Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Kapal Tanker Diserang, Minyak Dunia Tembus US$105,48

Arya Kusuma
Penulis: Arya Kusuma❯
Kapal tanker minyak melintasi perairan strategis Timur Tengah dengan latar jalur pelayaran Selat Hormuz.
Kapal tanker minyak melintasi perairan strategis Timur Tengah dengan latar jalur pelayaran Selat Hormuz.

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Harga minyak dibayangi serangan kapal tanker, risiko pasokan, dan peluang pemulihan pengiriman energi global.

 

Advertisement

Balikpapan TV - Hai Ces! Harga minyak dunia kembali menunjukkan satu hal yang sering luput dari perhatian: perang bisa mendorong harga naik, tetapi kabar tentang pasokan dari wilayah lain dapat mengubah arah pasar dalam waktu singkat.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, Brent sempat tercatat US$105,48 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) US$92,44 per barel dalam laporan Reuters. Namun, perkembangan berikutnya menunjukkan harga minyak melemah setelah muncul harapan peningkatan pasokan dari Rusia. Dua pergerakan ini memperlihatkan bahwa pasar minyak sedang menimbang risiko dari beberapa arah sekaligus.

Harga minyak naik saat kapal tanker ikut terancam

Laporan Reuters yang diterbitkan melalui Investing.com pada 11 Oktober, dengan pembaruan untuk perdagangan 12 Oktober, mencatat kenaikan harga minyak pada waktu pengamatan pukul 23.04 GMT.

Indikator

Harga yang tercatat

Perubahan

Brent

US$105,48 per barel

Naik US$0,76 atau 0,73%

WTI

US$92,44 per barel

Naik US$0,59 atau 0,64%

Brent merupakan patokan minyak mentah yang banyak digunakan dalam perdagangan internasional. Sementara itu, WTI menjadi acuan utama minyak mentah Amerika Serikat.

Kenaikan tersebut muncul ketika konflik Timur Tengah meluas. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan di Bandara Internasional Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober. Laporan Reuters menyebut serangan itu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Otoritas Arab Saudi juga melaporkan serangan baru pada Minggu. Pada saat bersamaan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan negaranya mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan Saudi terhadap Houthi.

Risiko militer itu bukan satu-satunya perhatian pelaku pasar. Dua insiden terhadap kapal tanker turut meningkatkan kekhawatiran atas keamanan pengiriman energi.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Balikpapan TelevisiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Minyak Lewat US$100, Industri Baja Nasional Hadapi Tekanan Biaya Logistik

Harga Minyak Lewat US$100, Industri Baja Nasional Hadapi Tekanan Biaya Logistik

Minyak tembus US$100, ongkos logistik menekan margin baja lokal. Simak dampaknya, Ces!

 Negosiasi Iran-AS di Swiss Bawa Harapan Baru, Harga Minyak Langsung Turun.

Negosiasi Iran-AS di Swiss Bawa Harapan Baru, Harga Minyak Langsung Turun.

Iran mengklaim ada kemajuan soal sanksi dan ekspor minyak usai negosiasi dengan AS. Simak dampaknya, Ces!

Brent Naik ke US$97,73, Risiko Pasokan Minyak Global Kembali Jadi Sorotan

Brent Naik ke US$97,73, Risiko Pasokan Minyak Global Kembali Jadi Sorotan

: Harga minyak Brent naik ke US$97,73 per barel setelah ketegangan AS-Iran meningkat. Simak dampaknya terhadap pasar dan ekonomi.Ces!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer