Ikhtisar: Rekayasa lalu lintas Simpang Agung Tunggal dan WIKA segera diterapkan. Dishub siapkan 150 beton block, atur ulang U-turn, tutup median akses, demi mengurai macet di MT Haryono dan sekitarnya.
Balikpapan TV - Hai Cess! Macet di Jalan MT Haryono, terutama sekitar Simpang Agung Tunggal dan Simpang WIKA, bakal ditangani serius. Forum Lalu Lintas Balikpapan sudah sepakat menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas dengan skema baru. Mulai penutupan median akses, pengalihan U-turn, sampai pemasangan 150 beton block sebagai pembatas jalan.
Jangan berhenti di sini dulu. Skema ini menyentuh titik krusial yang tiap pagi dan sore bikin antrean kendaraan mengular. Baca sampai tuntan Cess, biar pahamlah ikam sebelum melintas di sana.
Kenapa Simpang Agung Tunggal dan Simpang WIKA Jadi Titik Macet Krusial?
Kemacetan di Simpang Agung Tunggal dan Simpang WIKA terjadi berulang di jam sibuk. Pagi saat orang berangkat kerja, sore ketika arus balik padat. Jalur ini terhubung ke kawasan vital seperti Siloam, Bukit Damai Indah, hingga akses menuju Pasar Buton dan RS Hermina.
Forum Lalu Lintas melihat pola kepadatan muncul karena pergerakan kendaraan saling potong di titik median dan U-turn. Kendaraan dari arah Siloam langsung masuk ke Jalan Agung Tunggal. Dari arah sebaliknya, ada yang langsung berbelok ke BDI. Ruang gerak sempit, arus bertemu, antrean terbentuk.
Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, M Fadli Pathurrahman, menegaskan rekayasa ini untuk mengurangi penumpukan kendaraan, terutama saat akselerasi di lengan simpang. Jadi ini bukan coba-coba. Sudah dibahas di forum resmi.
Baca Juga: Menata Hunian Compact: Panduan Teknis Memilih Cermin Berdiri Aman dan Fungsional
Bagaimana Skema Penutupan Median di Jalan Agung Tunggal?
Perubahan paling terasa ada di akses median. Kendaraan dari arah Siloam nantinya kada bisa langsung masuk ke Jalan Agung Tunggal. Akses tersebut ditutup menggunakan beton block sebagai median barrier.
Begitu juga kendaraan dari Jalan Agung Tunggal. Mereka kada lagi bisa langsung belok ke arah Bukit Damai Indah. Artinya, pola pergerakan lama dihentikan demi mengurangi konflik arus kendaraan di simpang.
“Perputaran atau u-turn kendaraan nanti hanya berada di depan BDI dan Andy Jaya Motor,” kata M Fadli Pathurrahman. Titik putar balik dikonsentrasikan agar arus lebih terkontrol. Nah, ikam yang biasa potong jalur cepat, siap-siap menyesuaikan nah.
Di Mana Saja Titik U-Turn Baru Ditetapkan Dishub?
Dishub menetapkan U-turn hanya di dua titik. Pertama di depan BDI. Kedua di depan Andy Jaya Motor. Di luar itu, kada ada lagi ruang putar balik.
Khusus Simpang WIKA, kendaraan yang hendak menuju RS Hermina atau Pasar Buton harus turun dulu dan berputar di Global Sport. Skema ini sudah sesuai berita acara Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada 16 September 2025.
“Tentu perputaran Global Sport akan kami atur untuk lebih baik nanti,” sebut Fadli. Artinya titik itu bakal dibenahi agar arus kendaraan tetap mengalir. Pahamlah ikam, pola lama berubah, jadi biasakan lihat rambu sebelum manuver.
Berapa Jumlah Beton Block yang Disiapkan untuk Rekayasa Lalu Lintas?
Sebanyak 150 beton block disiapkan untuk mendukung rekayasa ini. Satu beton block panjangnya kurang lebih 1 meter. Fungsinya sebagai pembatas jalan atau median barrier agar kendaraan tidak sembarang memotong jalur.
Kebutuhan beton block untuk Jalan Agung Tunggal sudah tersedia. Dishub tinggal menunggu waktu penerapan. “Kemungkinan besar kami akan laksanakan nanti setelah lebaran,” ujar Fadli.
Selain itu, Dishub bekerja sama dengan Jasa Raharja dan pemilik SPBU MT Haryono. Ada potensi dukungan corporate social responsibility berupa water barrier. Sarana prasarana disiapkan dulu. Biasanya penerapan berjalan dalam durasi satu minggu setelah semua siap.
Beberapa poin teknis yang perlu dicatat:
-
Median akses dari arah Siloam ditutup permanen.
-
Belok langsung ke BDI dari Agung Tunggal dihentikan.
-
U-turn hanya di depan BDI dan Andy Jaya Motor.
-
Arah RS Hermina dan Pasar Buton wajib putar di Global Sport.
-
Total 150 beton block dipasang bertahap.
Catat baik-baik sebelum melintas. Kadapapa pang kalau harus memutar sedikit, yang penting arus lebih lancar.
Apa Dampak Pelebaran Jembatan dan Perbaikan Geometrik Simpang?
Selain beton block, Dishub juga merekomendasikan Dinas Pekerjaan Umum melakukan perbaikan geometrik lengan simpang. Termasuk pelebaran jembatan Agung Tunggal.
Tujuannya jelas. Memastikan struktur jembatan kuat dan mengurangi penumpukan kendaraan saat akselerasi. Selama ini, saat kendaraan menambah kecepatan di titik sempit, antrean mudah terbentuk.
Dengan pelebaran dan pengaturan ulang sudut simpang, ruang gerak kendaraan diharapkan lebih lega. Fokusnya mengurai kepadatan di jam sibuk. Bukan sekadar pasang pembatas, tapi menyentuh struktur fisik jalur itu sendiri. Nah itu sudah, pendekatannya menyeluruh.
Insight: Rekayasa lalu lintas ini mengubah kebiasaan lama pengendara di MT Haryono. Ada yang harus memutar lebih jauh. Ada yang kehilangan akses cepat. Tapi tujuannya jelas, mengurangi konflik arus di simpang. Efektif atau tidak bergantung pada disiplin pengguna jalan dan konsistensi pengawasan. Kalau hanya pasang beton tanpa kepatuhan, hasilnya tipis. Namun jika skema dijalankan penuh dan struktur simpang dibenahi, potensi lancar lebih besar. Warga Balikpapan perlu adaptasi. Kada bisa instan. Bagikan info ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham, Cess.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Kapan rekayasa lalu lintas di Simpang Agung Tunggal mulai diterapkan?
Dishub menyebut kemungkinan besar penerapan dilakukan setelah lebaran, setelah sarana prasarana seperti beton block siap dipasang.
2. Di mana saja titik U-turn yang diperbolehkan?
U-turn hanya tersedia di depan BDI dan Andy Jaya Motor. Untuk arah RS Hermina dan Pasar Buton, putar di Global Sport.
3. Berapa jumlah beton block yang digunakan?
Total sekitar 150 beton block dengan panjang masing-masing kurang lebih 1 meter akan dipasang sebagai median barrier.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.