Anggaran OJK 2027 Bertambah Rp340 Miliar, Ini Peran Baru Bursa Mineral


Durasi Baca: 7 menit
Ikhtisar: OJK mengusulkan tambahan anggaran 2027 untuk pengawasan Bursa Mineral, infrastruktur, serta penguatan literasi keuangan nasional.
Balikpapan TV - Hai Ces! Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajukan penyesuaian anggaran 2027 menjadi Rp10,58 triliun untuk memperkuat pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, infrastruktur, serta literasi keuangan di Jakarta.
Kenaikan anggaran ini bukan sekadar tambahan belanja lembaga. Ada mandat baru yang membuat pekerjaan pengawasan OJK menjadi semakin luas dan membutuhkan perangkat organisasi serta teknologi pendukung.
Anggaran OJK Bertambah Rp340,2 Miliar
OJK mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp340,2 miliar dari pagu awal Rp10,247 triliun yang sebelumnya telah disepakati untuk tahun anggaran 2027.
Jika dihitung, kenaikan tersebut setara sekitar 3,32% dibanding pagu awal. Angka ini menunjukkan penyesuaian relatif terbatas secara persentase, tetapi nominalnya cukup besar karena berkaitan dengan pembentukan fungsi pengawasan baru.
| Komponen | Pagu Awal | Usulan 2027 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Anggaran OJK | Rp10,247 triliun | Rp10,587 triliun | Rp340,2 miliar |
| Persentase kenaikan | - | - | sekitar 3,32% |
Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR pada 3 September 2026, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan bahwa tambahan tersebut terutama berkaitan dengan mandat pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis atau BMKS.
Kebutuhan itu mencakup pembentukan bidang pengawasan BMKS, penyediaan infrastruktur logistik dan teknologi informasi, serta penguatan fungsi literasi dan edukasi keuangan termasuk Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan.
Mengapa Bursa Mineral Membutuhkan Anggaran Baru?
Bursa Mineral dan Komoditas Strategis merupakan mandat baru yang membuat OJK tidak hanya berhadapan dengan pengawasan sektor jasa keuangan konvensional.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




