Jennie BLACKPINK Terseret Seruan Boikot Adidas, Ini Proyek Kolaborasi yang Jadi Sorotan

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 14:46 WIB
Potret anggun Jennie BLACKPINK mengenakan atasan ungu dengan tatanan rambut berhias pita. (BTV/Ai)
Potret anggun Jennie BLACKPINK mengenakan atasan ungu dengan tatanan rambut berhias pita. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Jennie BLACKPINK menjadi sorotan setelah kolaborasinya dengan Adidas beririsan dengan kontroversi kampanye Israel dan seruan boikot global.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Jennie BLACKPINK menjadi sorotan pada September 2026 setelah kolaborasinya dengan Adidas ikut terseret seruan boikot yang berkembang di media sosial.

Situasinya cukup rumit karena kontroversi yang dipersoalkan berawal dari kampanye Adidas di Israel, bukan dari koleksi yang dirancang Jennie. Lalu, kenapa namanya ikut disebut?

Jennie dan Adidas sebenarnya sedang mengerjakan proyek apa?

Bagi Jennie, hubungan dengan Adidas bukan sekadar kerja sama promosi biasa. Pada September 2026, ia memperkenalkan adidas Originals by JENNIE, koleksi yang menandai perannya sebagai co-designer Adidas.

Koleksi tersebut diluncurkan secara global pada 1 September 2026. Adidas menyebut proyek ini sebagai kolaborasi pertama Jennie sebagai rekan desainer, setelah sebelumnya beberapa tahun menjadi bagian dari kampanye dan aktivitas brand tersebut.

Konsep koleksinya mengusung gagasan “Functional Grace”, dengan interpretasi baru terhadap sejumlah elemen klasik Adidas Originals. Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Superstar SQ Ballet yang mengambil inspirasi dari estetika balet.

Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan fashion K-pop, posisi Jennie dalam proyek ini menjadi penting. Ia bukan hanya tampil menggunakan produk, tetapi ikut terlibat dalam proses kreatif koleksi tersebut.

Lalu, dari mana kontroversi Adidas bermula?

Persoalannya berasal dari kampanye lokal Adidas di Israel yang mempromosikan Single Shoe Service.

Program tersebut ditujukan bagi orang yang membutuhkan hanya satu sepatu, misalnya karena kehilangan salah satu kaki. Dalam program itu, pelanggan dapat membeli satu sepatu dengan harga setengah dari harga sepasang.

Kontroversi muncul setelah Adidas Israel menggunakan Shalev Biton, mantan tentara Israel yang kehilangan satu kaki dalam konflik di Gaza, sebagai salah satu model kampanye.

Penggunaan figur tersebut kemudian menuai kritik dari aktivis pro-Palestina dan pihak lain yang menilai kampanye tersebut tidak sensitif terhadap penderitaan warga Palestina di tengah perang Gaza.

Tekanan di media sosial kemudian berkembang menjadi seruan boikot terhadap Adidas.

Adidas pada 7 September menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan kampanye tersebut dibuat oleh tim lokal Adidas di Israel serta bukan bagian dari kampanye global perusahaan.

Baca Juga: Kaylyn Audrey Yapeter Debut di Film Horor Indonesia lewat Ritual Gaib: Nyai Randasura

Kenapa nama Jennie ikut terseret?

Di sinilah persoalannya menjadi lebih dekat dengan dunia hiburan.

Koleksi adidas Originals by JENNIE diluncurkan ketika kontroversi terhadap Adidas sedang berkembang. Unggahan terkait kolaborasi Jennie kemudian mendapatkan komentar dari sejumlah pengguna media sosial yang menyerukan #BoycottAdidas dan meminta Jennie mengakhiri hubungan dengan brand tersebut.

Sebagian komentar juga menggunakan seruan seperti “Free Palestine” dan meminta Jennie mengambil jarak dari Adidas.

Namun, penting membedakan dua hal: koleksi Jennie dan kampanye Adidas Israel yang dipermasalahkan merupakan proyek yang berbeda.

Sejumlah pemberitaan menyebut tidak ada keterlibatan langsung Jennie dalam kampanye Single Shoe Service yang menjadi sumber kontroversi tersebut. Sorotan terhadap Jennie muncul karena hubungan profesionalnya dengan Adidas berlangsung ketika kontroversi itu sedang ramai.

Posisi Jennie berubah dari ambassador menjadi co-designer

Ada alasan mengapa perkembangan ini menjadi perhatian lebih besar dibanding kerja sama endorsement biasa.

Adidas menyebut Jennie telah menjadi bagian dari brand selama beberapa tahun. Dalam kolaborasi terbaru, perannya berkembang dari figur kampanye menjadi co-designer dan creative collaborator.

Artinya, nama Jennie melekat lebih kuat pada identitas koleksi tersebut.

Bagi industri fashion dan K-pop, kolaborasi semacam ini menunjukkan semakin besarnya peran artis dalam menciptakan produk yang membawa identitas personal mereka. Namun, hubungan yang semakin erat dengan sebuah brand juga membuat seorang figur publik lebih mudah dikaitkan dengan persoalan yang muncul dari perusahaan tersebut.

Itulah yang terjadi dalam kasus Jennie.

Apakah Jennie sudah menyatakan sikap?

Hingga pemberitaan pada 10 September 2026, sejumlah media melaporkan belum ada pernyataan khusus dari Jennie maupun agensinya mengenai tuntutan sebagian pengguna media sosial agar kerja sama dengan Adidas dihentikan.

Karena itu, komentar warganet mengenai posisi Jennie tidak bisa otomatis dianggap sebagai pernyataan resmi dari sang artis.

Hal yang sudah diketahui adalah hubungan profesional tersebut tetap menjadi sorotan setelah koleksi kolaborasinya dirilis.

Bagi penggemar, situasi seperti ini juga menunjukkan bagaimana keputusan sebuah perusahaan dapat berdampak pada figur publik yang bekerja sama dengannya, bahkan ketika persoalan yang diperdebatkan tidak berkaitan langsung dengan proyek sang artis.

Baca Juga: Irma Darmawangsa Resmi Menikah Setelah 7 Tahun, Restu Keluarga Jadi Bagian dari Perjalanan Cinta

Mengapa kontroversi brand bisa berdampak kepada selebriti?

Dalam kerja sama celebrity-brand, nama artis dan perusahaan memang saling terhubung di mata publik.

Ketika seorang selebriti menjadi wajah kampanye, ambassador, atau co-designer, publik tidak selalu melihat produk sebagai sesuatu yang berdiri sendiri. Identitas artis ikut melekat pada brand.

Masalah menjadi lebih kompleks ketika kontroversi muncul pada waktu yang berdekatan dengan kampanye atau peluncuran produk baru.

Dalam kasus Jennie, koleksi kolaborasinya justru diluncurkan pada 1 September, sementara kontroversi Adidas berkembang pada periode yang sama. Jarak waktu yang berdekatan tersebut membuat pembicaraan mengenai koleksi ikut bercampur dengan isu perusahaan.

Apa yang perlu diperhatikan saat membaca kontroversi seperti ini?

Ada beberapa hal yang sebaiknya dipisahkan agar pembaca tidak mencampuradukkan fakta dengan opini di media sosial.

Pertama, siapa yang membuat keputusan.
Kampanye yang menjadi sumber kontroversi merupakan kampanye lokal Adidas Israel, sementara koleksi Jennie merupakan proyek kolaborasi berbeda.

Kedua, siapa yang terlibat langsung.
Jennie terlibat dalam pengembangan koleksi adidas Originals by JENNIE, tetapi pemberitaan mengenai kontroversi Single Shoe Service tidak menunjukkan keterlibatan langsungnya dalam kampanye tersebut.

Ketiga, mana yang merupakan tuntutan publik.
Seruan agar Jennie memutus kerja sama berasal dari sebagian pengguna media sosial dan penggemar. Itu berbeda dengan keputusan resmi Jennie, agensi, atau Adidas.

Keempat, apakah sudah ada respons resmi.
Adidas telah menyampaikan permintaan maaf terkait kampanye yang dipermasalahkan, sedangkan laporan media pada 10 September menyebut Jennie dan agensinya belum memberikan pernyataan khusus mengenai desakan tersebut.

Baca Juga: Lady Gaga Resmi Jadi Ibu, Kehidupan Keluarga Barunya Jadi Sorotan

Bukan cuma soal produk, tetapi juga hubungan selebriti dengan brand

Kasus Jennie memperlihatkan satu hal yang semakin relevan dalam budaya populer: kerja sama antara selebriti dan brand kini tidak berhenti pada urusan produk.

Ketika artis sudah terlibat dalam desain, kampanye, dan komunikasi brand, publik dapat menganggap hubungan tersebut lebih personal dan lebih erat.

Di sisi lain, tidak setiap keputusan perusahaan otomatis merupakan keputusan artis yang bekerja sama dengannya. Karena itu, memahami siapa yang bertanggung jawab atas sebuah kampanye menjadi penting sebelum menarik kesimpulan.

Bagi penggemar Jennie maupun pembaca yang mengikuti industri fashion, konteks tersebut membantu melihat kontroversi secara lebih utuh.

Poin Penting

  1. Jennie meluncurkan adidas Originals by JENNIE secara global pada 1 September 2026 sebagai co-designer Adidas.

  2. Kontroversi bermula dari kampanye Adidas Israel untuk Single Shoe Service, bukan dari koleksi Jennie.

  3. Seruan boikot Adidas kemudian ikut muncul di unggahan Jennie, termasuk tuntutan agar kerja samanya dengan brand dihentikan.

  4. Adidas telah menyampaikan permintaan maaf terkait kampanye yang dipersoalkan.

  5. Tidak ada keterlibatan langsung Jennie yang dilaporkan dalam kampanye Single Shoe Service tersebut.

  6. Pada pemberitaan 10 September 2026, belum ada pernyataan khusus Jennie atau agensinya mengenai tuntutan pemutusan kerja sama.

Baca Juga: Tren Foto AI Era 80an Bikin Selebritas Tampil Retro, Nostalgia Lama Hidup Lagi di Media Sosial

Insight Redaksi

Kontroversi ini menunjukkan betapa dekatnya hubungan antara industri K-pop, fashion global, dan percakapan sosial di media digital.

Bagi selebriti, kolaborasi dengan perusahaan besar dapat memperluas pengaruh sekaligus membuat nama mereka ikut terseret ketika brand menghadapi persoalan di wilayah lain.

Karena itu, pembaca perlu membedakan antara fakta keterlibatan, keputusan perusahaan, dan reaksi publik. Ketiganya tidak selalu berada pada posisi yang sama.

Pada akhirnya, perkembangan hubungan Jennie dan Adidas masih bergantung pada keputusan resmi pihak-pihak yang terlibat, bukan semata-mata komentar yang beredar di media sosial.

Kalau kamu mengikuti Jennie bukan hanya sebagai member BLACKPINK, tetapi juga sebagai figur fashion global, perkembangan kerja samanya dengan Adidas tentu masih menarik untuk diperhatikan.

Sebab, di industri hiburan hari ini, satu kolaborasi fashion bisa membawa cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar peluncuran produk.

FAQ

1. Mengapa Jennie BLACKPINK terseret kontroversi Adidas?

Jennie terseret karena ia baru meluncurkan kolaborasi desain bersama Adidas ketika perusahaan tersebut menghadapi seruan boikot akibat kontroversi kampanye Adidas Israel.

2. Apakah Jennie terlibat dalam iklan Adidas yang dipermasalahkan?

Pemberitaan yang tersedia menyebut kontroversi tersebut berasal dari kampanye lokal Adidas Israel dan tidak menunjukkan keterlibatan langsung Jennie dalam kampanye tersebut.

3. Apa nama koleksi Adidas dan Jennie?

Koleksi tersebut bernama adidas Originals by JENNIE dan diluncurkan secara global pada 1 September 2026.

4. Apa yang dipermasalahkan dalam kampanye Adidas Israel?

Kampanye Single Shoe Service menggunakan mantan tentara Israel yang kehilangan satu kaki sebagai salah satu model, yang kemudian memicu kritik dan seruan boikot.

5. Apakah Jennie sudah memutus kerja sama dengan Adidas?

Hingga pemberitaan 10 September 2026, belum ada laporan resmi bahwa Jennie telah mengakhiri kerja sama tersebut.

6. Apa respons Adidas terhadap kontroversi tersebut?

Adidas menyampaikan permintaan maaf dan menjelaskan bahwa materi promosi tersebut dibuat oleh tim lokal Adidas di Israel dan bukan bagian dari kampanye global perusahaan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Adidas fashion jennie blackpink k-pop