Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Strategi fokus belajar membantu pelajar menjaga konsentrasi saat lingkungan, tempat, dan pola pembelajaran berubah.
Balikpapan TV - Hai Ces! Perubahan pola belajar di Samarinda membuat pelajar perlu menjaga konsentrasi saat pembelajaran tatap muka beralih daring karena kondisi lingkungan.
Bukan cuma notifikasi yang bikin buyar. Ketika tempat belajar dan rutinitas ikut berubah, cara menjaga fokus juga perlu disesuaikan.
Belajar Tidak Selalu Berlangsung dalam Situasi yang Sama
Pada September 2026, kualitas udara Samarinda sempat memburuk akibat dampak kebakaran hutan dan lahan. Disdikbud Kaltim mengizinkan SMA, SMK, dan SLB di Samarinda mengalihkan pembelajaran ke sistem daring setelah pemantauan 16 September menunjukkan kategori sangat tidak sehat.
Pemkot Samarinda juga menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk satuan pendidikan pada 17–19 September 2026. Setelah kondisi udara membaik, pembelajaran tatap muka kembali dimulai pada 21 September.
Situasi ini menunjukkan satu hal sederhana: rutinitas belajar bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, kemampuan mempertahankan fokus tidak hanya dibutuhkan saat duduk di kelas, tetapi juga ketika belajar dari rumah.
1. Buat “Mode Belajar” yang Konsisten
Otak lebih mudah mengenali kebiasaan yang dilakukan berulang. Karena itu, buat tanda sederhana yang menandakan bahwa waktu belajar sudah dimulai.
Meja yang sama, headphone, pencahayaan yang nyaman, atau playlist instrumental bisa menjadi penanda. Tidak perlu semuanya sekaligus. Pilih kebiasaan yang paling mudah dipertahankan.
Yang penting, hindari kebiasaan membuka banyak aplikasi hiburan begitu mulai duduk untuk belajar.
2. Matikan Notifikasi yang Tidak Penting
Satu notifikasi mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk dilihat, tetapi perhatian bisa ikut teralihkan setelahnya.
WhatsApp, media sosial, marketplace, hingga notifikasi game dapat ditempatkan dalam mode senyap selama sesi belajar. Jika tersedia di perangkat, gunakan Focus Mode atau fitur sejenis untuk membatasi gangguan sementara.
Bukan berarti semua notifikasi harus dimatikan sepanjang hari. Cukup sesuaikan dengan durasi belajar yang sedang dijalani.
3. Jangan Membuka Banyak Tab Sekaligus
Belajar menggunakan internet memang praktis. Masalahnya muncul ketika satu materi berubah menjadi banyak tab yang akhirnya membuat perhatian berpindah-pindah.
Coba tentukan satu materi utama untuk satu sesi. Tab tambahan cukup digunakan ketika benar-benar membutuhkan referensi.
Dengan begitu, layar tetap menjadi alat bantu belajar, bukan sumber distraksi baru.
4. Coba Teknik 25–5 atau 30–5
Tidak semua orang mampu berkonsentrasi dalam waktu panjang tanpa jeda. Salah satu cara sederhana adalah membagi waktu belajar menjadi beberapa siklus.
Misalnya, belajar fokus selama 25 menit kemudian istirahat 5 menit. Jika 25 menit terasa terlalu singkat, gunakan pola 30 menit belajar dan 5 menit istirahat.
Saat jeda, hindari langsung membuka konten yang berpotensi membuat lupa waktu. Berdiri, minum, meregangkan tubuh, atau melihat jauh dari layar bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana.
Baca Juga: Apa Itu Flexing? Sejarah, Makna, dan Budaya flexing di Era Medsos
5. Kalau Belajar Daring, Rapikan “Ruang Belajar Virtual”
Saat pembelajaran berpindah ke rumah, meja belajar bukan satu-satunya ruang yang perlu dirapikan. Tampilan digital juga perlu dibuat lebih sederhana.
Gunakan satu browser atau profil browser khusus untuk kegiatan sekolah. Pisahkan akun belajar dan hiburan jika itu membantu. Notifikasi desktop juga bisa dimatikan selama kelas atau pengerjaan tugas.
Tujuannya bukan membuat perangkat terlihat sempurna, tetapi mengurangi hal-hal yang tidak berhubungan dengan materi di depan mata.
6. Saat Lingkungan Berubah, Strategi Belajar Juga Perlu Berubah
Ketika kondisi lingkungan membuat aktivitas di luar rumah tidak ideal, jadwal belajar bisa ikut disesuaikan.
Materi membaca dapat dikerjakan ketika suasana rumah lebih tenang. Tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi bisa ditempatkan pada waktu ketika gangguan paling sedikit. Jika ruang utama rumah ramai, cari sudut yang lebih kondusif selama tetap aman dan nyaman.
Dalam konteks Samarinda, perubahan pembelajaran pada September 2026 memperlihatkan bahwa metode belajar dapat berubah mengikuti kondisi lingkungan. Kebijakan PJJ saat itu bersifat sementara dan situasional, dengan sekolah kembali ke pembelajaran tatap muka setelah kualitas udara membaik.
Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin menegaskan bahwa “keselamatan dan kesehatan murid, pendidik, maupun tenaga kependidikan” menjadi pertimbangan dalam pengalihan pembelajaran.
Jadi, menjaga fokus bukan berarti memaksakan diri belajar dengan cara yang sama dalam semua keadaan. Yang dibutuhkan adalah kemampuan menyesuaikan rutinitas tanpa kehilangan tujuan belajar.
7. Tutup Sesi dengan Catatan Progress
Sebelum meninggalkan meja belajar, luangkan waktu sebentar untuk mengecek perkembangan.
Tanyakan tiga hal:
-
Apa yang sudah selesai?
-
Bagian mana yang masih belum dipahami?
-
Apa target untuk sesi berikutnya?
Catatan singkat seperti ini membuat sesi berikutnya lebih mudah dimulai karena kamu tidak perlu mengingat lagi dari awal harus mengerjakan apa.
Baca Juga: Tips Mengatur Uang Bulanan agar Tidak Habis Sebelum Gajian, Ini Cara Mengelola Keuangan dengan Bijak
Poin Penting
-
Buat kebiasaan khusus sebagai tanda dimulainya sesi belajar.
-
Kurangi notifikasi yang tidak berhubungan dengan sekolah.
-
Gunakan satu materi utama agar perhatian tidak terus berpindah.
-
Beri jeda pendek setelah belajar fokus selama 25–30 menit.
-
Rapikan lingkungan digital ketika mengikuti pembelajaran daring.
-
Sesuaikan waktu dan tempat belajar dengan kondisi lingkungan.
-
Akhiri setiap sesi dengan mencatat progress dan target berikutnya.
Insight Redaksi
Fokus belajar tidak selalu soal kemampuan menahan diri dari media sosial. Ada kalanya lingkungan, tempat, bahkan metode belajar ikut berubah.
Pengalaman Samarinda pada September 2026 menjadi contoh bahwa rutinitas pendidikan dapat beradaptasi dengan kondisi di luar sekolah. Bagi pelajar, kuncinya bukan mempertahankan rutinitas secara kaku, tetapi membuat pola belajar yang tetap bisa berjalan ketika situasi berubah.
Kalau tujuh cara tadi mulai diterapkan, sesi belajar tidak harus selalu panjang. Yang lebih penting adalah tahu kapan harus fokus, kapan beristirahat, dan apa yang ingin diselesaikan.
Bagikan artikel ini ke teman yang sering bilang, “baru belajar sebentar kok sudah buka HP lagi?”
Balikpapan TV – Hai Ces! Tetap update, tetap adaptif, dan jangan biarkan perubahan situasi membuat target belajar ikut berhenti.
FAQ
Apakah belajar daring pasti membuat fokus lebih sulit?
Tidak selalu. Tantangannya bisa bertambah karena rumah memiliki lebih banyak gangguan, tetapi rutinitas dan pengaturan perangkat dapat membantu menjaga perhatian.
Berapa lama sebaiknya belajar sebelum istirahat?
Tidak ada satu durasi yang cocok untuk semua orang. Pola 25–5 atau 30–5 dapat dicoba dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Apa yang harus dilakukan ketika rumah ramai?
Pindahkan sesi belajar ke waktu yang lebih tenang atau gunakan area rumah yang lebih kondusif dan tetap nyaman.
Apakah semua notifikasi harus dimatikan?
Tidak. Prioritaskan notifikasi yang tidak diperlukan selama belajar dan tetap pertahankan komunikasi yang memang penting.
Mengapa perlu mencatat progress setelah belajar?
Catatan progress membantu mengetahui pekerjaan yang sudah selesai, bagian yang masih perlu dipahami, dan target untuk sesi berikutnya.
Editor : Arya Kusuma