Sherina Munaf Turun Padamkan Karhutla Kalteng, Ini Dampaknya bagi Warga

Nasya Syafira • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 21:20 WIB
Sherina Munaf bersama tim membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dengan perlengkapan lapangan.
Sherina Munaf bersama tim membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dengan perlengkapan lapangan.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Sherina Munaf turun langsung membantu penanganan karhutla Kalteng sekaligus menyoroti perjuangan petugas, warga, dan satwa terdampak.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sherina Munaf turun langsung membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, termasuk pemadaman dan dukungan logistik.

Kehadirannya bukan sekadar menarik perhatian publik. Aksi tersebut memperlihatkan beratnya penanganan karhutla, terutama ketika asap tebal dan bara bawah permukaan masih menjadi persoalan.

Sherina Datang Saat Karhutla Kalteng Masih Ditangani

Sherina berada di Kalimantan Tengah ketika penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah. Ia datang bersama gerakan Pawerful Voices dan berkolaborasi dengan sejumlah pihak di lapangan.

Perjalanan menuju Palangka Raya pun tidak berlangsung mulus. Sherina membagikan kondisi asap yang mengganggu jarak pandang hingga memengaruhi perjalanan pesawat dari Jakarta.

Setelah tiba, Sherina berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah. Ia kemudian mengikuti aktivitas penanganan di sejumlah titik terdampak.

Baca Juga: Baskara Mahendra Jadi Letnan Soegeng di Film Lobang Buaya, Bongkar Misteri

Mengapa Pemadaman di Lahan Gambut Tidak Sesederhana Kelihatannya?

Salah satu persoalan yang disaksikan Sherina adalah bara yang dapat bertahan di bawah permukaan lahan gambut. Kondisi ini membuat titik yang terlihat sudah padam masih membutuhkan pemantauan dan pembasahan.

Sherina turut membantu penanganan di kawasan Hiu Putih dan Taman Wisata Alam Galeget Tiawu. Di lokasi tersebut, aktivitas tim tidak berhenti pada memadamkan api yang terlihat dari permukaan.

Taman Wisata Alam Galeget Tiawu sendiri merupakan kawasan konservasi yang dikelola Balai KSDA Kalimantan Tengah. Data Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem mencatat luas kawasan tersebut mencapai sekitar 10.585,1 hektare.

Artinya, penanganan kebakaran di kawasan seperti ini bukan hanya persoalan menghilangkan asap. Ada ekosistem dan keanekaragaman hayati yang ikut dipertaruhkan.

Sherina Juga Menyambangi Universitas Palangka Raya

Keterlibatan Sherina tidak berhenti di kawasan konservasi. Ia juga mengunjungi Universitas Palangka Raya ketika terdapat titik karhutla di sekitar kawasan kampus.

Pada Rabu, 2 September 2026, Sherina disebut ikut membantu pemadaman bersama mahasiswa di titik yang berada sekitar 200 meter dari Gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Selain membantu aktivitas di lapangan, Sherina bersama tim juga memberikan dukungan logistik. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung orang-orang yang ikut menangani kebakaran di sekitar lingkungan kampus.

Situasi ini memperlihatkan bahwa karhutla tidak hanya menjadi persoalan kawasan hutan. Ketika titik api berada dekat fasilitas pendidikan, aktivitas masyarakat ikut bersinggungan dengan kondisi kebakaran.

Dari Asap di Pesawat hingga Beratnya Pekerjaan di Lapangan

Pengalaman Sherina memberikan gambaran berbeda tentang dampak karhutla. Asap bukan hanya terlihat dari daratan, tetapi juga telah mengganggu perjalanan menuju Palangka Raya.

Kondisi tersebut menjadi konteks penting karena kualitas udara di Kalteng memang sedang menjadi perhatian. BNPB melaporkan kualitas udara sangat tidak sehat di tengah penanganan karhutla pada awal September.

BNPB juga menyebut lebih dari 10.700 personel Satgas Darat dikerahkan dalam penanganan karhutla Kalteng. Pada 1 September, luas yang berhasil dipadamkan dilaporkan mencapai lebih dari 48 hektare.

Bagi warga, persoalannya tidak berhenti pada angka titik api atau luas lahan. Kabut asap dapat memengaruhi aktivitas harian, perjalanan, kegiatan pendidikan, hingga kualitas lingkungan tempat tinggal.

Karhutla Kalteng Bukan Sekadar Isu Lingkungan

Keterlibatan Sherina menjadi perhatian karena ia merupakan figur publik yang selama ini dikenal aktif menyuarakan isu lingkungan. Namun, nilai penting dari peristiwa ini justru terletak pada persoalan yang lebih luas.

Karhutla menyentuh tiga ruang sekaligus: kehidupan masyarakat, kelestarian ekosistem, dan keselamatan satwa. BKSDA Kalimantan Tengah bahkan terlibat dalam penyelamatan orangutan yang terdampak kebakaran di wilayah lain di provinsi tersebut.

Konteks tersebut membuat aksi Sherina tidak tepat dipahami hanya sebagai aktivitas seorang selebritas. Kehadirannya menjadi bagian dari perhatian publik terhadap pekerjaan panjang yang dilakukan petugas, relawan, mahasiswa, organisasi lingkungan, dan masyarakat.

Di sisi lain, penanganan karhutla tetap membutuhkan koordinasi dengan pihak berwenang. Sherina sendiri disebut bergerak bersama berbagai pihak yang memiliki peran teknis dalam penanganan kebakaran.

Dukungan Publik Juga Bergerak Lewat Donasi

Selain turun ke lapangan, Sherina turut mendukung penggalangan bantuan melalui Pawerful Voices. Dana tersebut diarahkan untuk kebutuhan penanganan karhutla dan mendukung personel yang bekerja di lapangan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap penanganan bencana tidak selalu berbentuk kehadiran fisik. Logistik, perlengkapan, kebutuhan mobilisasi, dan dukungan bagi relawan juga menjadi bagian penting dalam operasi lapangan.

Namun, masyarakat tetap perlu membedakan antara dukungan publik dan kewenangan penanganan bencana. Pemadaman karhutla membutuhkan personel terlatih, koordinasi resmi, serta penanganan yang mempertimbangkan kondisi lokasi.

Karena itu, perhatian figur publik dapat membantu memperluas kesadaran, sementara pekerjaan teknis tetap berada pada tim yang memiliki tugas dan kompetensi di lapangan.

Baca Juga: Shopee 9.9 Gandeng Naykilla dan Tenxi, Jingle Kasih Aba-Aba 2.0 Ramai di TikTok

Mengapa Aksi Sherina Menjadi Perhatian Publik?

Popularitas Sherina membuat aktivitasnya di Kalteng mendapatkan sorotan luas. Dokumentasi yang ia bagikan memperlihatkan situasi karhutla dari sudut pandang seseorang yang datang langsung ke lokasi.

Tetapi, perhatian terhadap Sherina sebaiknya tidak menggeser cerita utama. Pusat persoalannya tetap pada kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya terhadap manusia dan lingkungan.

Data BNPB memperlihatkan skala persoalan yang sedang dihadapi Kalteng. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga memberlakukan status tanggap darurat karhutla mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026 untuk memperkuat koordinasi penanganan.

Dengan konteks tersebut, aksi Sherina dapat dipandang sebagai salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap persoalan lingkungan yang sedang membutuhkan perhatian luas.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kehadiran Sherina membuat isu karhutla kembali dekat dengan publik, tetapi persoalan utamanya jauh melampaui sorotan selebritas. Kalteng membutuhkan kerja lapangan yang konsisten karena bara gambut, asap, warga, dan satwa saling berkaitan. Bagi pembaca Kaltim, pesannya jelas: kabut asap bukan sekadar berita daerah tetangga, melainkan alarm ekologis Kalimantan.

Jangan cuma scroll kabar karhutla, pahami juga dampaknya karena udara sehat itu urusan kita semua.

Kalau artikel ini terasa penting, bagikan ke teman atau keluarga supaya kepedulian soal lingkungan tidak berhenti di timeline.

Selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa Sherina Munaf?

Sherina Munaf adalah penyanyi dan aktris Indonesia yang juga dikenal aktif menyuarakan isu lingkungan.

2. Di mana Sherina membantu penanganan karhutla?

Ia membantu di sejumlah lokasi di Kalimantan Tengah, termasuk kawasan Hiu Putih, TWA Galeget Tiawu, dan sekitar Universitas Palangka Raya.

3. Mengapa lahan gambut sulit dipadamkan?

Bara dapat bertahan di bawah permukaan sehingga titik yang tampak padam masih dapat kembali menyala.

4. Apakah Sherina hanya membantu pemadaman?

Tidak. Selain membantu di lapangan, ia juga mendukung penyaluran logistik dan penggalangan bantuan melalui Pawerful Voices.

5. Seberapa serius kondisi karhutla Kalteng?

BNPB melaporkan 50 titik api per 1 September 2026, dengan lebih dari 77 hektare lahan terbakar dan kualitas udara sangat tidak sehat.

6. Mengapa karhutla penting diperhatikan masyarakat?

Karhutla berdampak pada kualitas udara, aktivitas masyarakat, ekosistem, serta satwa yang hidup di kawasan terdampak.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Redaksi BTV
Sherina Munaf Karhutla Kalteng kalimantan tengah kebakaran hutan