Laura Moane Takut Film Horor, Tapi Justru Ketagihan Setelah Main The Doll Ghawiah

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 12:27 WIB
Laura Moane debut di genre horor lewat The Doll Ghawiah setelah sebelumnya beberapa kali menolak film horor karena merasa dirinya penakut.
Laura Moane debut di genre horor lewat The Doll Ghawiah setelah sebelumnya beberapa kali menolak film horor karena merasa dirinya penakut.

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Laura Moane debut horor lewat The Doll Ghawiah setelah lama menghindari genre ini karena merasa dirinya penakut.

Balikpapan TV - Hai Ces! Ada kalanya keluar dari zona nyaman justru membuka pengalaman yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Laura Moane mengalaminya saat menerima peran Nala dalam The Doll Ghawiah, film horor produksi Hitmaker Studios yang disutradarai Guntur Soeharjanto.

Sebelum menerima tawaran tersebut, Laura mengaku beberapa kali menolak film horor karena dirinya memang bukan penggemar genre tersebut. Namun, naskah The Doll Ghawiah membuat pertimbangannya berubah karena ceritanya tidak hanya menawarkan teror, tetapi juga drama keluarga dan adegan aksi.

Dari situ, pengalaman yang awalnya terasa menakutkan justru berubah menjadi sesuatu yang membuat Laura ingin kembali bermain horor.

Kenapa Laura Moane akhirnya menerima film horor?

Laura tidak serta-merta berubah menjadi penggemar film horor.

Pertimbangannya bermula dari cerita yang ia nilai masuk akal. Perpaduan drama keluarga, aksi, jajaran pemain, serta sutradara juga menjadi alasan yang membuatnya akhirnya bersedia mencoba karakter Nala.

Pilihan itu cukup berbeda dari sikapnya sebelumnya. Laura bahkan sempat merasa tidak yakin mampu memainkan karakter horor karena mengaku sebagai orang yang penakut.

Namun, rasa penasaran ternyata lebih kuat.

Pengalaman The Doll Ghawiah kemudian memperlihatkan bahwa bermain dalam film horor tidak selalu berarti terus berada dalam situasi menakutkan. Ada proses teknis, latihan, koreografi, hingga persiapan adegan yang justru membuat Laura mendapatkan pengalaman baru.

Debut horornya ternyata membawa tantangan fisik

Menjadi Nala membuat Laura tidak hanya dituntut menunjukkan ekspresi takut.

Ia menjalani adegan fighting dan menggunakan sling, termasuk mengikuti workshop aksi selama sekitar satu pekan untuk mempersiapkan kebutuhan adegan tersebut.

Bagi Laura, pengalaman itu berbeda dari pekerjaan akting sebelumnya. Adegan dengan efek darah dan kebutuhan fisik dalam proses syuting justru menjadi bagian yang kemudian ia nikmati.

Perubahan itu menarik karena ketakutannya terhadap genre horor tidak hilang begitu saja. Yang berubah adalah cara Laura melihat proses di balik layar.

Ia mulai menemukan bahwa adegan yang terlihat mengerikan ketika sudah menjadi film ternyata memiliki proses produksi yang cukup teknis.

Nala membawa Laura masuk ke cerita keluarga yang diteror boneka

Dalam The Doll Ghawiah, Laura memerankan Nala, anak bungsu Arya dan Evi yang masing-masing dimainkan Darius Sinathrya dan Titi Kamal.

Cerita mengambil latar 1988 ketika keluarga tersebut pindah dari Jakarta ke Bandung untuk memulai kehidupan baru setelah mengalami kebangkrutan.

Masalah kemudian muncul ketika Nala bertemu seorang anak perempuan misterius di kawasan hutan Babakan Siliwangi. Pertemuan tersebut memperkenalkannya pada sebuah boneka bernama Ghawiah.

Boneka itu bukan sekadar benda yang ditemukan dalam perjalanan cerita. Ghawiah berkaitan dengan sosok Uci, anak perempuan yang disebut menjadi korban kecelakaan tabrak lari di kawasan Babakan Siliwangi.

Dari sinilah kehidupan keluarga tersebut mulai bersinggungan dengan berbagai kejadian janggal.

Ghawiah menjadi bagian dari semesta The Doll

Film ini bukan cerita yang berdiri sepenuhnya terpisah dari waralaba The Doll.

The Doll Ghawiah ditempatkan sebagai cerita yang berlangsung sebelum kejadian dalam film-film The Doll sebelumnya. Sara Wijayanto kembali memerankan Bu Laras, tetapi karakter tersebut ditampilkan dalam fase yang berbeda.

Laras masih berada pada tahap awal mengenali kemampuannya. Ia digambarkan lebih takut dan ragu dibandingkan sosok Laras yang sudah dikenal dalam cerita sebelumnya.

Buat penonton yang sudah mengikuti semesta The Doll, bagian ini memberikan konteks tambahan mengenai karakter Bu Laras. Sementara penonton baru tetap diarahkan untuk mengikuti cerita keluarga Arya dan Evi dari awal.

Baca Juga: Andre Taulany dan Amanda Rigby Resmi Menikah, Kisah Kedekatan dari Layar TV Berujung ke Pelaminan

Bukan cuma Laura yang mendapat pengalaman berbeda

Proses produksi juga memberikan tantangan tersendiri bagi pemain lain.

Titi Kamal yang berperan sebagai Evi bercerita bahwa sejumlah adegan berlangsung hingga dini hari. Untuk menjaga stamina, ia bahkan menyiapkan tempat beristirahat sendiri di lokasi syuting.

Rumah tua yang digunakan sebagai salah satu lokasi juga dibangun dengan suasana yang mendukung kebutuhan cerita. Tata artistik membuat tempat tersebut terasa semakin mencekam ketika digunakan untuk pengambilan gambar.

Sara Wijayanto pun mendapatkan tantangan berbeda. Ia harus memainkan Bu Laras dengan sisi yang lebih rentan, terutama ketika karakter tersebut diperlihatkan dalam kondisi takut dan ragu.

Jadi, pengalaman baru dalam film ini tidak hanya datang dari sisi horornya. Para pemain juga berhadapan dengan tuntutan karakter dan teknis produksi yang berbeda dari pengalaman mereka sebelumnya.

Apa yang membuat pengalaman Laura menarik?

Ada satu hal yang membuat perjalanan Laura di film ini cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Keluar dari zona nyaman tidak selalu berarti langsung menyukai sesuatu yang sebelumnya dihindari. Kadang, seseorang baru menemukan sisi menarik dari sebuah pengalaman setelah benar-benar menjalaninya.

Laura awalnya melihat horor dari sisi rasa takut. Setelah terlibat langsung dalam produksi, ia justru menemukan keseruan dari fighting, sling, efek darah, hingga proses membangun karakter.

Perubahan seperti ini membuat The Doll Ghawiah menarik bukan hanya dari cerita bonekanya, tetapi juga dari pengalaman para pemain ketika memasuki dunia yang sebelumnya belum mereka kenal.

Kapan The Doll Ghawiah tayang?

The Doll Ghawiah dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.

Film ini disutradarai Guntur Soeharjanto dengan pemeran utama Laura Moane, Darius Sinathrya, Titi Kamal, Aisyah Aqilah, dan Sara Wijayanto. Film tersebut juga disiapkan dalam format IMAX, sehingga penonton memiliki pilihan pengalaman layar yang lebih besar ketika film dirilis.

Buat yang penasaran melihat bagaimana Laura Moane menghadapi debut horornya, tanggal 29 Oktober menjadi waktu yang patut dicatat.

Baca Juga: Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Konten Mindfulness Dikritik, Ini Bagian yang Ia Akui Luput

Poin Penting

Insight Redaksi

Menariknya, keberanian Laura bukan muncul karena rasa takutnya hilang, melainkan karena ia menemukan sisi lain dari pengalaman tersebut. Dari Balikpapan, cerita seperti ini dekat dengan keseharian: mencoba hal baru kadang bukan soal langsung berani, tetapi memberi kesempatan untuk mengenal kemampuan sendiri.

Kalau penasaran dengan debut horor Laura, catat tanggal tayangnya dan siapkan pilihan bioskop yang nyaman, apalagi kalau ingin mencoba format IMAX.

Bagikan artikel ini ke teman yang suka film horor dan penasaran melihat Laura Moane keluar dari zona nyamannya.

Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan The Doll Ghawiah tayang di bioskop?

The Doll Ghawiah dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.

2. Siapa pemeran Nala dalam The Doll Ghawiah?

Nala diperankan oleh Laura Moane. Ia menjadi anak bungsu dari Arya dan Evi dalam cerita film tersebut.

3. Apakah The Doll Ghawiah bagian dari semesta The Doll?

Ya. Film ini menjadi bagian dari semesta The Doll dan mengambil cerita sebelum kejadian dalam film-film sebelumnya.

4. Apa yang membuat Laura Moane menerima film horor?

Laura tertarik setelah membaca naskah yang menurutnya masuk akal serta memadukan drama keluarga dan aksi. Jajaran pemain dan sutradara juga menjadi pertimbangannya.

5. Apa tantangan Laura saat syuting?

Laura menjalani adegan fighting, menggunakan sling, mengikuti persiapan aksi, serta menghadapi kebutuhan adegan dengan efek darah.

6. Apakah The Doll Ghawiah tersedia dalam format IMAX?

Ya. Film ini disiapkan untuk tayang dalam format IMAX selain penayangan di bioskop Indonesia.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Laura Moane The Doll Ghawiah Hitmaker Studios film horor indonesia