Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Getih Ireng Hadir! Film Horor Santet Darah Keturunan Paling Mencekam di 2025

AdminBTV • Senin, 6 Oktober 2025 | 14:11 WIB

Getih ireng
Getih ireng

Balikpapan TV - Hai Cess! Buat kamu yang doyan film horor lokal dengan bumbu kepercayaan mistis Nusantara, siap-siap dibuat merinding bareng Getih Ireng! Klip eksklusif terbaru dari film ini baru aja dirilis oleh Hitmaker Studios, dan langsung bikin warganet heboh. Film garapan Tommy Dewo ini dibintangi oleh pasangan serasi Titi Kamal dan Darius Sinathrya, siap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 16 Oktober 2025.

Film ini bukan sekadar horor biasa. Ceritanya diangkat dari thread viral di media sosial X (dulu Twitter) karya akun @Jeropoint, yang dikenal karena kisah-kisah mistisnya yang bikin bulu kuduk berdiri. Nah, kali ini, cerita tentang santet darah hitam itu naik level ke layar lebar—dan pastinya bakal bikin kamu mikir dua kali sebelum tidur sendirian.

Kisah Viral Jadi Horor Mistis yang Punya Akar Nyata

Bukan rahasia lagi, Cess, kalau horor yang diangkat dari kisah viral selalu punya daya tarik tersendiri. Getih Ireng terinspirasi dari cerita nyata di pedesaan Jawa Tengah yang melegenda. Judulnya sendiri diambil dari istilah Jawa yang berarti “darah hitam”, dipercaya sebagai simbol kutukan yang menyerang keturunan seseorang.

Film ini menyajikan perpaduan antara mitos kuno dan drama emosional modern. Dengan pendekatan visual yang kelam dan atmosfer pedesaan yang kental, Getih Ireng bukan cuma menakut-nakuti, tapi juga mengulik sisi psikologis manusia yang terjebak antara logika dan kepercayaan.

Ketika thread @Jeropoint pertama kali viral, banyak netizen yang merinding karena narasinya terasa “terlalu nyata untuk sekadar fiksi”. Nah, bayangkan aja kalau versi filmnya digarap langsung oleh studio spesialis horor seperti Hitmaker. Dijamin, sensasinya lebih intens dari sekadar membaca thread tengah malam.

Santet Paling Kejam yang Mengincar Garis Keturunan

Ceritanya berpusat pada Pram (Darius Sinathrya) dan Rina (Titi Kamal), pasangan muda yang baru menikah dan tengah berjuang mendapatkan momongan. Demi memulai hidup baru, mereka pindah ke Wonosobo, berharap bisa membangun keluarga kecil yang bahagia. Tapi bukannya bahagia, mereka justru disambut oleh serangkaian kejadian ganjil di rumah baru mereka.

Mulai dari tanah misterius yang muncul tiap pagi, hawa panas setiap malam, sampai bisikan gaib yang datang tanpa sebab—semuanya bikin suasana makin mencekam.
Rina yang mulai ketakutan berulang kali mengalami keguguran. Setiap kali berhasil mengandung, janinnya tak pernah bertahan lama.

Dari sinilah misteri mulai menguak. Sosok kakek gaib yang muncul di mimpi buruk Rina ternyata punya kaitan dengan serangan santet Getih Ireng—ilmu hitam yang diyakini paling berbahaya karena menyerang darah keturunan, bukan hanya tubuh fisik.

Rahasia Kelam di Balik Santet dan Doa yang Goyah

Awalnya Pram skeptis. Ia lebih percaya logika daripada hal gaib. Tapi ketika gangguan mulai menimpa dirinya sendiri, kepercayaannya mulai goyah. Dalam keputusasaan, Rina meminta bantuan pada Pak Narto, seorang orang pintar setempat yang dikenal mampu menembus dunia tak kasatmata.

Pak Narto akhirnya mengungkap fakta mencengangkan. “Santet Getih Ireng itu tidak sekadar kiriman. Ia menempel pada darah, menurun dari generasi ke generasi,” begitu katanya.
Dari sinilah Rina sadar, bahwa apa yang ia alami bukan hanya masalah rumah tangga atau nasib buruk. Ada kutukan masa lalu yang menjerat keluarganya, dan tidak mudah dipatahkan.

Kehadiran karakter Pak Narto membawa nuansa spiritual dan budaya Jawa yang kental. Lewat ritual-ritual tradisional, film ini juga mengenalkan sisi magis budaya lokal tanpa terkesan berlebihan. Penonton bukan cuma diajak takut, tapi juga diajak merenung tentang warisan leluhur dan keyakinan yang menembus batas logika modern.

Baca Juga: Rasa Bersalah Penyintas dan Takdir yang Aneh dalam Trailer “TUKAR TAKDIR” dari StarvisionPlus

Ketika Cinta, Iman, dan Kutukan Beradu di Ambang Putus Asa

Salah satu kekuatan Getih Ireng adalah eksplorasi emosional hubungan Pram dan Rina. Teror santet yang menyerang bukan hanya menghancurkan harapan mereka untuk punya anak, tapi juga menguji cinta dan kejujuran di antara keduanya.
Pak Narto mencium ada rahasia masa lalu yang disembunyikan. Entah dari pihak Pram, atau mungkin dari garis keluarga Rina sendiri.

Setiap adegan terasa intens dan penuh tekanan. Penonton akan diajak menyelami dilema dua insan yang berusaha bertahan di tengah ancaman tak terlihat. Di sini, Getih Ireng bukan cuma film horor—tapi juga drama manusia tentang harapan, kehilangan, dan kepercayaan.

Menurut sutradara Tommy Dewo, film ini ingin menampilkan sisi lain dari horor Indonesia. “Kita tidak hanya bicara setan, tapi juga trauma yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya dalam sesi eksklusif bersama media.
Pesan itu jadi benang merah yang mengikat seluruh cerita—bahwa terkadang, yang paling menakutkan bukanlah hantu di luar sana, melainkan rahasia gelap yang ada dalam darah kita sendiri.

Produksi, Pemeran, dan Sentuhan Sinematografi yang Mencekam

Hitmaker Studios memang dikenal jago memainkan atmosfer tegang. Sinematografi film ini menggunakan palet warna gelap dengan pencahayaan redup, menciptakan kesan klasik khas horor Jawa. Adegan-adegan ritual dan simbol mistik juga disusun rapi agar tetap autentik namun tetap sinematik.

Selain Titi dan Darius, film ini juga menampilkan Sara Wijayanto, yang dikenal karena perannya dalam film-film spiritual. Kehadiran Sara diyakini bakal menambah dimensi emosional karena karakternya memiliki keterkaitan dengan dunia gaib dan spiritualitas.

Musik latar garapan komposer lokal juga memperkuat nuansa tegang. Tiap hentakan gamelan yang lirih terasa seperti peringatan halus dari dunia tak kasatmata. Bagi penonton, setiap detik jadi campuran antara takut dan penasaran—sebuah sensasi yang jarang ditemukan di film horor modern.

Bukan Sekadar Takut, Tapi Juga Menggali Makna

Film Getih Ireng bukan hanya menyuguhkan jumpscare dan ritual menegangkan. Ia juga mengajak penonton memahami konsep spiritualitas dalam konteks budaya Jawa. Ada pesan bahwa setiap perbuatan, bahkan yang dilakukan generasi terdahulu, bisa berdampak pada keturunan.

Selain itu, film ini bisa jadi refleksi buat banyak pasangan muda tentang arti perjuangan dan doa. Ketika semua cara sudah dicoba tapi hasilnya belum sesuai harapan, mungkin ada hal yang lebih besar yang sedang diuji—iman, kejujuran, dan cinta.

Jadi, kalau kamu termasuk penikmat horor dengan kedalaman cerita dan nilai budaya, Getih Ireng wajib banget masuk daftar tontonan Oktober ini. Siapkan mental, lampu, dan mungkin… sedikit doa sebelum tidur.

Ajak teman nonton bareng dan rasakan ketegangan mistis yang meresap sampai ke tulang!
Bagikan artikel ini biar makin banyak yang tahu kalau film horor Indonesia makin keren dan berakar budaya.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”  (Rafi)

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Horor Indonesia 2025 #Film Getih Ireng #Santet darah keturunan