Kabut Asap Kalsel Makin Pekat, Truk Terbalik hingga 12 Penerbangan Terdampak


Waktu baca: 4–5 menit
Ikhtisar: Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan Selatan pada 21 Agustus 2026 tidak hanya membuat jalan terlihat samar. Kondisi ini beriringan dengan kecelakaan kendaraan pengangkut sepeda motor, gangguan lalu lintas, hingga tertundanya penerbangan di Bandara Syamsudin Noor. Data kualitas udara Banjarbaru bahkan menunjukkan PM2.5 mencapai 389,4 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Selatan pada Rabu (21/8/2026). Di tengah kondisi jarak pandang yang menurun, sebuah truk pengangkut puluhan sepeda motor mengalami kecelakaan hingga terbalik.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berhenti pada persoalan lingkungan.
Ketika asap semakin pekat, jarak pandang pengendara ikut terpengaruh. Kondisi itu meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada ruas jalan yang ramai dilalui kendaraan berat.
Namun, penting untuk tidak buru-buru menyimpulkan kabut asap sebagai penyebab tunggal kecelakaan. Faktor penyebab kecelakaan masih memerlukan pemeriksaan dan keterangan resmi aparat.
Yang sudah terlihat jelas adalah satu hal: kabut asap telah mengganggu sistem mobilitas masyarakat.
Seberapa buruk kualitas udara Banjarbaru?
Kondisi tersebut menjadi semakin serius ketika dilihat dari data kualitas udara.
BMKG mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA, Rabu (19/8/2026).
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




