Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Sulit Self-Love? Ferina Triananda Bagikan 5 Langkah Nyata Membangun Versi Diri yang Baru

AdminBTV • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:35 WIB
Membangun versi diri baru dimulai dari perubahan kebiasaan positif, pola pikir berkembang, dan konsistensi setiap hari. (BTV/AI)
Membangun versi diri baru dimulai dari perubahan kebiasaan positif, pola pikir berkembang, dan konsistensi setiap hari. (BTV/AI)

Durasi Baca: 8 menit

Topik: Langkah membangun versi diri baru melalui perubahan kebiasaan dan pola pikir

Ikhtisar: Artikel ini membahas alasan sulit menerima diri, tahapan membangun kebiasaan baru, pentingnya keyakinan, serta tindakan nyata untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Banyak orang merasa sulit mencintai diri sendiri karena terjebak pada kebiasaan lama yang tidak berubah. Melalui video edukasinya, kreator konten pengembangan diri Ferina Triananda menjelaskan bahwa penerimaan diri bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan dibangun lewat proses memperbaiki kebiasaan, pola pikir, dan tindakan setiap hari.

Masih merasa jalan di tempat? Tenang, perubahan memang dimulai dari langkah kecil. Simak sampai tuntas, siapa tahu ada titik balik yang sedang dicari, Ces!

Apa yang membuat seseorang sulit mencintai dirinya sendiri?

Ferina Triananda memulai pesannya dengan pengalaman sederhana. Ia bahkan sempat menyadari bajunya terpakai terbalik setelah selesai merekam video. Namun hal kecil itu justru menjadi pengantar bahwa kesalahan bukan alasan untuk berhenti melangkah.

Menurutnya, banyak orang mengira kemampuan menerima diri adalah sifat bawaan. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Rasa percaya diri dan penerimaan diri lahir setelah seseorang bersedia memperbaiki dirinya secara konsisten.

Ia mengaku dulu merupakan pribadi yang pemalas, sering berpikir negatif, tidak menjaga pola makan, jarang berolahraga, serta bingung menentukan arah hidup setiap bangun tidur.

Perubahan mulai terjadi ketika ia memutuskan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan rutinitas yang lebih sehat.

Ferina mengatakan, jika seseorang belum menyukai dirinya saat ini, langkah pertama bukan memaksa mencintai diri sendiri, melainkan mencari penyebabnya.

Pertanyaan sederhana seperti, "Kenapa aku tidak suka dengan diriku yang sekarang?" dapat menjadi awal untuk menemukan bagian mana yang perlu diperbaiki.

Ia menilai jawaban dari pertanyaan itu merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap.

"Jangan berharap kamu yang tadinya benci ke diri sendiri dan kamu tiba-tiba self-love, tapi enggak ada yang berubah dari diri kamu. Kebiasaan kamu masih kayak gitu, kamu pengin berubah tapi enggak ada aksi," kata Ferina Triananda, kreator konten edukasi dan pengembangan diri.

Baca Juga: dr. Tirta Ingatkan Bahaya Malas Belajar di Era AI, Konsistensi Disebut Kalahkan Talenta

Mengapa kebiasaan kecil menentukan perubahan besar?

Menurut Ferina, salah satu penyebab seseorang kehilangan rasa percaya kepada dirinya sendiri adalah terlalu sering mengingkari janji yang dibuat untuk diri sendiri.

Contohnya sederhana, berjanji akan mulai berolahraga besok, tetapi ketika waktunya tiba justru kembali menunda.

Kebiasaan seperti itu perlahan membuat seseorang kehilangan kepercayaan terhadap dirinya sendiri.

Sebaliknya, ketika janji kecil berhasil ditepati secara konsisten, rasa percaya diri juga ikut tumbuh.

Dalam psikologi perilaku, pembentukan kebiasaan memang dikenal sebagai proses bertahap. Perubahan kecil yang dilakukan terus-menerus cenderung bertahan dibanding perubahan drastis yang sulit dipertahankan.

Ferina juga mengingatkan agar seseorang tidak memberi label permanen terhadap dirinya.

Merasa pemalu, malas, atau tidak berbakat bukan berarti kondisi tersebut akan berlangsung selamanya.

Menurutnya, manusia memiliki kemampuan belajar dan beradaptasi sepanjang hidup.

Ia mencontohkan perubahan yang pernah dialaminya sendiri. Dahulu ia sangat takut berbicara di depan orang lain, bahkan enggan menyampaikan pendapat meski mengetahui jawabannya.

Kini, ia mampu berbicara di depan kamera dan membagikan pengalaman kepada banyak orang melalui media sosial.

Bagaimana memulai proses membangun versi diri yang baru?

Kemauan kuat, keyakinan diri, dan inspirasi dari mentor menjadi fondasi utama membangun perubahan hidup yang berkelanjutan. (BTV/AI)
Kemauan kuat, keyakinan diri, dan inspirasi dari mentor menjadi fondasi utama membangun perubahan hidup yang berkelanjutan. (BTV/AI)

Ferina membagikan beberapa langkah yang menurutnya sangat membantu selama proses perubahan.

1. Miliki kemauan yang benar-benar kuat

Ia mengatakan perubahan besar biasanya dimulai ketika seseorang sudah benar-benar lelah dengan kondisi lamanya.

Perasaan muak terhadap kebiasaan buruk dapat menjadi bahan bakar untuk bergerak.

Ferina mengaku titik balik hidupnya muncul ketika tidak lagi ingin menjadi penonton yang hanya melihat keberhasilan orang lain tanpa melakukan apa pun.

2. Percaya bahwa perubahan memang mungkin terjadi

Menurutnya, keyakinan memiliki pengaruh besar terhadap cara otak bekerja.

Saat seseorang percaya dirinya mampu berubah, otak akan terdorong mencari berbagai solusi untuk mencapai tujuan tersebut.

Sebaliknya, keraguan justru menjadi penghambat sejak awal.

"Keyakinan kamu itu kayak semacam hack otak kamu supaya bikin otak kamu itu bekerja untuk kamu. Kalau kamu yakin kamu bisa berubah, maka otak kamu akan mencari cara bekerja untuk kamu membantu kamu," ujar Ferina.

Ia juga menyarankan mencari mentor atau kisah orang lain yang memiliki latar belakang serupa sebagai sumber inspirasi.

Melihat orang lain berhasil melewati tantangan yang sama dapat meningkatkan keyakinan bahwa perubahan juga mungkin terjadi pada diri sendiri.

Baca Juga: Mengapa Dayun Memilih Tinggal di Indonesia? Cerita Warga Korea Ini Buka Sisi Lain Gangnam

Mengapa perlu memiliki gambaran diri ideal?

Langkah berikutnya adalah membuat gambaran versi diri yang ingin diwujudkan secara rinci.

Ferina menyebut konsep ini sebagai ideal self.

Gambaran tersebut dapat mencakup kebiasaan sehari-hari, cara berpikir, penampilan, gaya hidup, hingga karakter yang ingin dimiliki.

Menariknya, ia menyarankan menuliskan gambaran tersebut menggunakan kalimat deklaratif, seolah kondisi itu sudah menjadi kenyataan.

Sebagai contoh, bukan menulis "Saya ingin percaya diri", tetapi "Saya adalah pribadi yang percaya diri dan berani menyampaikan pendapat."

Teknik tersebut dikenal sebagai embodying, yaitu membantu seseorang menanamkan identitas baru melalui pengulangan pikiran yang positif.

Ferina mengingatkan agar tidak merasa terbebani ketika melihat jarak antara kondisi saat ini dengan versi ideal yang diinginkan.

Fokus utamanya bukan mengejar hasil instan, melainkan mengurangi jarak itu sedikit demi sedikit.

Ia bahkan merekomendasikan buku Atomic Habits karya James Clear sebagai referensi untuk memahami pentingnya kebiasaan kecil dalam menghasilkan perubahan besar.

Tips sederhana membangun kebiasaan baru menurut isi video:

  1. Tentukan satu perubahan utama terlebih dahulu.
  2. Tuliskan identitas diri yang ingin dibangun setiap hari.
  3. Gunakan jurnal sebagai pengingat tujuan.
  4. Buat Vision Board atau papan impian agar motivasi tetap terjaga.
  5. Fokus pada satu target sebelum menambah kebiasaan baru.

Mengapa tindakan nyata jauh lebih penting daripada rencana?

Bagi Ferina, perubahan tidak akan pernah terjadi tanpa tindakan.

Ia mengibaratkan proses berkembang seperti mendaki gunung.

Seseorang tidak harus mengetahui seluruh jalur menuju puncak sebelum memulai perjalanan.

Yang terpenting adalah berani mengambil langkah pertama.

"Sejauh apa pun versi ideal kamu, kamu enggak usah overthinking-in gimana caranya untuk dapat ke sana. Yang harus kamu lakukan sekarang adalah step by step terkecil... kita akan tahu jalan berikutnya ketika kita melangkah."

Selain bertindak, ia juga mengajak penonton melepaskan beban masa lalu.

Kesalahan, kegagalan, maupun pengalaman memalukan tidak harus terus dibawa hingga menghambat langkah berikutnya.

Menurutnya, setiap hari dapat menjadi kesempatan baru untuk membangun identitas yang lebih baik.

Tantangan lain yang sering muncul berasal dari lingkungan sekitar.

Ada kalanya perubahan seseorang justru dipandang aneh atau diragukan oleh orang lain.

Ferina menilai hal itu wajar.

Namun, yang paling menentukan bukanlah penilaian orang lain, melainkan apakah seseorang tetap percaya terhadap dirinya sendiri.

Jika memungkinkan, ia menyarankan mengurangi interaksi dengan lingkungan yang terus-menerus melemahkan semangat untuk berubah dan memperbanyak berada di lingkungan yang mendukung perkembangan positif.

Pada akhirnya, Ferina mengakui dirinya pun masih terus berproses.

Ia belum merasa mencapai versi terbaik secara sempurna.

Namun, setiap perubahan kecil dibanding hari sebelumnya menjadi alasan untuk terus bersyukur dan melanjutkan perjalanan pengembangan diri.

Baca Juga: Mengapa Introvert Sering Canggung? Video Sudut Terbalik Ungkap Kebiasaan yang Perlu Diperbaiki

Poin Penting:

  • Perasaan sulit self-love sering berawal dari kebiasaan yang tidak berubah.
  • Mengidentifikasi penyebab tidak menyukai diri menjadi langkah awal perubahan.
  • Menepati janji kepada diri sendiri membantu membangun rasa percaya diri.
  • Keyakinan bahwa perubahan mungkin terjadi memengaruhi tindakan sehari-hari.
  • Fokus pada satu kebiasaan kecil lebih efektif dibanding banyak target sekaligus.
  • Tindakan konsisten jauh lebih penting daripada sekadar membuat rencana.

Insight Redaksi: Dari sudut pandang tim Balikpapan TV, pesan Ferina Triananda menarik karena menggeser fokus dari sekadar mencari motivasi menuju membangun kebiasaan yang nyata. Banyak orang mengejar rasa percaya diri terlebih dahulu, padahal kepercayaan diri sering muncul setelah tindakan dilakukan berulang kali. Pendekatan seperti ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk bagi pekerja muda maupun mahasiswa di Balikpapan yang sedang beradaptasi dengan tantangan baru. Kada harus langsung sempurna, yang penting terus bergerak. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil, Ces.

Terus ikuti informasi inspiratif, edukatif, dan penuh manfaat agar setiap hari selalu punya sudut pandang baru. Update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa Ferina Triananda menilai self-love tidak bisa muncul secara instan?
Karena menurutnya, penerimaan diri lahir dari proses memperbaiki kebiasaan, pola pikir, dan tindakan, bukan hanya dari keinginan untuk mencintai diri sendiri.

2. Apa langkah pertama yang disarankan untuk mulai berubah?
Langkah pertama adalah memiliki kemauan yang sangat kuat serta merasa benar-benar ingin meninggalkan kebiasaan lama yang menghambat perkembangan diri.

3. Apa yang dimaksud dengan ideal self?
Ideal self adalah gambaran rinci mengenai versi diri yang ingin diwujudkan, meliputi karakter, kebiasaan, pola pikir, hingga gaya hidup yang diharapkan.

4. Mengapa kebiasaan kecil dianggap penting?
Karena kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membangun kepercayaan terhadap diri sendiri dan menjadi fondasi perubahan jangka panjang.

5. Bagaimana menghadapi orang yang meragukan perubahan diri?
Ferina menyarankan tetap fokus pada tujuan pribadi, mempercayai kemampuan diri sendiri, dan bila memungkinkan berada di lingkungan yang mendukung perubahan positif.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di media sosial YouTube, dengan judul "Cara Menciptakan Versi Terbaru Dirimu Sendiri" oleh Ferina Triananda. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Ferina Triananda #self-love #youtube