Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

4 Langkah Mengatasi Overthinking dan Membangun Perubahan Hidup Versi Roma

Arya Kusuma • Kamis, 25 Juni 2026 | 12:38 WIB
Ilustrasi konsep self love, manifestasi, dan afirmasi positif untuk mendukung kesehatan mental. (BTV/AI)
Ilustrasi konsep self love, manifestasi, dan afirmasi positif untuk mendukung kesehatan mental. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Memahami Perbedaan Self Love, Manifestasi, dan Afirmasi Positif

Ikhtisar: Artikel ini membahas pandangan Roma mengenai penerimaan diri, afirmasi, manifestasi, serta langkah membangun perubahan hidup melalui rasa syukur dan tindakan nyata.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Self love, manifestasi, dan law of attraction semakin sering dibahas di media sosial, tetapi Roma menilai ketiganya memiliki makna serta penerapan yang berbeda.

Masih penasaran apakah pikiran positif benar-benar memengaruhi perjalanan hidup? Simak sampai habis, bahasannya padat dan kada muter-muter, Ces!

Apa yang Membuat Self Love Berbeda dari Manifestasi?

Self love menurut Roma bukan bentuk keegoisan. Penerimaan diri justru menjadi titik awal untuk berdamai dengan kesalahan, kegagalan, serta pengalaman yang pernah mengecewakan.

Ia menjelaskan bahwa menerima diri dari A sampai Z akan memunculkan frekuensi positif. Proses itu membuat seseorang berhenti memusuhi masa lalunya sendiri.

Manifestasi memiliki makna berbeda. Roma menyebut manifestasi sebagai bisikan atau perkataan yang disampaikan kepada Sang Pencipta melalui frekuensi, salah satunya dengan menulis tujuan secara rinci.

Baca Juga: 5 Pelajaran dari Jingga tentang Kendali Diri, Mindset, dan Perubahan Hidup

Mengapa Pengalaman Menjadi Ojek Online Mengubah Cara Pandang Roma?

Roma mengenang masa menjadi pengemudi ojol sebelum memutuskan mengubah hidupnya. (BTV/AI)
Roma mengenang masa menjadi pengemudi ojol sebelum memutuskan mengubah hidupnya. (BTV/AI)

Roma mengaku pernah merasa tertinggal dibanding teman-temannya. Saat dirinya bekerja sebagai pengemudi ojek online, sebagian rekannya sudah memiliki usaha besar bahkan berkarier sebagai diplomat.

Perasaan itu semakin kuat ketika hubungan pertemanan mulai renggang. Ia sempat menganggap orang lain menjauh karena tidak ingin berkomunikasi dengannya.

Titik balik terjadi saat mengantar kopi ke seorang pekerja kantor. Dalam perjalanan pulang, Roma berdoa, "Ya Allah ya Rabbiku, kayaknya aku cukup deh di ojol ini," dan sejak saat itu mulai berupaya mengubah hidupnya.

Baca Juga: Keaslian Diri Prilly Latuconsina: Realitas Hidup di Balik Kamera Publik

Bagaimana Cara Mengendalikan Overthinking Menurut Roma?

Roma menilai emosi negatif merupakan bagian dari kehidupan manusia. Cara mengelolanya dimulai dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan memahami bahwa masa sulit hanyalah fase sementara.

Ia juga mengenalkan konsep quantum jump atau kesadaran mendalam untuk meninggalkan kondisi lama yang sudah tidak diinginkan lagi.

Untuk membangun perubahan, Roma menyarankan empat langkah sederhana.

1. Baca (Iqra)
Perbanyak membaca ilmu dan memperluas wawasan.

2. Jurnal
Tuliskan perjalanan hidup serta target yang ingin dicapai secara rinci.

3. Afirmasi
Mulai hari dengan rasa syukur, bukan tuntutan.

4. Eksekusi
Lakukan tindakan nyata agar tujuan memiliki peluang terwujud.

Roma mengatakan:

"Afirmasi itu dimulai dari kata syukur. Bukan meminta, bukan men-judge. Allah tidak suruh kamu 'berusahalah nanti aku kasih', melainkan Allah bilang 'Bersyukurlah, maka akan Aku tambahkan'."

Roma (Motivator Mental & Mindset)

Apakah Law of Attraction Selaras dengan Keyakinan Spiritual?

Roma berpandangan bahwa Law of Attraction atau LoA dapat dipahami sebagai prinsip bersyukur dan mengikhlaskan.

Menurutnya, keyakinan yang dibarengi rasa syukur serta tujuan yang jelas akan memperkuat manifestasi seseorang. Namun proses itu tidak berhenti pada harapan semata.

Ia menekankan pentingnya memantaskan diri. Seseorang yang berharap memperoleh rezeki besar juga perlu membekali diri dengan ilmu, membaca, atau menyiapkan rencana usaha.

Manifestasi, katanya, bukan aktivitas menunggu. Ada usaha yang harus dilakukan agar seseorang siap menerima peluang ketika datang.

Baca Juga: 5 Sikap Queen Mentality yang Membantu Perempuan Menghargai Diri

Benarkah Toxic Energy dan Perpisahan Bisa Muncul Saat Berubah?

Roma meyakini energi dapat memengaruhi lingkungan sekitar. Ketika seseorang mulai mengembangkan diri, pertemanan yang sebelumnya terasa nyaman terkadang berubah menjadi renggang.

Ia menilai kondisi tersebut bukan berarti hubungan harus diputuskan. Ada kalanya tujuan hidup masing-masing sudah bergerak ke arah berbeda.

Roma juga mengingatkan bahwa kebahagiaan pribadi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

"Selain mencari kebahagiaan kamu, carilah apa yang bisa kamu lakukan untuk orang lain. Karena semesta ini akan menaikkan dengan cepat orang yang memiliki nilai untuk orang banyak."

Roma (Motivator Mental & Mindset)

Bagi orang yang sedang kehilangan arah, Roma menyarankan untuk kembali mengenal diri sendiri. Mencintai diri, menjalani hobi yang disukai, dan membersihkan cara pandang terhadap diri dianggap sebagai langkah awal menemukan tujuan hidup.

Poin Penting:

Insight redaksi: Perbincangan mengenai manifestasi sering memicu perdebatan karena sebagian orang melihatnya sebagai harapan instan. Dalam wawancara ini, Roma justru menempatkan usaha, rasa syukur, dan kesiapan diri sebagai bagian utama. Ada sisi menarik yang patut dicermati warga Balikpapan. Banyak orang sibuk mengejar target besar, tetapi lupa mengevaluasi kondisi dirinya sendiri. Kadang yang dibutuhkan bukan tambahan motivasi, melainkan keberanian melihat cermin lebih lama. Pikirkan lagi. Bisa jadi itu titik awal perubahan, nah itu sudah. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami sudut pandang berbeda soal manifestasi dan self love.

Masih mencari cara memahami hubungan antara pikiran, rasa syukur, dan tindakan nyata? Ikuti terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa arti self love menurut Roma?
Self love adalah menerima diri sendiri, termasuk kegagalan dan pengalaman kurang menyenangkan.

2. Kapan waktu yang disarankan untuk melatih afirmasi?
Roma menyarankan afirmasi dilakukan saat baru bangun tidur sebelum membuka mata.

3. Apa saja empat langkah perubahan hidup versi Roma?
Membaca, menulis jurnal, afirmasi dengan rasa syukur, dan melakukan eksekusi.

4. Apakah manifestasi cukup dilakukan dengan berpikir positif?
Tidak. Manifestasi menurut Roma juga membutuhkan usaha nyata dan persiapan diri.

5. Mengapa pertemanan bisa berubah saat seseorang berkembang?
Roma menilai perubahan tujuan dan frekuensi hidup dapat membuat hubungan menjadi renggang.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Roma Motivator Mental & Mindset #Self love #Manifestasi dan afirmasi