Ali Fikry Bawa Sisi Kocak Bapakmu Kiper, Jagoan Tarkam Siap Meriahkan Bioskop

Amellinda Nur Aini • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:15 WIB
Tiga sosok tampil penuh gaya di panggung, merayakan kreativitas, musik, dan momen spesial bersama.
Tiga sosok tampil penuh gaya di panggung, merayakan kreativitas, musik, dan momen spesial bersama.

Durasi Baca: 7 menit

Film Bapakmu Kiper mengangkat sepak bola tarkam, drama ayah-anak, komedi, dan kemampuan Ali Fikry menjelang penayangan nasional di bioskop.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Film Bapakmu Kiper menghadirkan Ali Fikry dan Fedi Nuril dalam kisah sepak bola tarkam yang memadukan komedi, konflik keluarga, dan perjuangan menuju mimpi profesional. 

Yang menarik, kekuatan film ini bukan cuma pertandingan, tetapi juga warna tarkam, canda pemain, dan hubungan ayah-anak yang bikin ceritanya terasa dekat.

Tarkam Jadi Dunia Cerita yang Penuh Warna

Sepak bola antarkampung atau tarkam menjadi latar utama Bapakmu Kiper. Film produksi Entelekey Sinema Indonesia tersebut tidak sekadar menggunakan pertandingan sebagai pemanis cerita. 

Dunia tarkam justru menjadi ruang tempat persaingan, gengsi, hiburan, dan hubungan sosial bertemu. Unsur tersebut membuat pertandingan terasa punya kehidupan sendiri di luar skor akhir.

Produser Garnet Geraldine Tanja menilai tarkam memiliki banyak sisi yang menarik untuk diterjemahkan ke layar lebar. Ia menyebut fenomena tersebut tidak hanya berkaitan dengan menang dan kalah.

“Tarkam itu bukan cuma soal menang kalah di lapangan,” ujar Garnet Geraldine Tanja. 

Menurut Garnet, terdapat gengsi antarkampung, drama di pinggir lapangan, hingga saweran yang ikut membuat suasana pertandingan semakin ramai. 

Ali Fikry Jadi Dino, Remaja dengan Mimpi Besar

Ali Fikry memerankan Ronaldhino Sujatmiko alias Dino, remaja yang memiliki ambisi menembus dunia sepak bola profesional. Karakter tersebut menjadi pusat perjalanan cerita bersama sang ayah, Warto.

Dalam kisahnya, Dino memiliki hubungan yang renggang dengan Warto yang diperankan Fedi Nuril. Konflik keluarga tersebut menjadi persoalan penting yang berjalan bersamaan dengan perjuangan Dino di lapangan.

Lembaga Sensor Film mencatat film ini membawa tema meraih impian dan kepercayaan keluarga, dengan durasi sekitar 90 menit. Film tersebut dijadwalkan tayang pada 3 September 2026. 

Dino mendapatkan kesempatan mengikuti Tarkam Super Cup, kompetisi yang berpotensi membawanya semakin dekat dengan cita-cita menjadi pemain profesional.

Namun, persoalan muncul ketika tim yang menjadi andalannya menghadapi masalah menjelang pertandingan penting. Situasi tersebut kemudian membuat Warto kembali mengambil peran dalam perjalanan anaknya. 

Fedi Nuril Kaget Melihat Kemampuan Bola Ali Fikry

Menariknya, kemampuan Ali Fikry bermain bola ternyata ikut mendapat perhatian selama proses produksi. Fedi Nuril mengaku cukup terkejut melihat kemampuan lawan mainnya tersebut.

“Aku pribadi kaget kalau Ali ternyata lumayan jagolah ya,” kata Fedi Nuril ketika ditemui di Jakarta pada 1 September 2026. 

Fedi bahkan menyebut kemampuan Ali tidak hanya terlihat ketika kamera mulai merekam. Menurutnya, Ali juga beberapa kali menunjukkan kelincahan fisik ketika sedang menunggu proses pengambilan gambar.

“Sampai kan tadi ada bintang tamu tuh, di ending filmnya kan ada bintang tamu. Dia nyamperin Ali beneran nanya, ‘Kamu beneran pemain bola gak sih?’,” ujar Fedi. 

Kemampuan tersebut menjadi modal penting karena karakter Dino memang membutuhkan kemampuan sepak bola yang meyakinkan. Adegan pertandingan tidak cukup hanya mengandalkan koreografi apabila karakter harus terlihat seperti pemain sebenarnya.

Bukan Sekadar Film Bola, Ada Drama Ayah dan Anak

Di balik pertandingan tarkam, Bapakmu Kiper membawa persoalan keluarga yang menjadi inti emosional ceritanya. Hubungan Dino dan Warto tidak langsung membaik hanya karena mereka kembali berada di lapangan.

Warto digambarkan sebagai mantan jago tarkam yang memiliki masa lalu rumit. Sementara Dino menyimpan kemarahan terhadap ayahnya akibat pengalaman keluarga yang membuat hubungan mereka renggang bertahun-tahun. 

Pertemuan kembali keduanya kemudian berlangsung melalui sepak bola. Lapangan menjadi tempat mereka menghadapi persoalan lama sekaligus kesempatan untuk membangun kembali kepercayaan.

Sudut pandang itu membuat pertandingan dalam film memiliki fungsi ganda. Ada target memenangkan kompetisi, tetapi ada pula hubungan keluarga yang perlahan harus diperbaiki.

Fedi Nuril juga melihat karakter Warto sebagai gambaran sosok ayah yang mungkin dekat dengan kehidupan banyak keluarga. Menurutnya, peran seorang ayah tidak selalu harus terlihat melalui pencapaian besar.

“Warto ini kayak gambaran banyak ayah di luar sana, yang perannya sering nggak kelihatan tapi sebenarnya paling krusial,” ujar Fedi.

Sisi Lucu Justru Lahir dari Dunia Tarkam

Daya tarik lain film ini berada pada unsur komedi yang tumbuh dari situasi sepak bola akar rumput. Dunia tarkam memiliki banyak karakter dan kebiasaan yang dapat menjadi sumber humor tanpa harus meninggalkan konflik utama.

Sebelumnya, proses produksi juga memperlihatkan adanya improvisasi yang masuk ke materi promosi film. Salah satunya ketika Fedi Nuril melakukan adegan spontan bersama seekor ikan saat menunggu sutradara meneriakkan tanda selesai. 

Fedi menceritakan bahwa adegan tersebut awalnya hanya improvisasi untuk mengisi waktu. Namun, momen itu justru masuk ke trailer sehingga menjadi salah satu bagian yang memperlihatkan karakter komedi film.

Unsur seperti ini memperlihatkan bahwa humor Bapakmu Kiper tidak hanya berasal dari dialog. Situasi pertandingan, karakter pemain, dan suasana sekitar lapangan juga menjadi bagian dari komedinya.

Film ini kemudian memiliki ruang untuk bergerak di antara tiga suasana sekaligus: pertandingan sepak bola, konflik keluarga, dan humor khas lingkungan tarkam.

Mengapa Cerita Tarkam Terasa Dekat dengan Penonton?

Tarkam memiliki karakter yang berbeda dari pertandingan sepak bola profesional. Lapangannya bisa sederhana, penontonnya berada sangat dekat dengan pemain, dan hubungan antarkampung menjadi bagian dari atmosfer pertandingan.

Film ini mencoba membawa karakter tersebut ke layar lebar dengan menempatkan manusia sebagai bagian penting dari pertandingan. Ada pemain, keluarga, penonton, gengsi kampung, hingga orang-orang yang ikut meramaikan pertandingan.

RRI juga mencatat bahwa sepak bola tarkam memiliki basis penggemar yang besar di Indonesia dan selama ini relatif jarang menjadi fokus utama film nasional.

Karena itu, Bapakmu Kiper tidak hanya menawarkan pertandingan sepak bola sebagai tontonan. Film ini juga memperlihatkan budaya sosial yang tumbuh di sekitar pertandingan akar rumput.

Pendekatan tersebut membuat ceritanya punya ruang untuk dinikmati penonton yang menyukai sepak bola maupun mereka yang lebih tertarik pada drama keluarga dan komedi.

Siap Tayang di Bioskop Mulai 3 September 2026

Bapakmu Kiper dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Film ini disutradarai Ody C. Harahap dengan skenario karya Titien Wattimena dan Aaron Hart. 

Selain Ali Fikry dan Fedi Nuril, film tersebut menghadirkan Tanta Ginting, Augie Fantinus, Djaitov Tigor, Vidi Bulle, Neysa Chandria, serta sejumlah pemain lainnya. 

Kehadiran para pemain dengan karakter berbeda membuat dunia tarkam dalam film tidak hanya bergantung pada dua tokoh utama. Konflik dan humor dapat berkembang melalui banyak karakter di sekitar pertandingan.

Bagi penonton yang akrab dengan sepak bola kampung, pendekatan ini bisa terasa familiar. Sementara bagi penonton yang belum mengenal dunia tarkam, film ini menawarkan pintu masuk melalui kisah keluarga yang lebih mudah diikuti.

Pada akhirnya, daya tarik Bapakmu Kiper bukan sekadar siapa yang memenangkan pertandingan. Ada cerita tentang mimpi, kesempatan kedua, hubungan keluarga, dan kehidupan sepak bola yang berlangsung jauh dari stadion besar.

Baca Juga: Bawa Nama Indonesia, Ashanty, Aurel dan Atta Halilintar Tampil di Variety Show Korea

Poin Penting

Insight Redaksi

Bapakmu Kiper menarik karena sepak bola tidak ditempatkan sebagai pajangan cerita. Tarkam menjadi ruang konflik, humor, gengsi, dan rekonsiliasi keluarga. Buat kawalan penonton, daya jualnya justru ada pada kedekatan: lapangan sederhana terasa hidup ketika hubungan ayah-anak ikut dipertaruhkan. Di situlah film olahraga ini punya identitas sendiri.

Kalau suka film bola yang santai, pilih tontonan ini buat lihat tarkam dari sisi keluarga dan komedinya.

Bagikan artikel ini ke kawalan yang suka sepak bola, film Indonesia, atau cerita keluarga yang dibumbui komedi.

Mau tahu apakah kisah tarkam bisa terasa seseru pertandingan profesional? Pantau terus Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan film Bapakmu Kiper tayang di bioskop?

Bapakmu Kiper dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 3 September 2026. 

2. Siapa pemeran utama Bapakmu Kiper?

Film ini dibintangi Ali Fikry sebagai Dino dan Fedi Nuril sebagai Warto, ayah Dino. 

3. Apa tema utama film Bapakmu Kiper?

Film menggabungkan sepak bola tarkam dengan cerita tentang impian, keluarga, kepercayaan, dan hubungan ayah-anak. 

4. Apa yang menarik dari karakter Ali Fikry?

Kemampuan Ali mengolah bola mendapat perhatian Fedi Nuril, termasuk ketika melakukan adegan sepak bola untuk film.

5. Siapa sutradara Bapakmu Kiper?

Film ini disutradarai Ody C. Harahap dan ditulis oleh Titien Wattimena serta Aaron Hart. 

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Redaksi BTV
Ali Fikry Bapakmu Kiper Sepak Bola Tarkam Fedi Nuril