Balikpapan TV - Hai Cess! Ariel NOAH bikin pengakuan yang cukup bikin publik berhenti sejenak: vokalis karismatik itu ternyata punya rasa takut ditolak ketika ingin menghubungi perempuan lewat media sosial. Pengakuan ini muncul dalam obrolannya di kanal Comic 8 Revolution di YouTube, Minggu (16/11).
Ariel menjelaskan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana ia memandang interaksi digital—meski statusnya sebagai bintang papan atas, ia tetap saja punya pertimbangan rumit sebelum mengirim pesan lebih dulu.
Ariel, yang dikenal tenang dan penuh pesona di panggung, justru merasa serbasalah ketika ingin memulai komunikasi dengan perempuan yang menarik perhatian. Cerita ini cukup menggelitik rasa ingin tahu publik. Apalagi, ia jarang membuka sisi personal sedalam ini. Tengok lebih jauh, Cess—ceritanya makin menarik.
Bagaimana Ariel Memaknai Rasa Takut Ditolak?
Ariel mengaku tidak percaya diri mengirim pesan lebih dulu kepada perempuan. Ia menegaskan, “Gue itu enggak pede DM cewek duluan,” dalam obrolannya. Kalimat itu jadi pintu masuk pada sisi rapuh seseorang yang biasanya tampil sempurna.
Rasa itu muncul bukan karena kurang pengalaman, melainkan keraguan internal. Ketika seseorang dikenal publik, keputusan sederhana bisa terasa seperti langkah besar. Itu yang dia rasakan.
Apa yang Membuat Status Artis Justru Menambah Beban?
Ariel menyebut posisinya sebagai figur publik sering membuatnya serbasalah. Di satu sisi ia ingin bersikap biasa, di sisi lain ia sadar betul bahwa setiap gerak-geriknya diperhatikan banyak orang.
“Dengan posisi gue seperti ini (artis), terkadang merasa serbasalah,” tuturnya. Status sebagai musisi ternama membuat interaksi sederhana terasa seperti punya banyak implikasi. Ia tidak ingin dianggap memanfaatkan popularitas atau menimbulkan salah paham.
Baca Juga: Job Market Fair Balikpapan 2025 Hadir Lagi, Ratusan Lowongan Kerja Siap Diburu!
Mengapa Ariel Begitu Selektif Sebelum Menghubungi Perempuan?
Ariel melihat banyak akun perempuan menarik berseliweran di media sosialnya. Namun, meski ada rasa tertarik, ia tetap menahan diri. “Untuk menghubungi duluan bisa mikir 100 kali. Sebenarnya takut enggak dibalas,” ujarnya.
Pertimbangannya bukan sekadar soal balasan, tapi juga menjaga kenyamanan lawan bicara. Ia ingin tetap menghargai ruang personal seseorang, terutama di internet yang serbacepat.
Apa yang Dilakukan Ariel Ketika Benar-Benar Menyukai Seseorang?
Meski tidak percaya diri untuk memulai DM, Ariel menegaskan dirinya tetap tidak menutup kemungkinan untuk mencoba. Jika dia benar-benar menyukai seseorang, ia tetap menunjukkan perhatian.
“Bagi gue, ‘mengejar’ perempuan lebih menyenangkan ketimbang dikejar,” ucapnya. Pengakuan ini membuka sisi romantisnya: ia menikmati proses, bukan sekadar hasilnya.
Ariel NOAH menampilkan sisi manusiawinya: selebritas juga bisa ragu, bimbang, dan takut ditolak. Meski dikenal percaya diri di panggung, urusan interaksi personal justru membuatnya berhati-hati. Ia menimbang langkah, menghargai ruang perempuan, dan tetap menyukai proses menunjukkan perhatian.
Jika menurutmu cerita ini relate dengan temanmu, bagikan artikel ini biar mereka juga ikut senyum-senyum sendiri membaca pengakuan jujur seorang Ariel.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' Satya
FAQ
Apakah Ariel benar-benar tidak berani memulai DM?
Ya, ia mengatakan dirinya kurang percaya diri untuk melakukannya.
Apa alasan Ariel berpikir lama sebelum menghubungi perempuan?
Ia takut tidak dibalas dan merasa serbasalah sebagai figur publik.
Apakah Ariel tetap menghubungi perempuan jika tertarik?
Ya, ia tetap berusaha menunjukkan perhatian saat benar-benar merasa cocok.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.