Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Apa Itu Feminine Energy? Ini Penjelasan Ferina Triananda

AdminBTV • Selasa, 23 Juni 2026 | 17:07 WIB
Memahami energi feminin sebagai sikap menerima, tenang, dan autentik dalam kehidupan sehari-hari. (BTV/AI)
Memahami energi feminin sebagai sikap menerima, tenang, dan autentik dalam kehidupan sehari-hari. (BTV/AI)

Durasi Baca: 5 menit

Topik: Memahami Konsep Energi Feminin dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ikhtisar: Energi feminin dipahami sebagai pendekatan yang menekankan penerimaan, perawatan diri, keseimbangan emosi, serta membangun hubungan tanpa tekanan atau pemaksaan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Konsep feminine energy kembali ramai dibahas setelah Content Creator Ferina Triananda menjelaskan bagaimana pendekatan ini berfokus pada mencintai diri sendiri, rileks, dan menjaga keseimbangan energi dalam kehidupan.

Penasaran kenapa konsep ini menarik perhatian banyak orang? Simak terus ulasannya sampai habis, siapa tahu ada sudut pandang yang pas untuk ikam terapkan sehari-hari Ces!

Apa yang Dimaksud dengan Feminine Energy?

Feminine energy adalah konsep yang mengajarkan seseorang untuk mencapai hal yang diinginkan tanpa terus-menerus mengejar atau memaksakan keadaan. Fokus utamanya berada pada ketenangan, penerimaan, dan hubungan yang sehat dengan diri sendiri.

Menurut Ferina Triananda, energi ini bukan sekadar soal hubungan asmara. Konsep tersebut dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara memandang diri hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Ia mengatakan, "Di feminine energy ini kita diajarkan untuk gimana caranya mendapatkan apa yang kita inginkan dengan cara rileks, kita diam, kita fokus mencintai diri kita, merawat diri kita, dan hal-hal yang kita inginkan itu akan datang dengan sendirinya karena diri kita yang menarik, energi kita yang menarik mereka untuk datang."

Baca Juga: Mengapa Konsistensi Sering Gagal? Eva Alicia Soroti Evaluasi dan Distraksi

Apakah Energi Feminin Berkaitan dengan Jenis Kelamin?

Tidak. Dalam penjelasan Ferina, energi feminin dan energi maskulin tidak berkaitan dengan gender biologis seseorang.

Konsep ini dijelaskan melalui teori polaritas yang melihat bahwa berbagai hal di dunia memiliki pasangan yang saling melengkapi. Sama seperti siang dan malam, energi feminin dan maskulin juga dianggap hadir bersamaan dalam diri setiap individu.

Meski demikian, salah satu energi biasanya akan tampak lebih dominan dibanding yang lain. Dominasi tersebut dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, hingga membangun relasi.

Seperti Apa Karakter Energi Feminin dan Maskulin?

Energi feminin dan maskulin saling melengkapi, menciptakan keseimbangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (BTV/AI)
Energi feminin dan maskulin saling melengkapi, menciptakan keseimbangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (BTV/AI)

Energi feminin digambarkan seperti air yang mengalir. Karakternya lembut, intuitif, kreatif, empatik, dan mampu menerima keadaan dengan lebih terbuka.

Di sisi lain, energi maskulin identik dengan ketegasan, orientasi tujuan, konsistensi, logika, perlindungan, serta kemampuan mengambil keputusan.

Keduanya tidak ditempatkan sebagai energi yang saling bertentangan. Justru keduanya dipandang sebagai pasangan yang saling melengkapi ketika berada dalam kondisi seimbang.

Mengapa Konsep Ini Sering Dibahas dalam Hubungan?

Karena banyak pembahasan feminine energy berkaitan dengan dinamika hubungan antarpasangan. Ferina menilai sering kali terjadi ketidaksesuaian energi yang membuat hubungan terasa kurang nyaman.

Ia menjelaskan bahwa seseorang yang ingin berada dalam energi feminin dianjurkan belajar menerima bantuan, perhatian, atau perlakuan baik dari pasangan tanpa merasa harus selalu mengambil peran yang sama.

Dalam pandangan tersebut, tindakan menerima bukan berarti pasif. Sebaliknya, bentuk balasannya dapat berupa perhatian, kasih sayang, kelembutan, serta menciptakan rasa nyaman dalam hubungan.

Ferina juga menyoroti pentingnya menghindari kebiasaan mengejar atau memaksakan kehendak karena hal itu dianggap berlawanan dengan karakter energi feminin yang mengutamakan penerimaan.

Baca Juga: Cara Mengurangi Kebiasaan Membandingkan Diri Menurut Eva Alicia

Bagaimana Cara Melatih Energi Feminin yang Sehat?

Kuncinya berada pada tiga hal utama yang disebut Ferina, yaitu self-love, believing, dan relaxing.

Seseorang perlu merasa berharga, percaya bahwa dirinya layak mendapatkan hal baik, lalu menjalani proses hidup tanpa tekanan berlebihan.

Beberapa langkah yang disebut dapat membantu menjaga energi feminin antara lain:

1. Melakukan self-care secara rutin.
2. Meditasi untuk membantu tubuh lebih rileks.
3. Mendengarkan intuisi saat mengambil keputusan.
4. Mengekspresikan emosi secara sehat.
5. Mengembangkan kreativitas.
6. Menghabiskan waktu di alam melalui aktivitas grounding.

Ferina juga mengingatkan bahwa keseimbangan tetap menjadi faktor terpenting. Energi feminin maupun maskulin yang bekerja secara berlebihan tanpa kontrol dapat berdampak kurang baik bagi diri sendiri.

Ia menegaskan, "Cara kamu memberitahu dunia ini gimana kamu ingin diperlakukan adalah dengan kamu memperlakukan diri kamu sendiri seperti itu."

Baca Juga: Cara Eva Alicia Menghadapi Omongan Orang dan Menjaga Kendali Diri

Poin Penting:

Insight redaksi: Pembahasan feminine energy menarik karena menggeser fokus dari usaha yang terus-menerus menuju hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri. Di tengah rutinitas yang sering menuntut serba cepat, pesan tentang self-love, ketenangan, dan keseimbangan menjadi relevan. Namun yang menarik, Ferina juga menekankan pentingnya menjaga energi feminin dan maskulin tetap seimbang. Jadi bukan memilih salah satu, melainkan memahami kapan masing-masing diperlukan. Nah, ini yang sering terlewat, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang sedang tertarik memahami pengembangan diri dan hubungan interpersonal agar diskusinya makin luas serta bermanfaat.

FAQ

1. Apa itu feminine energy?
Konsep yang menekankan penerimaan, ketenangan, perawatan diri, dan hubungan yang sehat dengan diri sendiri.

2. Apakah feminine energy hanya dimiliki perempuan?
Tidak. Menurut penjelasan Ferina Triananda, setiap orang memiliki energi feminin dan maskulin.

3. Apa kunci utama feminine energy?
Self-love, believing, dan relaxing.

4. Mengapa self-care dikaitkan dengan energi feminin?
Karena membantu seseorang merawat diri, merasa berharga, dan menjaga keseimbangan emosi.

5. Apakah energi maskulin dan feminin harus seimbang?
Ya. Ferina menilai dominasi berlebihan salah satu energi dapat menjadi kurang sehat bagi diri sendiri.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Ferina Triananda #feminine energy #self-love