Ikhtisar: Baila Fauri berduka setelah Neni meninggal, meninggalkan kenangan 24 tahun dan dukungan besar dalam perjalanan kariernya.
Balikpapan TV - Hai Ces! Baila Fauri tengah berduka setelah nenek yang ia panggil Neni meninggal dunia, sosok keluarga yang selama 24 tahun menjadi tempatnya mencari dukungan dan menemani perjalanan kariernya bersama no na.
Jarak membuat perpisahan itu terasa semakin berat. Baila mengaku tidak sempat memeluk atau mengucapkan salam perpisahan terakhir, tetapi kenangan bersama Neni tetap melekat kuat.
Baca Juga: Sherina Munaf Turun Langsung Padamkan Karhutla Kalteng, Soroti Dampak Asap dan Nasib Satwa
Ketakutan Baila yang Akhirnya Menjadi Kenyataan
Dalam unggahan di Instagram pada Senin, 7 September 2026, Baila menceritakan ketakutan yang selama ini ia rasakan ketika harus tinggal jauh dari keluarga.
Bukan soal cuaca, hubungan jarak jauh, ataupun rasa rindu terhadap rumah. Ketakutan terbesar Baila justru kehilangan orang yang dicintainya ketika ia sedang berada jauh dari mereka.
Kekhawatiran itu akhirnya benar-benar terjadi.
Baila menyebut dirinya tidak sempat memberikan pelukan, ciuman, atau mengucapkan selamat tinggal untuk terakhir kalinya kepada sang nenek. Saat berada di luar Indonesia, ia bahkan hanya dapat menyaksikan pemakaman Neni melalui sambungan video call.
Bagi seseorang yang sedang membangun karier di luar negeri, kehilangan keluarga dari kejauhan menjadi pengalaman yang tidak mudah. Namun, bagi Baila, hubungan selama bertahun-tahun dengan Neni meninggalkan begitu banyak kenangan untuk dikenang.
Dari Masa Kecil hingga Perjalanan Bersama No Na
Kedekatan Baila dan Neni sudah terjalin sejak ia masih kecil. Baila mengenang dirinya yang dulu sering berpindah dari satu rumah nenek ke rumah nenek lainnya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
Neni kemudian menjadi salah satu sosok yang selalu dicari Baila ketika menghadapi berbagai persoalan.
Mulai dari masalah di sekolah, membutuhkan uang jajan tambahan, sampai urusan sederhana seperti ingin mempercantik kuku, Neni menjadi tempat Baila datang tanpa banyak pertimbangan.
Ada pula sisi lain yang membuat kenangan mereka begitu personal.
Baila mengenang Neni sebagai nenek yang sering membelanya di hadapan orang tua, bahkan ketika dirinya berada dalam posisi yang salah.
Kenangan itu tidak berhenti pada masa kanak-kanak. Ketika Baila mulai serius mempersiapkan diri untuk bergabung dengan no na, Neni ikut mengambil bagian dalam proses tersebut.
Selama sekitar satu tahun, Neni disebut rutin mengantarkan Baila latihan setiap hari. Ia juga menyiapkan makanan sehat untuk Baila selama waktu istirahat latihan.
Dari sudut pandang Baila, perhatian tersebut bukan sekadar bantuan sehari-hari. Ada dukungan keluarga yang ikut menemani proses panjangnya sebelum akhirnya menjalani karier bersama no na.
24 Tahun Bersama Neni yang Tak Akan Hilang
Baila mengatakan dirinya bersyukur telah mendapatkan kesempatan berbagi kehidupan bersama Neni selama 24 tahun.
Ia menggambarkan sang nenek sebagai sosok yang penuh keceriaan dan mampu membawa suasana hangat bagi orang-orang di sekitarnya.
Karena itu, perpisahan tersebut tidak hanya menghadirkan kehilangan, tetapi juga membuat Baila kembali melihat begitu banyak momen yang sudah mereka lewati bersama.
Baila memilih mengenang Neni melalui sisi-sisi baik yang ditinggalkan sang nenek. Ia juga berusaha percaya bahwa Neni kini berada di tempat yang lebih baik.
Pesan terakhirnya dipenuhi rasa cinta. Baila mendoakan sang nenek agar dapat beristirahat dengan tenang.
Dukungan Neni Berhenti di Kenangan, Bukan di Perjalanan Baila
Kisah Baila dan Neni memperlihatkan sisi lain perjalanan seorang penyanyi yang selama ini lebih banyak terlihat dari atas panggung.
Sebelum dikenal sebagai salah satu member no na, Baila sudah lebih dulu melewati perjalanan panjang di dunia musik. Ia pernah mengikuti Indonesian Idol Junior musim pertama pada 2014 dan melaju hingga babak enam besar.
Setelah itu, Baila melanjutkan perjalanan sebagai penyanyi solo dengan sejumlah karya, sebelum kemudian bergabung dengan no na yang berada di bawah naungan 88rising.
Dalam perjalanan menuju karier tersebut, dukungan keluarga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Neni bukan hanya menyaksikan perkembangan Baila, tetapi juga ikut hadir dalam rutinitas latihan yang menjadi bagian dari proses menuju no na.
Kini, sosok itu memang tidak lagi bisa mengantarkan Baila ke tempat latihan. Tetapi bagi Baila, kenangan tentang perhatian tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup yang akan terus dibawa.
Rekan satu grup Baila di no na, Shaz, juga turut menyampaikan pesan duka untuk Neni melalui media sosial.
Baca Juga: Supplier MBG Curhat, Ada Permintaan Beras Broken dan Ayam Memar untuk Dapur
Profil Singkat Baila Fauri
Baila Fauri lahir pada 28 September 2001 dan memulai perjalanan musiknya sejak usia 12 tahun melalui Indonesian Idol Junior pada 2014.
Setelah menjalani karier sebagai penyanyi solo, namanya kembali mendapat perhatian ketika diumumkan sebagai salah satu anggota no na, girl group yang berada di bawah label musik 88rising.
Baila merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Ia memiliki dua adik, Lucca Fauri dan Azzela Fauri.
Perjalanan Baila di dunia musik tidak hanya dibentuk oleh penampilan di atas panggung. Dari cerita tentang Neni, terlihat bahwa perjalanan tersebut juga ditemani dukungan keluarga dalam hal-hal sederhana yang sering kali tidak terlihat publik.
Poin Penting
- Baila Fauri mengabarkan meninggalnya sang nenek yang ia panggil Neni.
- Baila mengaku tidak sempat bertemu dan mengucapkan salam perpisahan terakhir.
- Neni sangat dekat dengan Baila sejak masa kecil.
- Neni rutin mengantar Baila latihan selama setahun ketika mempersiapkan diri untuk no na.
- Baila bersyukur telah menghabiskan 24 tahun bersama sang nenek.
- Kenangan dan dukungan Neni menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Baila.
Insight Redaksi
Duka Baila menunjukkan bahwa perjalanan seorang artis tidak pernah berdiri sendiri. Di balik latihan dan panggung, ada keluarga yang ikut menopang langkahnya. Kisah Neni mengingatkan kita: dukungan kecil, seperti mengantar latihan atau menyiapkan makanan, bisa menjadi bagian besar dari perjalanan hidup. Yang sederhana justru sering paling lama dikenang bahkan setelah kepergian itu.
Kadang, yang paling berarti bukan siapa yang berdiri di panggung, tetapi siapa yang dulu setia mengantar menuju panggung.
Kalau punya keluarga yang selalu mendukung, jangan tunggu nanti untuk bilang terima kasih dan bilang sayang.
Bagikan kisah Baila ini kalau kamu pernah merasakan hangatnya dukungan keluarga yang sederhana, tapi ternyata berarti banget dalam perjalanan hidup.
Cerita tentang Baila dan Neni mengingatkan kita bahwa di balik setiap langkah besar, ada orang-orang yang diam-diam ikut berjuang. Yuk, terus update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Siapa nenek Baila Fauri yang meninggal dunia?
Nenek Baila Fauri yang meninggal dunia adalah sosok yang ia panggil Neni dan sangat dekat dengannya sejak kecil.
2. Mengapa Baila tidak bisa mengucapkan salam perpisahan secara langsung?
Baila sedang berada di luar Indonesia sehingga tidak dapat berada langsung di sisi keluarganya ketika Neni meninggal dan hanya menyaksikan pemakaman melalui video call.
3. Berapa lama Baila bersama sang nenek?
Baila menyebut dirinya telah berbagi kehidupan bersama Neni selama 24 tahun.
4. Apa dukungan Neni terhadap karier Baila?
Neni rutin mengantar Baila latihan setiap hari selama sekitar satu tahun ketika Baila menjalani masa persiapan untuk no na, sekaligus menyiapkan makanan sehat untuknya.
5. Siapa Baila Fauri?
Baila Fauri adalah penyanyi Indonesia yang pernah mengikuti Indonesian Idol Junior dan kemudian menjadi anggota girl group no na di bawah 88rising.