah rintisan dengan sistem asrama dan fasilitas lengkap.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham perkembangan pendidikan di Kalimantan Timur. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Rafi)
FAQ
Apa itu Sekolah Rakyat Palaran Samarinda?
Sekolah Rakyat Palaran adalah fasilitas pendidikan terpadu yang mengintegrasikan jenjang SD, SMP, dan SMA dengan sistem asrama.
Siapa yang membangun Sekolah Rakyat Palaran?
Pembangunan fisik dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara Pemkot Samarinda menyiapkan lahannya.
Kapan sekolah ini mulai digunakan?
Sekolah ini ditargetkan selesai dalam enam hingga tujuh bulan, setelah itu siswa dari sekolah rintisan akan dipindahkan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.