Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Mengapa IPK Bukan Penentu Sukses? Ninda Bagikan Enam Kebiasaan Belajar yang Konsisten

AdminBTV • Kamis, 2 Juli 2026 | 07:41 WIB
Enam kebiasaan belajar efektif membantu meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan perkembangan karier secara konsisten setiap hari. (BTV/AI)
Enam kebiasaan belajar efektif membantu meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan perkembangan karier secara konsisten setiap hari. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Enam kebiasaan belajar efektif untuk meningkatkan keterampilan secara konsisten setelah memasuki dunia kerja

Ikhtisar: Artikel ini membahas enam kebiasaan belajar yang dinilai membantu meningkatkan keterampilan secara berkelanjutan, mulai dari membangun rasa penasaran hingga menerapkan hasil belajar dalam kehidupan nyata.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Nilai akademik bukan selalu penentu perkembangan karier. Ninda membagikan enam kebiasaan belajar yang menurut pengalamannya membantu terus meningkatkan kemampuan hingga bekerja di luar negeri dan menempuh S2 Applied Neuroscience di King's College London.

Masih banyak yang belajar keras tetapi hasilnya terasa jalan di tempat. Nah, simak terus pembahasannya sampai selesai supaya makin paham cara belajarnya. Kada usah buru-buru pindah halaman, Ces!

Baca Juga: Mengapa Dua Jam Pertama Setelah Bangun Menentukan Hari? Ini Penjelasan Ninda

Apa yang membuat rasa penasaran menjadi awal belajar yang efektif?

Belajar yang berangkat dari rasa penasaran dinilai membuat informasi bertahan lebih lama di ingatan. Ninda mengatakan otak cenderung menghubungkan pengetahuan baru dengan hal yang memang menarik perhatian.

Ia menceritakan bahwa IPK 2,9 saat lulus kuliah bukan menjadi faktor yang membawanya berkembang hingga bekerja di luar negeri. Yang membuat perbedaan justru kebiasaan belajar yang terus dilakukan secara konsisten.

Menurut Ninda, banyak orang masih membawa pola belajar saat sekolah. Materi dipelajari hanya demi ujian, lalu perlahan terlupakan ketika sudah tidak digunakan lagi.

Di dunia kerja, situasinya berbeda. Fokusnya bukan lagi nilai akademik, melainkan kemampuan yang benar-benar dapat diterapkan.

Ninda menjelaskan bahwa belajar sesuatu karena dianggap wajib sering kali membuat motivasi cepat hilang. Sebaliknya, topik yang memang memancing rasa ingin tahu membuat proses belajar terasa lebih alami.

"Waktu kamu belajar sesuatu yang bikin kamu penasaran, otak kamu tuh enggak perlu dipaksa. Dia otomatis nyambungin informasi baru ke hal yang udah kamu tahu, otomatis ingat lebih lama, dan otomatis juga cari tahu lebih dalam." — Ninda, Kreator Konten & Mahasiswa S2 Applied Neuroscience di King's College London

Sebagai langkah awal, ia menyarankan memilih tiga topik yang benar-benar menarik perhatian. Setelah itu, tentukan satu topik sebagai fokus utama agar proses belajar memiliki arah yang jelas.

Mengapa target belajar perlu dibuat sangat konkret?

Tujuan belajar yang jelas membantu fokus, menyaring informasi relevan, dan mempermudah mencapai hasil yang diinginkan. (BTV/AI)
Tujuan belajar yang jelas membantu fokus, menyaring informasi relevan, dan mempermudah mencapai hasil yang diinginkan. (BTV/AI)

Rasa ingin tahu menjadi awal yang baik, tetapi tetap membutuhkan tujuan yang jelas. Target konkret membantu otak menyaring informasi yang benar-benar relevan.

Ninda memberi contoh sederhana. Target seperti "ingin bisa presentasi tanpa gugup bulan depan" dinilai jauh lebih jelas dibanding sekadar "ingin meningkatkan public speaking."

Begitu juga dengan investasi. Target membeli ETF pertama sebelum akhir bulan dinilai lebih mudah diwujudkan dibanding hanya mengatakan ingin memahami investasi.

"Rasa penasaran itu penting, tapi tanpa arah itu cuma jadi scrolling yang lebih intelek. Kamu butuh jawaban atas satu pertanyaan sederhana: apa yang mau kamu hasilkan? Dan ini harus sekonkret mungkin." — Ninda, Kreator Konten & Mahasiswa S2 Applied Neuroscience di King's College London

Tips sederhana yang disarankan Ninda:

  1. Tentukan satu hasil yang ingin dicapai.
  2. Beri batas waktu yang realistis.
  3. Tempelkan target di tempat yang mudah terlihat setiap hari.

Dengan cara itu, setiap informasi baru dapat dinilai apakah mendukung tujuan tersebut atau justru hanya menjadi tambahan yang kurang relevan.

Baca Juga: Pelajaran Abigail Limuria tentang Emosi, Validasi, dan Makna Kedewasaan

Benarkah waktu belajar sebenarnya sudah tersedia di keseharian?

Menurut Ninda, banyak orang merasa tidak memiliki waktu belajar. Namun setelah memperhatikan rutinitas, ia menemukan cukup banyak sela aktivitas yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan.

Contohnya saat perjalanan menuju kantor, berolahraga, memasak, atau membereskan rumah. Aktivitas tersebut tetap memungkinkan seseorang mendengarkan podcast atau audiobook sesuai topik yang sedang dipelajari.

Ninda menegaskan bahwa pendekatan ini bukan berarti mengisi seluruh waktu dengan produktivitas. Fokusnya adalah mengganti sebagian konsumsi konten yang kurang bermanfaat menjadi materi yang mendukung pengembangan kemampuan.

Perbedaan itu, menurutnya, muncul dari pilihan kecil yang dilakukan setiap hari. Satu perubahan sederhana dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan belajar yang berlangsung dalam jangka panjang.

Mengapa memulai lebih dulu sering kali lebih efektif daripada menunggu siap?

Banyak orang menunda praktik karena merasa ilmunya belum lengkap. Ninda menilai pola ini justru membuat proses belajar berjalan lebih lambat karena seseorang terus mengejar rasa siap yang belum tentu datang.

Ia memberi contoh orang yang ingin menjadi kreator konten. Ada yang menghabiskan waktu berminggu-minggu mengikuti kelas, membaca teori, dan mempelajari teknik, tetapi belum pernah mengunggah satu video pun.

Sebaliknya, ada yang langsung membuat satu karya sederhana. Setelah melihat hasilnya, barulah mencari materi yang benar-benar dibutuhkan untuk memperbaiki kekurangan.

"Informasi yang kamu cari saat kamu lagi stuck itu enggak akan kamu lupa, karena otak kamu itu tahu bahwa itu adalah relevan buat masalah yang kamu rasain sendiri." — Ninda, Kreator Konten & Mahasiswa S2 Applied Neuroscience di King's College London

Menurutnya, belajar saat menghadapi persoalan nyata membuat informasi jauh lebih mudah diingat karena langsung digunakan untuk menyelesaikan tantangan yang sedang dihadapi.

Langkah yang dapat dicoba minggu ini:

  1. Pilih satu keterampilan yang sedang dipelajari.
  2. Lakukan satu tindakan kecil hari ini meski hasilnya belum sempurna.
  3. Catat kendala yang muncul sebagai bahan belajar berikutnya.

Baca Juga: 5 Pelajaran Hidup dari Andra Alodita tentang Tujuan Hidup dan Pemulihan Diri

Bagaimana membedakan paham dengan sekadar menghafal?

Menyimpan informasi belum tentu berarti memahami materi. Ninda menjelaskan, seseorang sering merasa menguasai suatu topik setelah membaca buku atau menonton video, tetapi kesulitan menjelaskannya kembali dengan bahasa sederhana.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia memperkenalkan Feynman Technique. Teknik ini dilakukan dengan menutup seluruh referensi, lalu menjelaskan materi menggunakan kata-kata sendiri seolah sedang mengajarkannya kepada orang lain.

Bagian yang sulit dijelaskan menjadi penanda bahwa pemahaman masih perlu diperdalam. Cara ini membantu menemukan titik yang benar-benar membutuhkan proses belajar lanjutan.

"Waktu kamu paksa diri jelasin sesuatu dengan kata-kata sendiri, otak kamu tuh aktif menyambungi informasi baru ke hal yang sudah kamu tahu. Itu yang akhirnya bikin pengetahuan jadi menetap, bukan cuma lewat." — Ninda, Kreator Konten & Mahasiswa S2 Applied Neuroscience di King's College London

Ninda juga mengaitkan kebiasaan tersebut dengan penjelasan dalam neuroscience. Menurutnya, ketika seseorang menyusun ulang informasi menggunakan bahasa sendiri, otak membangun hubungan baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sehingga materi lebih mudah bertahan dalam ingatan.

Mengapa praktik menjadi tahap yang paling menentukan?

Belajar belum selesai ketika catatan telah dibuat atau video selesai ditonton. Ninda menilai perkembangan baru benar-benar terlihat saat pengetahuan dicoba di dunia nyata.

Ia memberi contoh sederhana. Orang yang sedang melatih kemampuan presentasi dapat mengambil kesempatan berbicara di depan tim kecil. Sementara yang sedang belajar bahasa Inggris bisa mulai mengirim voice note atau berbincang dengan penutur aktif.

Menurut Ninda, pengalaman praktik memberikan umpan balik yang tidak bisa diperoleh hanya dari buku atau kelas. Dari situ seseorang mengetahui apakah cara yang digunakan sudah berhasil atau masih perlu diperbaiki.

Baginya, hasil nyata menjadi ukuran perkembangan yang paling jelas. Bukan sekadar catatan belajar, melainkan perubahan kemampuan setelah mencoba secara langsung.

Baca Juga: Mengapa Dipahami Lebih Bermakna dari Dicintai? Ini Penjelasan Jessie Don

Poin Penting:

Insight redaksi: Pengalaman Ninda menunjukkan bahwa perjalanan belajar tidak selalu ditentukan oleh nilai akademik. Dari sudut pandang Balikpapan TV, pesan yang paling menonjol justru ada pada perubahan kebiasaan kecil yang dilakukan berulang. Banyak pekerja merasa waktunya sempit, padahal sela aktivitas masih dapat dimanfaatkan dengan pilihan yang berbeda. Itu yang patut dicermati. Kada harus menunggu semua serba sempurna untuk mulai berkembang. Sedikit demi sedikit, kemampuan akan terbentuk lewat praktik yang konsisten, nah itu sudah.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang sedang berusaha meningkatkan keterampilan kerja. Siapa tahu ada satu kebiasaan sederhana yang langsung bisa diterapkan mulai hari ini, Ces!

Masih ingin mengikuti pembahasan inspiratif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari? Tetap ikuti informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa pesan utama yang disampaikan Ninda dalam pengalaman belajarnya?
Nilai akademik bukan satu-satunya penentu perkembangan. Kebiasaan belajar yang konsisten dinilai memberi dampak besar terhadap peningkatan keterampilan.

2. Apa enam kebiasaan belajar yang dibagikan Ninda?
Mengikuti rasa penasaran, menetapkan target konkret, memanfaatkan sela waktu, memulai praktik lebih awal, memahami materi dengan bahasa sendiri, serta menerapkan hasil belajar secara langsung.

3. Mengapa rasa penasaran dianggap penting saat belajar?
Karena topik yang menarik perhatian membuat otak lebih mudah menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sehingga materi lebih mudah diingat.

4. Apa fungsi Feynman Technique menurut Ninda?
Teknik ini digunakan untuk menguji pemahaman dengan menjelaskan materi memakai bahasa sendiri. Bagian yang masih sulit dijelaskan menjadi petunjuk materi yang perlu diperdalam.

5. Mengapa praktik menjadi bagian penting dalam proses belajar?
Praktik memberikan umpan balik dari pengalaman nyata sehingga seseorang dapat mengetahui apakah kemampuan yang dipelajari sudah berjalan dengan baik atau masih perlu diperbaiki.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Ninda #King's College London #Feynman Technique