Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Mengapa Dipahami Lebih Bermakna dari Dicintai? Ini Penjelasan Jessie Don

AdminBTV • Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:07 WIB
Andra Alodita menekankan pentingnya mengenal diri sendiri untuk membangun hubungan emosional yang sehat. (BTV/AI)
Andra Alodita menekankan pentingnya mengenal diri sendiri untuk membangun hubungan emosional yang sehat. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Mengenal Diri Sendiri dan Membangun Hubungan Emosional yang Sehat

Ikhtisar: Artikel ini membahas tanda kehilangan jati diri, pentingnya waktu sendiri, percakapan sulit, serta cara meningkatkan kualitas emosi dalam hubungan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Mengenal diri sendiri disebut menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang sehat, termasuk saat mencari pasangan yang cerdas secara emosional.

Masih sering sibuk mengejar banyak hal tapi tetap merasa kosong? Simak sampai habis karena ada banyak sudut pandang menarik yang bisa jadi bahan renungan. Baca sampai akhir nah, Ces!

Mengapa Seseorang Bisa Terlihat Berhasil tetapi Tetap Merasa Kosong?

Perasaan hampa dapat muncul meski seseorang tampak berprestasi dan aktif menjalani berbagai kegiatan. Jessie Don menjelaskan kondisi itu sering terjadi ketika seseorang bergantung pada pengakuan dari luar dirinya.

Distraksi pun hadir dalam banyak bentuk. Bukan hanya kebiasaan menggulir media sosial, tetapi juga pekerjaan, olahraga, aktivitas spiritual, bahkan membaca buku pengembangan diri secara berlebihan.

Menurut Jessie Don, kehilangan diri sendiri terasa seperti hidup di tengah keramaian tetapi batinnya kosong. Ketika validasi eksternal berhenti datang, sebagian orang kesulitan memahami tujuan internal mereka.

Baca Juga: 4 Langkah Mengatasi Overthinking dan Membangun Perubahan Hidup Versi Roma

Bagaimana Cara Sederhana Mengenal Diri Sendiri?

Meluangkan waktu sendiri tanpa gangguan menjadi langkah awal untuk memahami kondisi batin. Cara ini membantu seseorang mengenali emosi yang selama ini tertutup oleh rutinitas.

Jessie Don menyarankan untuk mengajukan pertanyaan sederhana kepada diri sendiri. Misalnya, apa yang dirasakan hari ini, hal apa yang memicu emosi, atau ketakutan apa yang belum dihadapi.

Menulis jurnal menjadi metode yang sering digunakan olehnya. Dengan menumpahkan pikiran ke dalam tulisan, seseorang dapat melihat pola perasaan dan memahami dirinya secara perlahan.

Tips sederhana memulai journaling:

  1. Sisihkan waktu beberapa menit tanpa ponsel.
  2. Tuliskan emosi yang paling dominan hari itu.
  3. Catat hal yang belum berani diungkapkan kepada orang lain.

Mengapa Memelankan Ritme Hidup Menjadi Penting?

Jessie Don mengajak memberi ruang jeda untuk refleksi dan memahami tujuan hidup. (BTV/AI)
Jessie Don mengajak memberi ruang jeda untuk refleksi dan memahami tujuan hidup. (BTV/AI)

Tubuh dan pikiran membutuhkan jeda agar mampu melakukan refleksi mendalam. Mengisi jadwal tanpa ruang istirahat justru membuat seseorang sulit berkonsentrasi dan merasa gelisah.

Jessie Don mengibaratkan kondisi tersebut seperti mobil yang melaju cepat. Kendaraan tidak bisa berhenti mendadak, melainkan memerlukan momentum untuk mengurangi kecepatan.

"Kita semua sibuk, tapi balik lagi ke prioritas. Kita tanya lagi, we start with the why."

Pertanyaan mengenai alasan di balik ambisi dinilai penting. Sebab, seseorang bisa saja terus berlari tanpa memahami tujuan akhirnya.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Daya Tarik Sosial Melalui Energi dan Komunikasi Positif

Apa yang Membuat Hard Conversation Sulit Dilakukan?

Percakapan berat biasanya berkaitan dengan rasa takut. Takut ditolak, disalahpahami, dianggap buruk, atau tidak dimengerti membuat seseorang memilih diam.

Jessie Don menilai sikap menunda pembicaraan penting hanya memperpanjang masalah. Hal yang disimpan rapat tidak menghilang, melainkan menunggu waktu hingga akhirnya berdampak pada hubungan dan kesehatan mental.

Ada beberapa cara yang disarankan untuk memulai percakapan sulit.

Langkah memulai hard conversation:

  1. Jangan langsung menganggap lawan bicara berniat buruk.
  2. Pilih waktu ketika kedua pihak sedang santai.
  3. Utamakan percakapan tatap muka dibanding pesan singkat.

Menurut Jessie Don, tidak ada cara mudah menjalani percakapan berat. Yang dapat diubah adalah kemampuan seseorang untuk merasa nyaman menghadapi ketidaknyamanan.

Mengapa Dipahami Bisa Lebih Bermakna daripada Dicintai?

Dicintai belum tentu membuat seseorang bebas menjadi dirinya sendiri. Sebaliknya, dipahami memberikan rasa aman untuk menunjukkan sisi terdalam tanpa takut dinilai.

Jessie Don mengatakan seseorang dapat dicintai tanpa benar-benar dimengerti. Namun ketika ada usaha sadar untuk memahami pengalaman, perasaan, dan perubahan pasangan, hubungan cenderung terasa lebih hangat.

"Mungkin kebanyakan orang tua itu cinta sama anaknya. Tapi tanpa dipahami, kita tidak merasa bebas 100% untuk menjadi diri sendiri."

Ia juga membagikan pandangannya tentang cinta dalam hubungan romantis.

"Cinta = (Bicara + Mendengarkan) × Perasaan Didengarkan Pasangan"

Hubungan, menurutnya, sebagian besar diisi oleh komunikasi. Karena itu pasangan perlu terus mengenal satu sama lain meskipun telah bersama dalam waktu lama.

Baca Juga: 5 Pelajaran dari Jingga tentang Kendali Diri, Mindset, dan Perubahan Hidup

Bagaimana Menjadi Magnet bagi Pasangan yang Cerdas Emosional?

Mencari pasangan yang berkualitas dimulai dari memperbaiki kualitas diri sendiri. Jessie Don mengingatkan bahwa seseorang tidak dapat berharap menarik pasangan dengan kesadaran tinggi jika belum mengenali dirinya sendiri.

Ia mengutip pandangan Dr. Tara Swart, seorang neuroscientist.

"You meet people on the same level of psychological wound as you."

Pengalaman pribadinya juga menunjukkan hal serupa. Sebelum bertemu suaminya pada 2017, Jessie Don beberapa kali mengalami kegagalan dalam pendekatan hubungan.

Alih-alih fokus menemukan orang yang tepat, ia memilih memperbaiki batin, menerima masukan, dan tetap rendah hati. Proses itu dilakukan bukan karena putus asa mencari pasangan, melainkan karena ingin menjadi pribadi yang lebih baik.

Poin Penting:

Insight redaksi: Obrolan Jessie Don menarik karena menggeser fokus dari mencari pasangan ideal menjadi membangun kualitas batin terlebih dahulu. Banyak orang sibuk mengejar pencapaian, tetapi jarang mengecek kondisi emosinya sendiri. Di Balikpapan, ritme kerja yang padat juga sering membuat waktu refleksi tersisih. Padahal, kemampuan duduk sebentar bersama pikiran sendiri bisa menjadi investasi hubungan jangka panjang. Patut dicoba. Kada perlu langsung sempurna, mulai dari beberapa menit sehari saja. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami pentingnya mengenal diri sendiri, Ces!

Masih penasaran kenapa hubungan terasa dekat tetapi tetap berjarak? Ikuti terus pembahasan menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa tanda seseorang kehilangan diri sendiri?
Merasa hampa, bergantung pada validasi luar, dan sulit menikmati waktu sendiri.

2. Mengapa journaling disarankan Jessie Don?
Karena membantu mengenali emosi, pikiran, dan ketakutan yang belum terungkap.

3. Apa yang dimaksud hard conversation?
Percakapan yang terasa berat karena ada rasa takut ditolak atau disalahpahami.

4. Mengapa dipahami dianggap penting dalam hubungan?
Karena membuat seseorang merasa aman dan bebas menjadi dirinya sendiri.

5. Bagaimana menarik pasangan yang cerdas emosional?
Dengan meningkatkan kesadaran diri, memperbaiki kualitas batin, dan menerima masukan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Jessie Don #Dr. Tara Swart #journaling