Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Pria tanpa busana diamankan setelah menyerang pengendara motor di Lenteng Agung. Polisi menyebut ia bukan ODGJ, melainkan diduga mabuk.
Balikpapan TV - Hai Ces! Seorang pria tanpa busana diamankan polisi setelah menyerang sejumlah pengendara motor di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa malam, 18 Agustus 2026.
Aksi tersebut sempat membuat pengguna jalan panik karena pria itu menghadang pengendara dan melakukan pemukulan menggunakan benda menyerupai papan kayu. Video kejadian kemudian menyebar di media sosial.
Kronologi Aksi Pria Tanpa Busana di Lenteng Agung
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Stasiun Lenteng Agung pada Selasa malam. Rekaman yang beredar memperlihatkan seorang pria tanpa busana berdiri di sisi jalan dan menghadang pengendara yang melintas.
Dalam video, seorang pengendara motor terlihat terjatuh setelah dipukul menggunakan benda panjang. Pria tersebut kemudian kembali mendekati korban yang berada di jalan.
Rekaman lain memperlihatkan pengendara lain turut menjadi sasaran. Sejumlah pengguna jalan memilih menghindari lokasi setelah melihat pria tersebut bertindak agresif.
Informasi awal yang beredar di media sosial menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 23.40 WIB. Namun, jumlah korban yang sebenarnya masih dalam penanganan kepolisian.
Laporan awal di media sosial bahkan menyebut terdapat dua pengendara yang menjadi sasaran. Polisi kemudian menyampaikan informasi berbeda mengenai jumlah korban yang sedang ditelusuri.
Video Viral Sempat Menyebut Pelaku Diduga ODGJ
Video yang beredar pertama kali memunculkan dugaan bahwa pria tersebut mengalami gangguan jiwa. Dugaan itu muncul karena perilakunya yang agresif dan kondisi tanpa busana.
Namun, dugaan tersebut bukan hasil pemeriksaan medis. Karena itu, penyebutan ODGJ dalam informasi awal perlu ditempatkan sebagai dugaan, bukan identitas atau kondisi kesehatan yang sudah dipastikan.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Bernard Tambunan sebelumnya menyebut Satgas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial atau P3S Posko Lenteng Agung menerima laporan mengenai pria yang disebut menyerang pengguna jalan.
Petugas kemudian mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan pria tersebut. Bernard menyatakan pria itu telah dibawa ke pihak kepolisian sekitar dini hari.
Langkah tersebut dilakukan karena perilaku agresif di jalan raya berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Situasi di lokasi juga sempat membuat pengendara memilih menghindar.
Baca Juga: Fuji Rayakan HUT RI Bersama Keluarga dan Rakin Khan, Momen Kebersamaan Jadi Sorotan
Polisi Ungkap Pria Itu Bukan ODGJ
Perkembangan pemeriksaan mengubah informasi awal mengenai kondisi pria tersebut. Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyatakan pria yang diamankan bukan orang dengan gangguan jiwa.
Polisi menyebut pria tersebut diduga mengamuk dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi minuman keras. Dalam pemeriksaan, pria berinisial J mengaku mengonsumsi satu botol minuman keras dan tidak mengingat seluruh tindakannya.
Identitas pria tersebut dalam sejumlah laporan disebut sebagai mahasiswa berusia 23 tahun. Polisi masih melakukan pemeriksaan dan menelusuri korban yang terdampak aksi pemukulan tersebut.
Perubahan informasi ini penting karena label ODGJ tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan perilaku seseorang yang terlihat tidak terkendali. Kondisi kesehatan jiwa membutuhkan pemeriksaan yang tepat.
Mengapa Label ODGJ Perlu Dihindari Sebelum Ada Pemeriksaan?
Peristiwa di Lenteng Agung menunjukkan bagaimana informasi awal dari video media sosial dapat berkembang sangat cepat. Dalam beberapa jam, dugaan yang belum terverifikasi dapat dianggap sebagai fakta.
Padahal, kondisi seseorang yang terlihat agresif dapat memiliki banyak kemungkinan. Dalam kasus ini, kepolisian kemudian memberikan keterangan berbeda setelah melakukan pemeriksaan terhadap pria yang diamankan.
Bagi pembaca, kebiasaan memeriksa sumber menjadi penting sebelum ikut menyebarkan informasi. Apalagi video pendek sering hanya memperlihatkan sebagian kejadian tanpa konteks lengkap.
Baca Juga: Miskah Shafa dan Yislam Jaidi Sambut Calon Anak Kedua Berjenis Kelamin Laki-laki
Warga Perlu Mengutamakan Keselamatan Saat Menemui Aksi Serupa
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi pengguna kendaraan yang melewati kawasan ramai pada malam hari. Ketika menemukan seseorang bertindak agresif di tengah jalan, menjaga jarak menjadi langkah awal yang penting.
Pengendara sebaiknya tidak mencoba menghadapi orang tersebut sendirian. Jika situasi memungkinkan, pengguna jalan dapat mencari lokasi aman sambil meminta bantuan petugas atau masyarakat sekitar.
Tindakan spontan untuk merekam juga perlu dipertimbangkan. Keselamatan pengendara tetap menjadi prioritas, terutama ketika pelaku membawa benda yang dapat digunakan untuk menyerang.
Dalam kasus Lenteng Agung, aparat kepolisian bersama unsur Sudinsos akhirnya turun tangan setelah menerima laporan masyarakat.
Poin Penting
- Pria tanpa busana menyerang pengendara motor di sekitar Stasiun Lenteng Agung pada Selasa malam, 18 Agustus 2026.
- Aksi tersebut terekam dalam video dan menyebar melalui media sosial.
- Informasi awal menyebut pria tersebut diduga ODGJ.
- Polisi kemudian menyatakan pria tersebut bukan ODGJ dan diduga berada dalam pengaruh minuman keras.
- Pria tersebut telah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
- Jumlah korban masih menjadi bagian dari penelusuran kepolisian.
Insight Redaksi
Kasus Lenteng Agung memperlihatkan satu hal penting: video viral belum tentu membawa konteks utuh. Label ODGJ sebaiknya kada ditempel sembarangan karena kondisi seseorang harus diverifikasi. Pengendara juga perlu mengutamakan jarak aman dan segera mencari bantuan ketika situasi mulai membahayakan.
Kalau menemukan kejadian serupa, jangan mendekat sendirian. Cari tempat aman, hubungi petugas, lalu bantu sebatas kemampuan ikam.
Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin paham pentingnya menyaring informasi sebelum ikut menyebarkannya.
Selalu update informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia yang menghadirkan informasi penting dengan konteks yang jelas, bukan sekadar info biasa!
Editor : Arya Kusuma