Durasi Baca: 6 Menit
Topik: Pandangan Maya Septha tentang self love, kebahagiaan, dan keseimbangan peran dalam keluarga.
Ikhtisar: Artikel ini membahas makna kebahagiaan menurut Maya Septha, pentingnya self love, alasan me-time diperlukan, serta cara menjaga keseimbangan diri tanpa mengabaikan keluarga.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kebahagiaan menurut Maya Septha bukan lagi soal memiliki semuanya, melainkan berani menerima bahwa apa yang dimiliki saat ini sudah cukup serta berhenti membandingkan diri dengan orang lain.
Masih banyak yang mengira mencintai diri sendiri berarti mementingkan diri. Padahal pembahasannya jauh berbeda. Ikuti terus sampai habis, ada banyak sudut pandang yang mungkin relevan buat keseharian, kada rugi baca sampai akhir, Ces!
Apa arti bahagia menurut Maya Septha saat ini?
Bahagia, menurut Maya Septha, dimulai dari keputusan pribadi. Ia memilih menerima kenyataan yang mungkin tidak selalu sesuai harapan, lalu mengatakan kepada dirinya bahwa apa yang dimiliki sudah cukup.
Dalam wawancara bersama Nikita Willy, Maya menjelaskan bahwa kebahagiaan tidak datang karena hidup sempurna. Yang paling berpengaruh justru kemampuan berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan menerima kondisi yang sedang dijalani.
"Berbahagia itu sebuah keputusan. Keputusan untuk bilang ini cukup, menerima kenyataan yang mungkin enggak ideal buat kita, dan enggak membandingkan diri sama orang lain." — Maya Septha, Public Figure & Penulis Buku Secangkir Teh Maya
Pandangan tersebut menjadi perubahan besar dibanding masa-masa sebelumnya ketika pencapaian sering dijadikan ukuran kebahagiaan.
Baca Juga: Mengapa Motivasi Sering Gagal? Ini Cara Membangun Kebiasaan Konsisten Menurut Atomic Habits
Mengapa terlihat kuat belum tentu berarti baik-baik saja?
Maya Septha menilai hanya diri sendiri yang benar-benar mengetahui kondisi batin. Orang lain mungkin melihat seseorang tampak kuat, tetapi yang merasakan apakah dirinya bahagia atau tidak tetaplah dirinya sendiri.
Karena itu, ia mengajak untuk lebih peka terhadap kebutuhan diri. Tidak harus selalu tampil sempurna, tidak harus selalu mampu mengatasi semuanya seorang diri.
Menurutnya, menjadi manusia biasa dengan segala keterbatasan bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan. Kesadaran itulah yang membantu seseorang memahami apa yang sebenarnya sedang dibutuhkan.
Apa yang dilakukan Maya Septha ketika mulai merasa lelah?
Saat kondisi emosional mulai menurun, Maya memilih mengambil jeda sejenak. Ia memberi ruang untuk mendengarkan dirinya sendiri sebelum kembali menjalankan aktivitas.
Bentuk jedanya tidak selalu besar. Kadang cukup lima menit menikmati keheningan di kamar mandi, beristirahat sekitar tiga puluh menit, berjalan santai di sekitar rumah, atau sekadar berkeliling pusat perbelanjaan tanpa harus membeli apa pun.
Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, langkah pertama adalah mengenali apa yang benar-benar diperlukan pada saat tersebut.
Tips sederhana yang dibagikan Maya Septha:
- Luangkan waktu sejenak untuk mengenali kebutuhan diri.
- Istirahat ketika tubuh mulai terasa lelah.
- Cari aktivitas sederhana yang membuat hati terasa lebih ringan.
- Tidak perlu memaksakan me-time yang mahal atau rumit.
Bagaimana Maya Septha mempraktikkan self love dalam kehidupan sehari-hari?
Bagi Maya Septha, self love bukan sekadar meluangkan waktu untuk diri sendiri. Ia memaknainya sebagai upaya memperbaiki pola hidup dari sisi fisik, mental, dan spiritual agar keseharian berjalan lebih seimbang.
Ia mulai memperhatikan jam tidur, waktu istirahat, makanan yang dikonsumsi, hingga rutinitas olahraga. Di sisi lain, hubungan dengan Tuhan juga menjadi bagian penting karena membantunya tetap fokus pada tujuan hidup tanpa terus membandingkan diri dengan orang lain.
"Mencintai diri itu enggak egois. Kita perlu berbaik hati kepada diri sendiri sebelum memberikan diri kepada orang lain. Kita enggak bisa memberi dari cangkir yang kosong." — Maya Septha, Public Figure & Penulis Buku Secangkir Teh Maya
Maya menggambarkan diri seperti sebuah cangkir. Jika seluruh isi terus diberikan kepada orang lain tanpa pernah diisi kembali, lama-kelamaan tidak ada lagi yang bisa dibagikan.
Baca Juga: Jingga's Jive Ungkap Pentingnya Bertumbuh Tanpa Validasi agar Motivasi Tidak Mudah Hilang
Mengapa self love bukan tindakan egois bagi seorang ibu?
Menurut Maya, rasa bersalah sering muncul ketika seorang ibu ingin memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Perasaan itu pernah ia alami, terutama ketika anak-anak masih kecil.
Namun, ia kemudian memahami bahwa dirinya juga manusia yang memiliki kebutuhan. Ketika kondisi fisik dan emosional terjaga, suasana rumah ikut menjadi lebih nyaman dan hubungan dengan anak-anak pun terasa lebih hangat.
Sebaliknya, ketika tubuh dan pikiran sudah terlalu lelah, kesabaran menjadi lebih tipis. Kondisi inilah yang menurutnya dapat memengaruhi suasana keluarga secara keseluruhan.
Apa dampaknya jika seseorang tidak pernah memiliki waktu untuk dirinya sendiri?
Maya Septha menilai kelelahan berkepanjangan atau burn out bisa muncul ketika seseorang terus memenuhi kebutuhan orang lain tanpa memberi jeda bagi dirinya sendiri.
Ia mengibaratkannya seperti memegang panci terus-menerus. Jika sesekali diletakkan, tangan akan kembali kuat. Namun jika terus digenggam dari pagi hingga malam tanpa istirahat, tenaga perlahan akan habis.
Karena itu, ia menekankan pentingnya mengenali batas kemampuan diri sebelum benar-benar kehabisan energi. Dukungan pasangan juga menjadi bagian yang membantu seseorang memperoleh waktu istirahat yang cukup.
Apa konsep CORE yang diterapkan Maya Septha saat menghadapi konflik hubungan?
Dalam membangun hubungan yang sehat, Maya Septha membagikan konsep CORE yang ia pelajari dari seminar pernikahan. Menurutnya, empat prinsip ini membantu pasangan mencari solusi tanpa terjebak saling menyalahkan.
"Dalam menghadapi konflik hubungan, kita harus menerapkan konsep CORE. Salah satunya adalah Cooperation (Kerja sama); kita itu kerja sama dalam satu tim. Bukan mencari siapa yang salah atau siapa yang benar, melainkan mencari apa yang salah dan apa yang bisa kita perbaiki bersama." — Maya Septha, Public Figure & Penulis Buku Secangkir Teh Maya
Empat prinsip CORE yang dijelaskan Maya Septha meliputi:
- Cooperation – Melihat pasangan sebagai satu tim untuk menyelesaikan masalah bersama.
- Ownership – Berani mengambil tanggung jawab atas bagian yang menjadi peran masing-masing.
- Respect – Menjaga pilihan kata, intonasi, ekspresi, serta waktu yang tepat saat berkomunikasi.
- Empathy – Berusaha memahami sudut pandang pasangan sebelum memberikan respons.
Menurut Maya, komunikasi yang sehat membutuhkan kedewasaan. Bukan hanya saat menyampaikan pendapat, tetapi juga ketika mendengarkan pasangan tanpa terburu-buru membela diri.
Baca Juga: Mengapa Dua Jam Pertama Setelah Bangun Menentukan Hari? Ini Penjelasan Ninda
Poin Penting:
- Maya Septha memaknai kebahagiaan sebagai keputusan untuk merasa cukup dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain.
- Self love dijalankan melalui perhatian terhadap kesehatan fisik, mental, dan spiritual secara seimbang.
- Me-time tidak harus mahal, yang terpenting sesuai kebutuhan dan dapat membantu memulihkan energi.
- Mengisi "cangkir" diri sendiri lebih dulu membuat seseorang mampu memberi perhatian yang lebih baik kepada keluarga.
- Konsep CORE menjadi pegangan Maya Septha dalam menghadapi konflik hubungan dan menjaga komunikasi tetap sehat.
Insight redaksi: Dari sudut pandang Balikpapan TV, pembahasan Maya Septha menarik karena memindahkan fokus self love dari sekadar tren menjadi kebiasaan yang bisa dipraktikkan setiap hari. Ia tidak menawarkan cara yang rumit atau mahal, melainkan mengajak melihat kebutuhan diri secara realistis. Bagi banyak keluarga, tantangan terbesar sering kali bukan kurangnya kasih sayang, melainkan kelelahan yang terus menumpuk. Nah, itu yang patut diperhatikan. Menyediakan jeda untuk diri sendiri bukan berarti mengurangi perhatian kepada keluarga, justru menjadi bekal agar hubungan di rumah tetap hangat dan komunikasi berjalan lebih sehat.
Kalau ada waktu yang selama ini selalu habis untuk rutinitas, mungkin sudah saatnya menyisihkan beberapa menit untuk mengevaluasi kebutuhan diri. Mulai dari langkah yang paling sederhana dulu, kada perlu memaksakan sesuatu yang di luar kemampuan.
Bagikan juga artikel ini ke bubuhan ikam yang mungkin sedang mencari cara menjaga keseimbangan antara mengurus keluarga dan merawat diri sendiri agar semakin banyak yang memperoleh sudut pandang baru.
Masih ingin mengikuti pembahasan inspiratif, kisah tokoh, dan informasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari? Selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa definisi bahagia menurut Maya Septha?
Bahagia adalah keputusan untuk merasa cukup, menerima keadaan, dan tidak terus membandingkan diri dengan orang lain.
2. Bagaimana Maya Septha memaknai self love?
Self love dilakukan dengan menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual agar mampu menjalani peran sehari-hari dengan lebih baik.
3. Apakah me-time harus mengeluarkan biaya besar?
Tidak. Maya Septha menilai me-time bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti beristirahat, berjalan santai, atau menikmati waktu tenang.
4. Mengapa self love penting bagi seorang ibu?
Karena ketika kondisi fisik dan emosional terjaga, suasana rumah menjadi lebih nyaman dan kesabaran dalam mendampingi keluarga juga meningkat.
5. Apa isi konsep CORE yang dijelaskan Maya Septha?
CORE terdiri dari Cooperation, Ownership, Respect, dan Empathy sebagai prinsip untuk membangun komunikasi dan menyelesaikan konflik dalam hubungan.