Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Bukan Hanya Soal Kebiasaan, Ini Penjelasan Ilmiah dan Fakta-fakta Menarik Kenapa Orang Eropa Susah Buat Jongkok!

Rizkiyan Akbar • Minggu, 30 Maret 2025 | 13:09 WIB

Ilustrasi orang Eropa yang kesulitan jongkok. Temukan alasan ilmiah dan budaya di balik fenomena ini!
Ilustrasi orang Eropa yang kesulitan jongkok. Temukan alasan ilmiah dan budaya di balik fenomena ini!

BalikpapanTv.id - Hai Cess! Pernah nggak sih kamu lihat orang Eropa yang terlihat kesulitan atau bahkan nggak bisa jongkok?

Mungkin ini terdengar aneh, tapi ternyata, ada alasan ilmiah dan budaya di balik fenomena ini, lho!

Jongkok bukanlah gerakan yang umum atau mudah bagi sebagian orang Eropa, dan itu bukan karena mereka malas atau nggak mau.

Jadi, kenapa ya, orang Eropa susah jongkok? Yuk, simak bareng-bareng, Cess!

Perbedaan Anatomi Tubuh

Salah satu alasan kenapa orang Eropa sulit jongkok adalah perbedaan anatomi tubuh dibandingkan orang-orang Asia.

Baca Juga: Kenapa Kita Tidak Nyaman Atau Bahkan Ngilu Saat Mendengar Suara Gesekan? Simak Penyebab dan Bagaimana Hal Ini Dapat Memengaruhi Tubuhmu!

Dalam studi yang dilakukan, orang Eropa cenderung memiliki paha yang lebih panjang dan otot-otot pinggul yang lebih kaku.

Nah, hal ini membuat gerakan jongkok menjadi lebih sulit bagi mereka., Cess!

Jadi, kalau kamu merasa jongkok itu gampang banget, coba bayangin kaki panjang yang nggak mudah ditekuk, pasti beda ceritanya, Cess!

Budaya dan Kebiasaan Sejak Dulu

Bagi orang Eropa, kebiasaan jongkok bukanlah bagian dari budaya sehari-hari mereka.

Dalam kebanyakan budaya Eropa, orang-orang lebih sering duduk di kursi atau berdiri daripada jongkok di tanah.

Mereka lebih terbiasa menggunakan kursi atau bangku untuk duduk dalam waktu lama, sedangkan di negara-negara Asia, jongkok lebih sering digunakan untuk aktivitas sehari-hari, seperti makan, berbicara, atau bahkan bekerja.

Kebiasaan ini akhirnya berpengaruh pada kemampuan fisik mereka untuk melakukan jongkok.

Faktor Gaya Hidup dan Olahraga

Orang Eropa biasanya lebih suka berolahraga dengan cara-cara yang lebih modern seperti berlari, bersepeda, atau berolahraga di gym.

Sementara itu, di banyak negara Asia, jongkok adalah gerakan yang lebih sering dilakukan dalam aktivitas fisik sehari-hari, termasuk saat berlatih atau berolahraga.

Kurangnya kebiasaan melakukan gerakan jongkok dalam kehidupan sehari-hari membuat otot-otot yang dibutuhkan untuk melakukan posisi ini kurang terlatih.

Faktor Lingkungan dan Infrastruktur

Salah satu alasan lain yang jarang dibahas adalah faktor lingkungan.

Baca Juga: Spektakuler! Ogoh-Ogoh Bertaring Tajam Diarak Ribuan Orang di Samarinda, Tradisi Ogoh-Ogoh di Nyepi Sarat Makna!

Di banyak kota Eropa, infrastruktur lebih mendukung kebiasaan duduk di kursi, seperti bangku di taman atau restoran.

Berbeda dengan di Asia, yang sering menyediakan area duduk yang lebih rendah atau bahkan tempat untuk jongkok, sehingga orang terbiasa melakukan posisi ini dalam kehidupan sehari-hari.

Masalah Mobilitas Otot dan Sendi

Kemampuan untuk jongkok juga sangat dipengaruhi oleh mobilitas otot dan sendi, terutama di sekitar area pinggul, lutut, dan pergelangan kaki.

Orang Eropa, dengan kebiasaan duduk di kursi sepanjang waktu, seringkali tidak melatih kelenturan otot-otot tersebut.

Hal ini membuat mereka lebih sulit untuk menurunkan tubuh ke posisi jongkok, bahkan jika mereka berusaha.

Sementara orang Asia, dengan kebiasaan lebih banyak jongkok, otot-otot tersebut lebih lentur dan siap dipakai.

Tantangan Fisiologis pada Usia Lanjut

Semakin bertambah usia, mobilitas tubuh memang bisa berkurang, termasuk kemampuan untuk jongkok.

Di Eropa, dimana gaya hidup duduk di kursi lebih umum, hal ini sering kali lebih terasa.

Pada usia tua, banyak orang Eropa yang mengalami penurunan fleksibilitas, menjadikannya semakin sulit untuk jongkok.

Hal ini sangat berbeda dengan negara-negara di Asia, dimana kebiasaan jongkok telah dilatih sejak muda dan tetap dilakukan hingga usia lanjut.

Jongkok Dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagi banyak orang Asia, jongkok adalah hal yang wajar dan sering dilakukan sehari-hari. Ini bukan cuma soal kebiasaan, tapi juga cara tubuh kita terbiasa dengan posisi tersebut.

Baca Juga: Bukan Hanya Kebiasaan Buruk, Simak Alasan Menarik Kenapa Kita Suka Ngomong Kasar Saat Sedang Marah Atau Emosi!

Dari makan, ngobrol dengan teman, hingga berbelanja di pasar, posisi jongkok sudah menjadi bagian dari rutinitas mereka.

Sementara orang Eropa lebih terbiasa dengan meja dan kursi. Kebiasaan ini bisa memengaruhi seberapa fleksibel tubuh kita terhadap berbagai gerakan.

Kesulitan Dianggap Sebagai Masalah Kecil

Bagi orang Eropa, ketidakmampuan untuk jongkok mungkin dianggap sebagai masalah kecil yang tidak perlu diperhatikan.

Mereka mungkin lebih fokus pada kegiatan lain yang lebih mereka sukai atau lebih penting bagi mereka. Sementara di negara Asia, kekuatan tubuh untuk jongkok sangat dihargai karena itu memudahkan banyak kegiatan, dari bekerja hingga berbincang dengan orang lain. 

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di BalikpapanTv.id! Bukan Sekedar Berita Biasa

Memang Beda!
Memang Beda!

Editor : Arya Kusuma
#susah #orang eropa #jongkok #penjelasan ilmiah