Balikpapantv.id - Hai Cess! Kalau ngomongin Kalimantan, pasti yang terbayang adalah hutan lebat, sungai besar, dan ibu kota baru Indonesia. Tapi, tahu nggak sih? Di balik semua itu, ada tiga kota yang punya magnet kuat: Samarinda, Balikpapan, dan Banjarmasin.
Penduduknya padat, sejarahnya panjang, dan perannya penting banget buat Kalimantan. Yuk, kita ulik bareng kenapa ketiga kota ini layak disebut raksasa-nya Kalimantan!
1.Samarinda: Kota Sungai yang Terus Tumbuh dan Jadi Pintu Gerbang Kaltim
Samarinda, sang ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, bukan cuma besar secara jumlah penduduk—yang menyentuh 883.838 jiwa—tapi juga punya peran strategis sebagai kota gerbang menuju pedalaman Kalimantan. Kota ini punya luas wilayah 718 km² dan dikelilingi oleh Kabupaten Kutai Kartanegara. Salah satu ciri khas Samarinda adalah Sungai Mahakam yang membelah kota, menjadikannya pusat aktivitas air sejak zaman dulu.
Dengan geografis berbukit dan 27 sungai alami yang tersebar di dalamnya, Samarinda punya keunikan tersendiri. Ada moda transportasi air tradisional seperti Tambangan dan Ketinting, yang masih digunakan hingga kini. Serasa naik perahu ke masa lalu, ya!
Baca Juga: Gempa 4,9 SR Guncang Balikpapan: Ini Fakta dan Dampaknya per 18 Juli 2025!
Transportasi Modern: Bandara Baru, Akses Makin Ngebut
Dulu, Samarinda dilayani oleh Bandara Temindung. Tapi sejak 24 Mei 2018, semua operasional penerbangan dipindahkan ke Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto).
Lokasinya di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Kelurahan Sungai Siring, dan bisa ditempuh dalam 1 jam dari pusat kota. Bandara ini makin membuka konektivitas Samarinda dengan kota-kota besar di Indonesia.
Dengan wilayah hanya 0,56% dari total luas Kalimantan Timur, Samarinda mungkin kecil secara geografis, tapi besar dalam peran. Kota ini terus berkembang sebagai pusat administratif, ekonomi, dan budaya masyarakat Kalimantan Timur.
2.Balikpapan: Kota Bisnis dengan Wajah Internasional
Kalau Samarinda dikenal sebagai kota sungai, maka Balikpapan adalah kota bisnisnya Kalimantan Timur. Dengan jumlah penduduk mencapai 736.807 jiwa (2015), Balikpapan jadi kota terbesar kedua di Kalimantan setelah Samarinda. Posisinya sebagai pusat industri dan ekonomi tak terbantahkan, dengan PDRB menyentuh Rp79,65 triliun di tahun 2016.
Sejak abad ke-19, kota ini sudah dikenal sebagai penghasil minyak. Pengeboran pertama dilakukan 10 Februari 1897, yang kemudian jadi hari jadi kota ini. Seiring masuknya Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) tahun 1907, investasi asing mulai membanjiri kota yang menghadap ke Selat Makassar ini.
Pintu Gerbang IKN dan Kota Multietnis yang Penuh Warna
Balikpapan punya dua infrastruktur penting yang bikin mobilitas makin lancar: Pelabuhan Semayang dan Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Keduanya termasuk yang tersibuk di Kalimantan, dan menjadi jalur vital menuju kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Nggak heran kalau kota ini makin dilirik oleh pendatang dari berbagai daerah.
Dengan populasi yang terus bertambah—684.339 jiwa di tahun 2014 dan ditambah 21.486 pendatang selama tahun 2012 saja—Balikpapan tumbuh sebagai kota kosmopolitan. Penduduknya beragam dan hidup harmonis dalam dinamika urban yang tetap terjaga.
3.Banjarmasin: Kota Seribu Sungai yang Selalu Bergerak
Bergeser ke selatan, kita sampai di Banjarmasin, kota ketiga terbesar di Kalimantan dengan jumlah penduduk 666.223 jiwa (2014). Kota ini punya julukan keren: Kota Seribu Sungai. Bukan tanpa alasan—wilayahnya adalah delta yang terdiri dari pulau-pulau kecil, seperti Pulau Tatas, Pulau Rantauan Keliling, hingga Pulau Insan, yang semuanya dipisahkan oleh aliran sungai.
Letaknya strategis, di muara Sungai Martapura yang bertemu dengan Sungai Barito, dua aliran air utama Kalimantan Selatan. Kehidupan masyarakat di sini nggak bisa lepas dari sungai—dari transportasi, perdagangan, hingga pariwisata.
Sungai yang Menyatukan, Tradisi yang Memikat
Tradisi pasar terapung masih hidup di Banjarmasin, menjadikannya magnet wisata budaya yang kuat. Sungai jadi jalur transportasi utama dan sarana ekonomi masyarakat sejak dulu. Meski zaman sudah modern, semangat sungai tetap mengalir di nadi warga Banjarmasin.
Islam menjadi agama mayoritas di kota ini, dan berperan besar dalam membentuk budaya lokal yang kental dengan nuansa religius dan kekeluargaan. Kota ini juga jadi bagian dari wilayah metropolitan Banjar Bakula, dengan populasi sekitar 1,9 juta jiwa—cukup padat untuk wilayah Kalimantan.
Tiga Kota, Tiga Karakter: Mewakili Wajah Kalimantan yang Dinamis
Ketiga kota ini mewakili wajah Kalimantan yang kompleks dan dinamis. Samarinda dengan sungai dan jembatannya, Balikpapan dengan industri dan keberagaman penduduknya, serta Banjarmasin dengan budayanya yang lekat pada kehidupan air. Masing-masing punya daya tarik sendiri, dan semuanya jadi bagian penting dari transformasi Kalimantan menuju masa depan.
Dengan keberadaan IKN yang kini sedang dibangun, peran ketiga kota ini makin strategis. Mereka bukan hanya titik administratif dan ekonomi, tapi juga simbol bagaimana Kalimantan membaurkan tradisi dan modernitas.
Sudah Siap Jelajahi Kalimantan Lewat Tiga Kota Besarnya?
Setiap sudut kota menyimpan cerita yang nggak habis untuk dikulik. Mulai dari moda transportasi tradisional sampai bandara internasional, semua membentuk mozaik yang unik dari Kalimantan. Mau tahu lebih banyak tentang kekuatan Kalimantan dari kacamata urban-nya? Jangan berhenti di sini, masih banyak kisah menarik lainnya!
Yuk share artikel ini ke teman-temanmu biar makin banyak yang tahu betapa serunya mengenal Kalimantan dari dekat!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'
Satya
Editor : Arya Kusuma