Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Thalita Latief kehilangan ayah tercinta, Riki Isman Latief, setelah perjuangan panjang menghadapi komplikasi penyakit jantung.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kabar duka datang dari Thalita Latief setelah sang ayah, Riki Isman Latief, meninggal dunia pada Rabu, 9 September 2026, dalam usia 67 tahun setelah menjalani perawatan di Padang. Kabar ini menjadi perhatian setelah Thalita menyampaikan cerita tentang kondisi sang ayah usai pemakaman.
Bagi keluarga, kepergian Riki bukan peristiwa yang datang tiba-tiba. Ada rangkaian pengobatan dan masa kritis yang sudah lebih dulu mereka lalui. Cerita Thalita setelah pemakaman memberi gambaran lebih lengkap tentang perjuangan tersebut.
Ayah Thalita Latief Dimakamkan di Jeruk Purut
Riki Isman Latief dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Kamis, 10 September 2026.
Iring-iringan jenazah tiba di area pemakaman sekitar pukul 10.00 WIB. Keluarga dan kerabat kemudian mengantarkan Riki ke tempat peristirahatan terakhir.
Thalita hadir dalam prosesi tersebut. Suasana duka terlihat ketika keluarga mengikuti proses pemakaman hingga doa bersama di sisi pusara.
Aktor Edo Borne juga terlihat membantu prosesi pemakaman. Ia turut membantu membaringkan jenazah dan merapikan bagian penutup makam.
Baca Juga: All I Ask Adele dan Bruno Mars: Kisah di Balik Balada Perpisahan yang Bikin Emosional
Kepergian Sang Ayah Berawal dari Perjuangan Panjang
Setelah pemakaman, Thalita menjelaskan bahwa kondisi ayahnya memang sudah lama menjadi perhatian keluarga.
Riki diketahui telah lama mengalami penyakit jantung. Dalam perkembangan terakhir, kondisinya mengalami komplikasi dan membutuhkan tindakan medis besar berupa operasi bypass Bentall di Padang. Menurut Thalita, tim dokter yang menangani ayahnya berada di kota tersebut.
Thalita juga menegaskan bahwa keberangkatannya ke Padang bukan karena kabar mendadak. Keluarga memang sudah menjalani rangkaian pengobatan sebelum kondisi Riki semakin menurun.
Thalita Sempat Membagi Waktu antara Jakarta dan Padang
Masa perawatan tersebut juga membuat Thalita harus membagi perhatian antara keluarga di Jakarta dan ayahnya di Padang.
Dalam keterangannya, Thalita menyebut dirinya sempat memantau kondisi sang ayah dari Jakarta karena harus menjaga putranya yang masih bersekolah. Ketika kondisi Riki mulai menurun, ia kemudian berada di Padang untuk mendampingi ayahnya.
Thalita mengatakan dirinya menghabiskan sekitar dua setengah pekan terakhir mendampingi sang ayah di ICU. Sebelumnya, sang ibu dan kakaknya juga bergantian berada di sisi Riki.
Kehadiran Cucu Menjadi Penyemangat
Di tengah kondisi yang semakin berat, keluarga tetap berusaha hadir bersama Riki.
Thalita mengenang ayahnya sebagai sosok yang menyenangkan, suka bercanda, dan dekat dengan anggota keluarga, terutama para cucu. Kehadiran cucu disebut menjadi salah satu hal yang membuat Riki tetap bersemangat selama masa perawatan.
Menurut Thalita, ketika kondisi ayahnya masih memungkinkan untuk berkomunikasi, ia masih sempat bercanda bersama anak-anaknya. Kenangan tersebut menjadi bagian yang paling membekas bagi keluarga setelah kepergian Riki.
Apa yang Disampaikan Thalita Setelah Pemakaman?
Keterangan Thalita setelah pemakaman tidak hanya menjelaskan penyebab kepergian sang ayah, tetapi juga memperlihatkan perjalanan keluarga selama masa pengobatan.
Riki meninggal setelah mengalami komplikasi terkait penyakit jantung. Laporan yang mengutip penjelasan keluarga menyebut kondisi tersebut berkembang hingga menyebabkan gagal napas dan gagal jantung.
Namun, inti cerita Thalita bukan sekadar soal penyakit. Ia juga menggambarkan bagaimana keluarga berusaha mendampingi Riki sampai masa kritis, termasuk ketika kondisi fisiknya semakin menurun.
Duka yang Kini Menjadi Kenangan Keluarga
Setelah pemakaman selesai, perhatian keluarga tentu tidak lagi tertuju pada proses pengobatan, melainkan pada kenangan yang ditinggalkan Riki.
Bagi Thalita, sosok ayah bukan hanya seseorang yang menjalani masa sakit. Ia mengenangnya sebagai pribadi yang humoris, berjiwa muda, dan dekat dengan keluarga.
Cerita tersebut membuat kabar duka ini tidak berhenti pada informasi tentang seseorang yang meninggal dunia. Ada perjalanan keluarga yang berlangsung sebelum kepergian, ada waktu yang digunakan untuk mendampingi, dan ada kenangan yang kemudian dibawa pulang oleh mereka yang ditinggalkan.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Terpadu Grand City Capai 70 Persen, SMPN 29 dan TK Pembina 2 Disiapkan
Poin Penting
-
Ayah Thalita Latief, Riki Isman Latief, meninggal pada 9 September 2026 dalam usia 67 tahun.
-
Riki telah lama mengalami penyakit jantung dan menjalani perawatan di Padang.
-
Ia menjalani operasi bypass Bentall sebelum kondisinya memburuk.
-
Riki dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada 10 September 2026.
-
Thalita mengungkap dirinya mendampingi sang ayah sekitar dua setengah pekan terakhir di ICU.
-
Thalita mengenang ayahnya sebagai sosok yang humoris, dekat dengan keluarga, dan menyayangi cucu-cucunya.
Insight Redaksi
Kisah Thalita menunjukkan bahwa kabar duka seorang figur publik tidak hanya soal momen pemakaman. Di baliknya ada perjalanan keluarga menghadapi sakit, keputusan untuk menjalani pengobatan, pembagian waktu untuk mendampingi orang terdekat, hingga kenangan yang tersisa setelah seseorang pergi.
Untuk pembaca, bagian terpenting dari kisah ini adalah memahami sisi manusia di balik pemberitaan: sebuah keluarga yang berusaha hadir bersama orang yang mereka cintai sampai masa terakhir perawatannya.
Jika artikel ini terasa bermanfaat, bagikan kepada keluarga atau teman yang membutuhkan informasi terbaru dan kisah humanis dari dunia hiburan. Terus ikuti kabar terbaru lainnya bersama Balikpapan TV, teman update setia bukan sekedar berita biasa.
FAQ
1. Siapa ayah Thalita Latief?
Ayah Thalita Latief adalah Riki Isman Latief, yang meninggal dunia pada usia 67 tahun pada 9 September 2026.
2. Kapan Riki Isman Latief dimakamkan?
Riki dimakamkan pada Kamis, 10 September 2026, di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
3. Apa penyakit yang diderita ayah Thalita Latief?
Riki telah lama mengalami penyakit jantung dan kemudian mengalami komplikasi yang membuat kondisinya memburuk.
4. Mengapa Riki menjalani perawatan di Padang?
Menurut Thalita, tim dokter yang menangani ayahnya berada di Padang sehingga keluarga memilih menjalani pengobatan di kota tersebut.
5. Bagaimana Thalita mendampingi sang ayah?
Thalita mengatakan dirinya berada di Padang sekitar dua setengah pekan terakhir untuk mendampingi ayahnya di ICU setelah kondisi Riki mulai menurun.
6. Apa yang dikenang Thalita dari sosok ayahnya?
Thalita mengenang Riki sebagai sosok yang asyik, humoris, berjiwa muda, suka bercanda, dan dekat dengan keluarga serta cucu-cucunya.