Kabut Asap Kalimantan Capai Malaysia, Pevita Pearce Ingatkan Warga Pakai Masker

istikhomah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 10:29 WIB
Pevita Pearce menyoroti kondisi langit Kuala Lumpur yang tertutup kabut asap.
Pevita Pearce menyoroti kondisi langit Kuala Lumpur yang tertutup kabut asap.
Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Pevita Pearce menyoroti kabut asap di Kuala Lumpur, sementara asap kebakaran Kalimantan meluas hingga Malaysia.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pevita Pearce menyoroti langit Kuala Lumpur yang diselimuti kabut asap dan mengaitkannya dengan kebakaran hutan Kalimantan.

Pemandangan tersebut bukan sekadar soal langit keruh, karena asap kebakaran Indonesia memang bergerak melintasi perbatasan dan mengganggu kualitas udara Malaysia.

Baca Juga: Doa Maia Estianty untuk Al Ghazali di Hari Ulang Tahun Jadi Sorotan

Langit Kuala Lumpur yang Membuat Pevita Angkat Bicara

Pevita membagikan kondisi langit Kuala Lumpur melalui Instagram Story pada Minggu, 6 September 2026.

Dalam unggahannya, matahari terlihat samar di balik langit yang keruh dan tertutup kabut asap. Pevita kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan karhutla di Kalimantan.

"Ini bukan kabut, ini salah satu dampak dari kebakaran di Kalimantan," tulis Pevita dalam unggahannya.

Unggahan itu mendapat konteks lebih luas karena kabut asap dari Indonesia memang telah mencapai sejumlah wilayah Malaysia.

Asap Kalimantan Memang Bisa Menyeberangi Perbatasan

Asap kebakaran tidak berhenti di wilayah tempat api muncul. Arah angin dapat membawa polutan menuju kawasan lain di Pulau Borneo dan Semenanjung Malaysia.

Badan Pengurusan Bencana Negara Malaysia menyebut polutan dari kebakaran Sumatra dan Kalimantan berpotensi bergerak menuju Malaysia, Singapura, serta Brunei.

Pada awal September, kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia juga tercatat tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan dampak karhutla telah menjadi persoalan lintas batas.

Di Sabah, seluruh enam stasiun pemantauan kualitas udara mencatat kategori tidak sehat pada 2 September 2026.

Kondisi Udara Malaysia Sempat Mencapai Level Darurat

Dampak kabut asap bahkan berkembang menjadi persoalan serius di Sarawak. Pada 4 September, indeks pencemar udara di Serian mencapai 521.

Angka tersebut melampaui ambang darurat Malaysia dan membuat pemerintah setempat menetapkan keadaan darurat akibat buruknya kualitas udara.

Kuching juga mengalami kondisi berbahaya dengan indeks pencemar udara yang menembus level sangat tinggi. Kabut tersebut dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Situasi ini memperlihatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal dekat sumber kebakaran.

Pevita Ajak Masyarakat Saling Menjaga

Dalam unggahan lainnya, Pevita juga menyinggung rangkaian bencana yang sedang terjadi di Indonesia, termasuk aktivitas erupsi gunung berapi.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga diri sekaligus memperhatikan orang-orang yang terdampak kondisi tersebut.

"Berdoa untuk semua yang terdampak erupsi. Please jaga diri, pakai masker, dan saling jaga satu sama lain ya," tulis Pevita.

Pesan tersebut datang ketika Indonesia juga menghadapi persoalan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Kabut Asap Bukan Lagi Persoalan Lokal

Data pemerintah Indonesia menunjukkan persoalan asap masih cukup berat di beberapa wilayah Kalimantan pada awal September.

Pada 1 September, indeks standar pencemar udara mencapai 680 di Katingan, Kalimantan Tengah, serta 468 di Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat.

Jarak pandang juga dilaporkan kurang dari satu kilometer di Kalimantan Barat dan sekitar dua kilometer di Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa persoalan karhutla dapat berkembang menjadi isu regional ketika asap terbawa angin menuju negara tetangga.

Bagi masyarakat di kawasan Kalimantan, situasi ini menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan memiliki dampak yang jauh melampaui lokasi api.

Baca Juga: Baskara Mahendra Jadi Letnan Soegeng di Film Lobang Buaya, Bongkar Misteri

Yang Perlu Diperhatikan Masyarakat

Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat perlu memperhatikan informasi resmi mengenai kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika masyarakat harus beraktivitas di tengah paparan asap.

Pevita sendiri memilih menggunakan ruang publiknya untuk mengingatkan pengikut agar menjaga diri dan saling memperhatikan.

Pesannya sederhana, tetapi relevan ketika persoalan lingkungan sudah berdampak hingga melewati batas negara.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kabut asap mengingatkan kita bahwa kebakaran hutan bukan urusan satu daerah saja. Asap bisa menyeberang, mengganggu kesehatan, perjalanan, hingga aktivitas warga negara tetangga. Di Kalimantan, mencegah api jauh lebih penting daripada sekadar mengejar asap setelah menyebar. Ini bukan perkara kada penting—dampaknya nyata dan lintas batas.

Kalau udara mulai keruh, cek kondisi kualitas udara dulu sebelum beraktivitas di luar. Jangan asal gas.

Kalau informasi ini terasa penting, bagikan ke keluarga dan kawan agar makin banyak yang paham bahaya kabut asap.

Tetap update informasi lingkungan, kebencanaan, dan kabar Kalimantan hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa Pevita Pearce menyoroti langit Kuala Lumpur?

Pevita melihat kondisi langit Kuala Lumpur yang keruh dan mengaitkannya dengan dampak kebakaran di Kalimantan.

2. Apakah asap kebakaran Kalimantan bisa mencapai Malaysia?

Bisa. Polutan dari kebakaran di Indonesia dapat terbawa angin menuju Malaysia dan negara tetangga.

3. Apakah kualitas udara Malaysia terdampak?

Ya. Sejumlah wilayah Malaysia mencatat kualitas udara tidak sehat, bahkan Serian, Sarawak, sempat mencapai level darurat.

4. Apa pesan Pevita kepada masyarakat?

Pevita mengajak masyarakat menjaga diri, menggunakan masker, serta saling menjaga di tengah kondisi bencana dan kualitas udara buruk.

5. Apakah persoalan kabut asap hanya terjadi di Malaysia?

Tidak. Sejumlah wilayah Kalimantan juga mengalami kualitas udara buruk dan jarak pandang rendah akibat kebakaran.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kabut Asap Pevita Pearce Karhutla Kalimantan malaysia