Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: Jingle “Kasih Aba-Aba 2.0” dari kolaborasi Shopee 9.9 bersama Naykilla dan Tenxi digunakan dalam ribuan video TikTok serta meraih jutaan penonton di sejumlah platform digital.
Balikpapan TV - Hai Ces! Jingle “Kasih Aba-Aba 2.0” dari Shopee 9.9 bersama Naykilla dan Tenxi ramai di media sosial, dengan jutaan penonton dan ribuan video TikTok.
Satu lagu bisa berubah menjadi banyak versi ketika pengguna ikut membuat konten sendiri. Nah, kolaborasi ini menarik karena musik promosi justru berkembang menjadi bahan kreativitas warganet.
Dari iklan, sound “Kasih Aba-Aba 2.0” masuk ke konten pengguna
“Kasih Aba-Aba 2.0” merupakan jingle dalam kampanye Shopee 9.9 Super Shopping Day bersama musisi Naykilla dan Tenxi. Lagu tersebut merupakan adaptasi dari “Kasih Aba-Aba” dengan sentuhan HipDut khas keduanya.
Versi baru itu membawa lirik yang disesuaikan dengan suasana kampanye belanja Shopee. Format musik yang mudah dikenali membuat jingle kemudian digunakan pengguna untuk berbagai jenis konten.
ANTARA melaporkan sound tersebut telah digunakan dalam ribuan video TikTok. Pengguna memakainya untuk mengikuti gerakan, bernyanyi, membuat video bersama teman, hingga menjadi latar berbagai aktivitas.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa sebuah materi promosi dapat memperoleh kehidupan kedua ketika audiens ikut mengolahnya menjadi konten personal.
Jutaan views datang dari beberapa platform
Perhatian terhadap “Kasih Aba-Aba 2.0” tidak hanya terlihat dari jumlah video yang menggunakan sound tersebut. Angka penonton di beberapa platform juga menjadi bagian dari respons publik terhadap kampanye ini.
Video utama yang memperkenalkan jingle melalui akun resmi Naykilla dan Tenxi di TikTok telah mencatat lebih dari 18 juta views. Unggahan jingle resmi di YouTube juga menembus lebih dari 10 juta views.
Sementara itu, rangkaian konten video di Instagram tercatat memperoleh lebih dari 13 juta views. Angka tersebut menunjukkan distribusi konten berlangsung lintas platform, bukan hanya bergantung pada satu kanal media sosial.
Bagi pengguna media sosial, pola seperti ini membuat satu lagu mudah ditemukan berulang kali melalui berbagai bentuk konten. Dari sinilah sebuah jingle dapat terasa akrab dalam waktu relatif singkat.
Mengapa lagu iklan ini mudah dipakai ulang?
Salah satu kekuatan “Kasih Aba-Aba 2.0” terletak pada formatnya yang dapat digunakan untuk berbagai jenis video. Sound yang sama dapat menemani dance cover, karaoke, atau konten keseharian.
Media Indonesia juga melaporkan bahwa sound tersebut telah digunakan ribuan kreator sebagai backsound. Pengguna menghadirkan interpretasi masing-masing sehingga materi kampanye tidak berhenti pada video iklan awal.
Dari sisi komunikasi digital, pola tersebut menarik karena audiens tidak hanya menjadi penonton. Mereka juga menjadi pembuat distribusi lanjutan melalui video yang diproduksi sendiri.
Ini membuat pesan kampanye hadir dalam konteks yang lebih beragam. Namun, tingginya penggunaan sound juga tidak otomatis berarti semua pengguna memiliki respons yang sama terhadap produk atau kampanye.
Naykilla dan Tenxi membawa karakter yang berbeda
Kolaborasi ini juga mengandalkan perbedaan karakter kedua musisi. Materi kampanye menampilkan Naykilla dengan karakter ekspresif dan playful, sementara Tenxi membawa pendekatan yang lebih edgy.
Suara dan gaya keduanya kemudian dipadukan dengan visual bernuansa Y2K, termasuk elemen retro arcade, wardrobe, styling, serta set yang dibuat dinamis. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari identitas visual kampanye Shopee 9.9.
Naykilla mengatakan kolaborasi tersebut terasa dekat dengan eksplorasi dirinya dan Tenxi melalui musik maupun fashion.
“Kolaborasi bareng Shopee ini terasa relate banget.”
Pernyataan tersebut disampaikan Naykilla dalam materi yang dikutip Suara.com pada peluncuran kampanye. Ia juga menyebut kolaborasi itu diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi banyak orang.
Perbedaan karakter tersebut menjadi salah satu unsur yang membuat kampanye tidak hanya mengandalkan musik. Fashion, visual, dan persona musisi ikut membentuk pengalaman yang ditawarkan kepada audiens.
Baca Juga: Ali Fikry Bawa Sisi Kocak Bapakmu Kiper, Jagoan Tarkam Siap Meriahkan Bioskop
Dari musik sampai bahasa daerah, kontennya ikut berkembang
Respons pengguna kemudian bergerak ke bentuk konten yang semakin beragam. Salah satunya adalah konten karaoke Naykilla dan Tenxi dengan modifikasi lirik menggunakan berbagai bahasa daerah.
Menurut Hops.ID, konten tersebut memunculkan respons dari warganet yang merasa bahasa daerah mereka ikut mendapat ruang. Ada pula komentar yang meminta versi menggunakan bahasa daerah lainnya.
Fenomena ini menarik karena musik populer sering kali berkembang ketika audiens menemukan cara sendiri untuk mengadaptasinya. Dalam kasus ini, unsur lokal masuk melalui kreativitas pengguna.
Namun, penting membedakan antara respons pengguna dengan klaim keberhasilan kampanye secara keseluruhan. Jumlah views dan penggunaan sound menunjukkan jangkauan konten, sementara penilaian terhadap efektivitas pemasaran membutuhkan indikator lain.
Kampanye Shopee 9.9 masih berlangsung sampai 9 September
Kolaborasi Naykilla dan Tenxi merupakan bagian dari rangkaian Shopee 9.9 Super Shopping Day yang berlangsung pada 25 Agustus hingga 9 September 2026. Kampanye tersebut membawa sejumlah program promosi untuk pengguna.
Di antara program yang disebutkan adalah Voucher Mania hingga Rp999 ribu, Super Deals Rp1.000, serta 9 juta produk dengan diskon hingga 90 persen. Detail program dapat berubah mengikuti ketentuan kampanye dan periode yang berlaku.
Dalam konteks tersebut, jingle memiliki fungsi sebagai pengingat kampanye sekaligus materi yang dapat beredar melalui konten pengguna.
Strategi semacam ini membuat promosi tidak hanya muncul sebagai iklan satu arah. Audiens dapat berinteraksi dengan materi kampanye melalui video, musik, komentar, dan berbagai bentuk kreativitas digital.
Apa yang membuat kolaborasi ini menarik bagi pengguna?
Perpaduan musik dan karakter musisi menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian dari warganet. Beberapa komentar yang dihimpun media menyoroti nada, lirik, beat, serta karakter vokal dalam jingle tersebut.
Salah satu komentar yang dikutip Hops.ID menyebut, “Nada sama lirik barunya nge-blend banget, dengerin sekali langsung hafal.” Komentar lain menilai beat lagu terasa menarik untuk diputar berulang.
Respons seperti itu memang bersifat subjektif karena berasal dari pengguna. Namun, ketika respons tersebut muncul bersamaan dengan penggunaan sound dalam ribuan video dan jutaan views, terlihat adanya tingkat perhatian yang cukup besar terhadap materi kampanye.
Yang menarik, percakapan warganet tidak hanya berputar pada lagu. Visual, gaya Naykilla dan Tenxi, gerakan, hingga konsep video ikut menjadi bahan pembicaraan.
Musik promosi kini bisa hidup di luar iklan
Kasus “Kasih Aba-Aba 2.0” memperlihatkan perubahan cara sebuah materi promosi dikonsumsi di media sosial. Iklan tidak selalu berhenti setelah seseorang melihat tayangan utamanya.
Ketika sound dapat digunakan ulang, audiens memiliki kesempatan mengubah materi tersebut sesuai gaya dan konteks mereka. Distribusi kemudian terjadi melalui aktivitas pengguna, bukan hanya melalui kanal resmi.
Hal ini membuat keberhasilan sebuah kampanye digital tidak cukup dibaca dari jumlah tayangan saja. Penggunaan ulang, interaksi, bentuk kreativitas, serta percakapan publik juga memberikan gambaran mengenai bagaimana konten diterima.
Bagi generasi yang sehari-hari berpindah dari satu platform ke platform lain, format seperti ini terasa semakin dekat dengan kebiasaan konsumsi konten mereka.
Baca Juga: Audi Marissa Gugat Cerai Anthony Xie, Sidang Perdana Digelar 3 September 2026
Poin Penting
-
“Kasih Aba-Aba 2.0” merupakan jingle kolaborasi Shopee 9.9 bersama Naykilla dan Tenxi.
-
Sound tersebut telah digunakan dalam ribuan video TikTok.
-
Video utama di TikTok tercatat meraih lebih dari 18 juta views.
-
Unggahan resmi di YouTube mencatat lebih dari 10 juta views.
-
Konten Instagram terkait jingle meraih lebih dari 13 juta views.
-
Pengguna membuat berbagai versi konten, termasuk dance cover dan karaoke.
-
Kampanye Shopee 9.9 Super Shopping Day berlangsung hingga 9 September 2026.
Insight Redaksi
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa promosi digital makin kuat ketika audiens punya ruang ikut berkarya. Bukan sekadar soal views, tetapi bagaimana satu sound bisa masuk ke kebiasaan konten harian. Bagi pembaca BTV, fenomena ini menarik karena musik lokal-populer dan budaya FYP kini makin sulit dipisahkan.
Kalau sound sudah nyangkut di kepala, jangan kaget kalau besok muncul lagi di timeline kawan-kawan.
Bagikan artikel ini kalau ada teman yang akhir-akhir ini sering memakai sound “Kasih Aba-Aba 2.0” di videonya.
Mau selalu update tren musik, media sosial, dan kabar yang lagi ramai dibahas? Pantengin Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu “Kasih Aba-Aba 2.0”?
“Kasih Aba-Aba 2.0” adalah jingle kolaborasi Shopee 9.9 Super Shopping Day bersama Naykilla dan Tenxi.
2. Berapa jumlah views “Kasih Aba-Aba 2.0” di TikTok?
Video utama yang memperkenalkan jingle melalui akun resmi Naykilla dan Tenxi tercatat memperoleh lebih dari 18 juta views.
3. Apakah sound tersebut digunakan dalam video TikTok?
Ya. Sound “Kasih Aba-Aba 2.0” telah digunakan dalam ribuan video TikTok dengan berbagai bentuk kreativitas pengguna.
4. Kapan Shopee 9.9 Super Shopping Day berlangsung?
Kampanye tersebut berlangsung pada 25 Agustus hingga 9 September 2026.
5. Siapa musisi yang terlibat?
Kolaborasi jingle tersebut melibatkan Naykilla dan Tenxi.
6. Mengapa sound tersebut ramai digunakan?
Format musik yang mudah digunakan ulang memungkinkan pengguna membuat dance cover, karaoke, video bersama teman, hingga konten keseharian.
Editor : Redaksi BTV