Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Ayam kampung lama tidak bertelur bisa dipengaruhi nutrisi, usia, stres, kesehatan, cahaya, mengeram, dan lokasi sarang.
Balikpapan TV - Hai Ces! Ayam kampung yang lama berhenti bertelur tidak selalu kekurangan pakan; usia, nutrisi, stres, kesehatan, cahaya, kebiasaan mengeram, hingga lokasi sarang ikut menentukan.
Sebelum buru-buru membeli vitamin atau pemacu telur, cek dulu tanda-tandanya satu per satu supaya penanganannya tidak salah sasaran.
Pakan penting, tapi bukan satu-satunya jawaban
Pakan memang menjadi bagian pertama yang perlu diperiksa ketika ayam betina berhenti bertelur. Ayam membutuhkan energi, protein, mineral, vitamin, dan air dalam jumlah yang sesuai untuk mempertahankan kondisi tubuh sekaligus mendukung produksi dan reproduksi.
Masalahnya, ayam kampung rumahan kadang hanya diberi nasi, jagung atau sisa makanan. Bahan-bahan tersebut bisa menjadi bagian dari pakan, tetapi belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi ayam apabila diberikan sebagai satu-satunya sumber makanan.
Pedoman budidaya ayam buras dari Kementerian Pertanian juga menekankan bahwa kandungan protein, energi, mineral, vitamin, dan air perlu tersedia secara cukup dalam ransum.
Jadi, kalau produksi telur turun, yang perlu dilihat bukan sekadar “ayam sudah dikasih makan atau belum”, tetapi apakah makanan yang diberikan memang cukup untuk fase produksi.
Kalsium juga perlu diperhatikan
Kalsium berkaitan dengan pembentukan cangkang telur. Kekurangan mineral dapat memengaruhi kualitas cangkang dan produksi telur. Namun, memberikan kalsium saja tidak otomatis menyelesaikan masalah jika keseluruhan ransum tidak seimbang.
Artinya, jangan langsung mengejar suplemen tertentu. Periksa dulu pola makan ayam secara keseluruhan.
Bisa jadi memang soal umur
Ayam betina tidak mempertahankan produktivitas pada tingkat yang sama sepanjang hidupnya.
Ayam yang masih muda mungkin belum memasuki fase produksi. Sebaliknya, ayam yang semakin tua dapat mengalami penurunan kemampuan reproduksi dibandingkan masa produktifnya.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan perbedaan yang cukup menarik antara ayam kampung biasa dan Ayam KUB. Ayam kampung biasa memiliki pola bertelur yang diselingi masa mengeram dan mengasuh anak, sedangkan KUB dikembangkan dengan sifat mengeram yang jauh lebih rendah.
Ini penting bagi pemilik ayam di rumah. Jangan membandingkan produktivitas ayam kampung biasa dengan ayam KUB seolah-olah keduanya memiliki pola produksi yang sama.
Ayam sedang mengeram? Telur memang bisa berhenti sementara
Ini salah satu penyebab yang mudah terlewat.
Ayam kampung betina memiliki kecenderungan mengeram. Ketika memasuki fase tersebut, ayam bisa lebih banyak berada di sarang, enggan meninggalkan tempatnya dan menjadi lebih defensif ketika didekati. Produksi telur pun dapat berhenti sementara.
Kementerian Pertanian mencatat bahwa ayam kampung biasa memang memiliki frekuensi mengeram yang jauh lebih tinggi dibandingkan Ayam KUB. Dalam materi budidaya tersebut, ayam kampung biasa disebut dapat mengalami periode bertelur selama beberapa minggu sebelum mengeram selama sekitar 21 hari dan kemudian mengasuh anak.
Jadi, kalau ayam sedang mengeram, menambah pakan atau memberikan pemacu telur belum tentu menjadi solusi.
Yang lebih penting adalah memastikan ayam tetap memperoleh makanan dan air serta berada di tempat yang aman.
Stres di kandang juga bisa mengganggu
Ayam membutuhkan lingkungan yang relatif nyaman untuk mempertahankan kondisi tubuhnya.
Kandang yang terlalu padat, perubahan lingkungan mendadak, suara bising, perpindahan kandang, gangguan hewan lain atau persaingan mendapatkan makanan dan minuman dapat menjadi sumber stres.
Kebersihan juga tidak bisa dilepaskan dari persoalan ini. Kandang yang kotor dan lembap, air minum tercemar, sisa pakan yang membusuk, serta ventilasi buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Untuk peternak rumahan, pemeriksaan sederhana sebenarnya bisa dilakukan setiap hari: lihat apakah ayam masih aktif, makan dan minum normal, bergerak seperti biasa, serta berinteraksi dengan ayam lain.
Perubahan kecil yang berlangsung terus-menerus layak diperhatikan.
Cahaya bukan sekadar membuat kandang terang
Pencahayaan berkaitan dengan aktivitas biologis unggas, termasuk sistem reproduksi yang berhubungan dengan produksi telur. Karena itu, kondisi kandang yang terlalu gelap atau perubahan pencahayaan yang tidak teratur dapat memengaruhi pola produksi.
Pedoman Kementerian Pertanian mengenai produksi telur menyebut durasi cahaya sekitar 14–16 jam per hari sebagai kondisi yang mendukung ritme produksi telur. Pedoman yang sama juga menempatkan kualitas pakan dan air, ventilasi, suhu, kebersihan, kepadatan, serta konsistensi manajemen sebagai bagian penting dalam menjaga produktivitas.
Namun, jangan langsung memasang lampu tambahan dengan harapan ayam otomatis lebih banyak bertelur.
Pencahayaan harus dilihat bersama kondisi ayam dan sistem pemeliharaannya.
Jangan-jangan telurnya ada, tetapi disembunyikan
Ini terdengar sepele, tetapi bisa terjadi pada ayam kampung yang diumbar.
Ayam betina dapat memilih lokasi bertelur sendiri, misalnya di balik semak, sudut halaman, tumpukan barang atau tempat lain yang dianggap aman. Akibatnya, pemilik mengira ayam sudah lama tidak bertelur karena tidak menemukan telur di sarang.
Coba amati tempat yang sering didatangi ayam betina. Jika ayam memang suka mencari tempat sendiri, sediakan sarang yang kering, tenang dan mudah dijangkau agar kebiasaan bertelur perlahan lebih mudah dipantau.
Dengan begitu, persoalannya bisa dibedakan: produksi memang berhenti atau telur hanya tidak ditemukan.
Perhatikan tanda-tanda ayam sakit
Penurunan produksi telur yang disertai perubahan kondisi tubuh perlu mendapat perhatian lebih serius.
Beberapa tanda yang disebut dalam sumber awal antara lain nafsu makan menurun, tubuh semakin kurus, bulu kusam, ayam lebih banyak diam, gangguan pencernaan atau gangguan pernapasan.
Dalam kondisi seperti itu, jangan hanya mengandalkan vitamin atau tambahan makanan.
Ayam yang menunjukkan gejala sakit dapat dipisahkan sementara dari kelompoknya, kemudian diperiksa lebih lanjut oleh dokter hewan atau petugas kesehatan hewan untuk mencari penyebabnya.
Kondisi lingkungan Kaltim juga patut diperhitungkan
Konteks ini relevan bagi peternak rumahan di Kalimantan Timur. Proyeksi BMKG untuk 2026 menunjukkan sebagian wilayah Kaltim termasuk kawasan dengan prediksi suhu rata-rata tahunan sekitar 28–lebih dari 29°C, dengan Agustus–September menjadi periode yang diproyeksikan relatif paling panas.
Dalam kondisi panas, ketersediaan air minum, ventilasi dan kenyamanan kandang menjadi semakin penting.
Bagi pembaca BTV, ini bukan sekadar teori peternakan. Kaltim sendiri sedang didorong menjadi salah satu kawasan pengembangan perunggasan, termasuk melalui penguatan kapasitas peternak dan rantai pasok unggas di wilayah sekitar IKN.
Jangan buru-buru membeli obat pemacu telur
Ketika telur tidak kunjung muncul, produk yang menjanjikan produksi cepat memang bisa terlihat menggoda.
Tetapi sumber awal justru menyarankan agar pemilik mengevaluasi penyebabnya terlebih dahulu, mulai dari pakan, air minum, kebersihan kandang, stres, pencahayaan, usia, kebiasaan mengeram hingga kemungkinan gangguan kesehatan.
Sebab, kalau masalah sebenarnya adalah ayam sedang mengeram atau sudah memasuki usia tua, menambah produk tertentu tidak akan mengubah penyebab dasarnya.
Pendekatan yang lebih masuk akal adalah cek kondisi ayam → perbaiki manajemen → amati perubahan → cari bantuan tenaga kesehatan hewan jika masalah berlanjut atau muncul gejala sakit.
Baca Juga: Brisia Jodie Hamil Anak Pertama, Kabar Bahagia Setelah 9 Bulan Menikah dengan Jonathan Alden
Poin Penting
- Ayam kampung lama tidak bertelur tidak otomatis berarti kekurangan pakan.
- Kualitas dan keseimbangan nutrisi tetap menjadi faktor penting.
- Usia ayam berpengaruh terhadap kemampuan produksi telur.
- Ayam yang sedang mengeram dapat berhenti bertelur sementara.
- Stres, kepadatan kandang, kebersihan dan ventilasi perlu diperiksa.
- Pencahayaan ikut berkaitan dengan ritme produksi telur.
- Ayam diumbar bisa bertelur di lokasi tersembunyi.
- Penurunan produksi yang disertai tanda sakit perlu diperiksa lebih lanjut.
- Jangan sembarangan memberikan obat atau pemacu telur tanpa mengetahui penyebabnya.
Insight Redaksi
Masalah ayam kampung tidak selalu selesai dengan menambah pakan atau vitamin. Pola produksi ayam biasa, perilaku mengeram, usia dan lingkungan justru harus dibaca bersama. Jangan buru-buru beli pemacu telur. Cek kandangnya dulu, Ces. Bagi peternak Kaltim, manajemen air, ventilasi dan panas juga makin penting.
Kalau ayam di rumah mulai jarang bertelur, coba catat kapan terakhir bertelur, umur ayam, pola makan, kondisi kandang, perilaku mengeram dan perubahan fisiknya. Catatan sederhana itu jauh lebih berguna daripada menebak-nebak penyebabnya.
Kalau informasi ini berguna, bagikan ke keluarga atau kawan yang juga memelihara ayam kampung di rumah. Siapa tahu masalah “kok sudah lama tidak bertelur?” akhirnya ketemu jawabannya.
Mau terus dapat info praktis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari? Pantau Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kenapa ayam kampung tiba-tiba tidak bertelur?
Penyebabnya bisa beragam, mulai dari usia, nutrisi yang kurang sesuai, stres, kondisi kandang, gangguan kesehatan hingga ayam sedang mengeram.
2. Apakah ayam kampung yang tidak bertelur harus diberi vitamin?
Tidak selalu. Penyebabnya perlu dicari terlebih dahulu. Perbaikan pakan, air minum, kandang dan kondisi kesehatan sebaiknya menjadi bagian dari evaluasi awal.
3. Apakah ayam yang sedang mengeram memang berhenti bertelur?
Ya. Pada ayam kampung betina, fase mengeram dapat membuat produksi telur berhenti sementara.
4. Apakah ayam kampung tua masih bisa bertelur?
Masih mungkin, tetapi produktivitasnya dapat menurun dibandingkan ketika berada pada masa produktif.
5. Bagaimana mengetahui ayam sebenarnya bertelur tetapi telurnya tidak ditemukan?
Periksa lokasi yang sering didatangi ayam betina, terutama area tersembunyi jika ayam dipelihara dengan sistem diumbar.
Editor : Arya Kusuma