Abah Setu Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Penghinaan Nabi, Video Viral Picu Kerumunan di Bekasi

Nasya Syafira • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:12 WIB
Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat, Bekasi, dimintai klarifikasi polisi terkait video yang viral dan memicu reaksi warga.
Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat, Bekasi, dimintai klarifikasi polisi terkait video yang viral dan memicu reaksi warga.

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Dugaan penghinaan Nabi dalam video viral menyeret Abah Setu ke pemeriksaan polisi setelah warga mendatangi majelisnya di Bekasi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Asep Setiawan alias Abah Setu, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Cikarang Barat, Bekasi, dimintai klarifikasi polisi terkait video yang dinilai sebagian warga memuat dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Persoalan ini tidak berhenti di media sosial. Kerumunan warga sempat mendatangi majelis pada 7 September 2026, sehingga polisi turun tangan untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik.

Dari video viral ke kerumunan warga

Perkara bermula dari sebuah rekaman yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Abah Setu terlihat berbicara kepada jemaah dan menyampaikan pernyataan yang kemudian dipersoalkan karena dinilai berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW.

Potongan rekaman itu menyebar dan memicu reaksi warga di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Pada Senin malam, 7 September 2026, sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam untuk meminta penjelasan.

Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat kemudian hadir di lokasi. Polisi meminta warga tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri. Warga akhirnya membubarkan diri pada Selasa dini hari dalam kondisi aman dan kondusif.

Baca Juga: Raisya Bawazier dan Zidan Sepakat Cerai, Nafkah Iddah-Mut’ah Rp120 Juta Jadi Sorotan

Abah Setu membantah dan menyebut video dipotong

Dalam keterangan yang diberikan kepada polisi pada Selasa, 8 September 2026, Abah Setu membantah telah menghina Nabi Muhammad SAW.

Ia menyatakan video yang beredar merupakan potongan dari rekaman yang lebih panjang. Abah Setu juga menduga sebagian rekaman telah mengalami perubahan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Pernyataan tersebut merupakan versi dari Abah Setu dan masih menjadi bagian yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Posisi ini penting karena polisi belum menyatakan bahwa Abah Setu terbukti melakukan tindak pidana. Pada tahap ini, yang tersedia adalah dugaan yang muncul dari video beredar, reaksi warga, serta bantahan dari pihak yang bersangkutan.

Polisi jadwalkan klarifikasi dan mediasi

Pada Kamis, 10 September 2026, Abah Setu dijadwalkan memberikan klarifikasi dalam mediasi di Polres Metro Bekasi. Ia disebut bersedia berdialog dan menjelaskan persoalan tersebut kepada pihak terkait.

Langkah kepolisian menjadi penting karena persoalan sudah berdampak pada situasi di lingkungan sekitar majelis. Polisi sebelumnya menegaskan agar masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyampaikan dugaan tindak pidana melalui jalur kepolisian.

Di sisi lain, Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik.

Yang perlu dipastikan bukan hanya isi video

Perkara ini menunjukkan bahwa video pendek yang viral belum tentu langsung memberikan gambaran utuh mengenai sebuah peristiwa.

Dalam kasus Abah Setu, ada dua hal yang masih menjadi perhatian: konteks lengkap rekaman dan klaim bahwa sebagian video telah mengalami perubahan menggunakan AI. Keduanya perlu dibuktikan melalui pemeriksaan, bukan hanya disimpulkan dari potongan yang beredar di media sosial.

Bagi warga, sikap paling aman adalah menunggu penjelasan resmi dan tidak ikut memperbesar kerumunan berdasarkan informasi yang belum dipastikan. Polisi sendiri telah meminta masyarakat menjaga ketenangan.

Baca Juga: Brisia Jodie Hamil Anak Pertama, Kabar Bahagia Setelah 9 Bulan Menikah dengan Jonathan Alden

Poin Penting

Insight Redaksi

Kasus ini bukan hanya soal video yang menjadi viral. Persoalan utamanya juga menyangkut bagaimana informasi yang sensitif dapat memicu reaksi nyata ketika potongan rekaman beredar tanpa konteks lengkap.

Karena itu, proses klarifikasi menjadi penting untuk memisahkan antara isi rekaman, konteks sebenarnya, dan dugaan perubahan digital. Sampai ada kepastian dari proses hukum, label “diduga” tetap harus dipertahankan.

Pembaca juga sebaiknya tidak ikut menyebarkan potongan video atau narasi yang belum jelas kebenarannya. Dalam isu yang berkaitan dengan agama dan berpotensi memicu kerumunan, menahan diri dari kesimpulan terburu-buru merupakan langkah yang lebih aman.

Jika informasi ini bermanfaat, bagikan kepada keluarga atau teman agar mereka juga tidak mudah mengambil kesimpulan hanya dari potongan video. Ikuti terus Balikpapan TV untuk perkembangan informasi yang sudah jelas sumber dan konteksnya.

FAQ

1. Siapa Abah Setu?

Abah Setu adalah nama yang dikenal untuk Asep Setiawan, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

2. Mengapa Abah Setu dimintai keterangan polisi?

Ia dimintai klarifikasi setelah video yang beredar di media sosial dinilai sebagian warga memuat dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

3. Kapan warga mendatangi majelis Abah Setu?

Sejumlah warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam pada Senin malam, 7 September 2026.

4. Apa kata Abah Setu mengenai video tersebut?

Abah Setu membantah telah menghina Nabi Muhammad SAW. Ia menyatakan video yang beredar merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI.

5. Apakah Abah Setu sudah terbukti melakukan tindak pidana?

Belum ada keterangan dalam sumber yang digunakan bahwa Abah Setu telah dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana. Proses klarifikasi masih berjalan.

6. Apa langkah polisi setelah warga berkumpul?

Polisi turun ke lokasi untuk mencegah gesekan, mengimbau warga tidak main hakim sendiri, dan kemudian meminta keterangan dari Abah Setu.

7. Apa agenda Abah Setu pada 10 September 2026?

Abah Setu dijadwalkan mengikuti klarifikasi dan mediasi di Polres Metro Bekasi.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Abah Setu bekasi video viral Nabi Muhammad SAW