Gempa M6,2 Guncang Maluku Utara, Getaran Dirasakan di Morotai hingga Manado

Nasya Syafira • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:53 WIB
Peta lokasi dan guncangan gempa bumi M6,2 di laut timur laut Pulau Doi, Maluku Utara, berdasarkan informasi BMKG.
Peta lokasi dan guncangan gempa bumi M6,2 di laut timur laut Pulau Doi, Maluku Utara, berdasarkan informasi BMKG.

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Gempa M6,2 di laut timur laut Pulau Doi terasa hingga Manado dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,2 mengguncang laut timur laut Pulau Doi, Halmahera Utara, Maluku Utara, Senin 14 September 2026 sore.

Gempa terjadi pukul 17.58.04 WIB dan getarannya dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Morotai, Halmahera Utara, dan Manado. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa Berpusat di Laut, Kedalamannya 145 Kilometer

Data BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 42 kilometer timur laut Pulau Doi dengan koordinat 2,52° LU dan 128,09° BT. Kedalamannya mencapai 145 kilometer.

Dalam pembaruan analisis, BMKG juga mencantumkan parameter magnitudo M5,9 pada kedalaman 147 kilometer dan menyebut episenter berada sekitar 50 kilometer timur laut Pulau Doi.

Gempa tersebut termasuk gempa bumi menengah. BMKG menjelaskan sumbernya berkaitan dengan deformasi di dalam Lempeng Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Baca Juga: Cheng Lei Terpikat Jakarta, Ingin Kembali dan Jelajahi Pantai serta Pelabuhan

Getaran Terasa di Morotai hingga Manado

Guncangan paling kuat dalam catatan intensitas BMKG mencapai IV MMI di Morotai Selatan Barat, Morotai Jaya, Loloda Utara, Kota Daruba, dan Tobelo.

Sementara itu, getaran dengan intensitas III MMI dirasakan di Jailolo dan Ternate. Data BMKG juga mencatat gempa dirasakan hingga Manado.

Skala IV MMI berarti gempa dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari. Skala III MMI menggambarkan getaran yang terasa nyata di dalam rumah.

Tidak Berpotensi Tsunami

Hal yang paling penting bagi masyarakat di wilayah pesisir adalah status tsunami. BMKG menyatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 18.15 WIB pada pemantauan awal, BMKG juga belum mencatat aktivitas gempa susulan. Meski begitu, masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan dan menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan.

Mengapa Gempa Ini Terasa di Wilayah yang Cukup Luas?

Kedalaman gempa yang mencapai sekitar 145 kilometer membuat sumber guncangan berada cukup jauh di bawah permukaan. Namun, kekuatan M6,2 membuat getarannya tetap dapat dirasakan di beberapa wilayah yang cukup jauh dari episenter.

Bagi masyarakat, informasi mengenai lokasi, kedalaman, intensitas getaran, dan status tsunami lebih penting daripada sekadar angka magnitudo. Empat informasi tersebut membantu warga memahami seberapa dekat sumber gempa dan apa yang perlu diperhatikan setelah guncangan terjadi.

Apa yang Perlu Diperhatikan Warga?

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa.

Informasi terbaru mengenai gempa sebaiknya merujuk pada kanal resmi BMKG, terutama ketika muncul kabar mengenai tsunami atau gempa susulan.

Baca Juga: Maudy Ayunda Minta Maaf Usai Video Mindfulness Dikritik, Ini yang Jadi Sorotan

Poin Penting

Insight Redaksi

Gempa bumi tidak selalu dapat diprediksi, tetapi informasi yang tepat membantu masyarakat mengambil keputusan dengan lebih tenang. Untuk pembaca BTV di Kalimantan Timur, perkembangan aktivitas gempa di Indonesia juga penting dipantau karena kondisi tektonik Indonesia dapat memunculkan aktivitas seismik di berbagai wilayah.

Bagikan artikel ini agar informasi mengenai gempa dan status tsunami tidak kalah cepat dari kabar yang belum jelas sumbernya.

Balikpapantv.id, teman update setia bukan sekedar berita biasa.

FAQ

1. Kapan gempa M6,2 di Maluku Utara terjadi?

Gempa terjadi pada Senin, 14 September 2026 pukul 17.58.04 WIB.

2. Di mana pusat gempa berada?

Pusat gempa berada di laut sekitar 42 kilometer timur laut Pulau Doi, Maluku Utara.

3. Berapa kedalaman gempa?

BMKG mencatat kedalaman sekitar 145 kilometer pada parameter awal.

4. Apakah gempa berpotensi tsunami?

Tidak. BMKG menyatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

5. Wilayah mana saja yang merasakan gempa?

Getaran dirasakan di wilayah Morotai, Halmahera Utara, Ternate, Jailolo dan Manado dengan intensitas berbeda.

6. Apakah ada gempa susulan?

Pada pemantauan BMKG hingga pukul 18.15 WIB setelah kejadian, belum terdeteksi aktivitas gempa susulan. BMKG tetap mengimbau masyarakat mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Gempa Maluku Utara Gempa Pulau Doi Berita Indonesia bmkg