BMKG Pantau Kemarau Kaltara, Risiko Karhutla dan Kekeringan Mulai Menguat

Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Kemarau di Kaltara
Balikpapan TV - Hai Ces! Kalimantan Utara ikut menghadapi periode kemarau 2026 ketika kondisi atmosfer Indonesia semakin kering, sementara BMKG mencatat peluang hujan lokal masih terbuka di wilayah ini.
Buat masyarakat Kaltara, kondisi ini perlu dipahami dengan tepat. Kemarau bperlu diwaspadai karena kondisi kering, El Niño, dan potensi karhutla mulai meningkat.
ukan berarti hujan langsung hilang, tetapi jeda hujan dapat berubah dan risiko kebakaran lahan ikut meningkat.
Mengapa kondisi Kaltara perlu diperhatikan?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim (ZOM) sudah memasuki musim kemarau hingga akhir Juli 2026. Sekitar 76,3 persen wilayah juga mengalami sifat hujan bawah normal.
Kondisi tersebut berkaitan dengan El Niño kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berada pada fase positif. Kombinasi keduanya mengurangi suplai uap air ke sebagian wilayah Indonesia sehingga kondisi kemarau menjadi semakin kering.
BMKG memperkirakan curah hujan rendah, yakni di bawah 50 milimeter per dasarian, mendominasi 95,62 persen wilayah Indonesia pada Dasarian II Agustus 2026. Kaltara termasuk kawasan yang masih berada dalam pengaruh dinamika atmosfer tersebut.
Kaltara masih punya peluang hujan lokal
Meski kondisi kering mendominasi, Kaltara memiliki karakter cuaca yang berbeda dibanding sejumlah wilayah Indonesia lainnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




